Sidang Tahunan MPR 2019: Hilangnya Nuansa Politis Saat Doa Pembuka

Oleh: Felix Nathaniel - 16 Agustus 2019
Dalam doa di Sidang Tahunan MPR 2019, Nasaruddin berdoa demi kebaikan Indonesia ke depan. Dalam doanya tidak ada dukungan politis pada pihak tertentu.
tirto.id -
Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR 2019. Bukan hanya tahun ini, ulama itu juga memimpin doa penutup Sidang Tahunan MPR tahun lalu.

Dalam doa kali ini, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin berdoa demi kebaikan Indonesia ke depan. Dalam doanya tidak ada dukungan politis pada pihak tertentu.

"Ampuni kekeliruan kami, pemimpin bangsa kami, jauhkan kami dari segala bentuk fitnah," kata Nasaruddin di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Doa Nasaruddin menjadi penutup sidang. Doa ini tak jauh banyak berbeda secara kontekstual dibanding sebelumnya.

"Bimbinglah kami para hamba-Mu agar tak hanya pandai mensyukuri nikmat, tapi pandai bersabar atas cobaan. Bukan cuma mampu ikhlas, tapi istikamah. Tak hanya bersikap kritis, tapi santun," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal itu di lokasi yang sama, Kamis (16/8/2018).

Namun dalam sidang 2018 itu, politikus PKS Tifatul Sembiring juga sempat menyampaikan doa. Secara spesifik, Tifatul bahkan mendoakan Presiden Joko Widodo yang saat itu tengah mencalonkan sebagai capres 2019-2024.

"Ya Allah ya Rabb, kami lihat badan beliau semakin terlihat kurus, gemukanlah badan beliau yang semakin kurus," ujar Tifatul.

Padahal kala itu PKS berkoalisi dengan Gerindra untuk mendukung paslon Prabowo Subianti-Sandiaga Uno.

"Ya Allah, kami lihat beliau juga kurang waktu untuk beristirahat, setiap hari pasti capek dan lelah. Limpahilah beliau dengan kesehatan untuk menjalankan tugasnya," ucap mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu.


Baca juga artikel terkait SIDANG TAHUNAN MPR atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight