Setelah Cristiano Ronaldo Tak Muda Lagi

Pesepakbola Real Madrid Cristiano Ronaldo. ANTARA FOTO/REUTERS
- 25 Februari 2016
Dibaca Normal 5 menit
Ronaldo mulai mencuri perhatian dunia saat Manchester United (MU) membelinya dari Sporting Lisbon. Bukan hanya latihan fisik yang menempa kemampuan Ronaldo. Setelah Piala Dunia 2006 di Jerman, Ronaldo menjadi musuh nomor satu publik Inggris. Bergabung dengan klub terkaya di dunia membuat penghasilan Ronaldo terus meroket.
tirto.id - Seorang gadis berlari menembus batas polisi, menyeberangi lapangan sambil berteriak histeris menuju idolanya yang sedang latihan. Petugas keamanan Stadion Moisés Lucarelli menangkapnya. Gadis itu gemetar, menangis, menjerit-jerit seperti gadis-gadis di konser The Beatles di Stadion Shea dan mengulurkan tangan kepada sang idola: Cristiano Ronaldo.

Ronaldo akhirnya menghampiri, memeluk si gadis dan mencoba menenangkan. Si gadis terlihat solah-olah ingin pingsan. Di hadapan wartawan televisi beberapa saat kemudian, masih belum kehilangan histerianya, si gadis berkata—lebih tepatnya meraung, “Dia tahu aku ada! Dia tahu aku ada!”

“Apa yang dia katakan?” tanya si wartawan.

"Dia minta saya tetap tenang dan berhenti menangis."

“Apa lagi yang Anda katakan?”

"Saya minta dia follow saya di Twitter."

Ronaldo adalah satu dari sedikit pesepakbola yang dipuja layaknya superstar. Selain pesona kemampuannya mengolah bola, ia punya penampilan yang menarik. Tubuh atletis, wajah rupawan, gaya rambut klimis. Ia kini berada di jajaran depan selebritas dunia. Publisitas adalah makanan sehari-harinya.

Dari sisi prestasi, Ronaldo mampu melampaui pendahulunya sesama pesepakbola sekaligus pesohor, David Beckham. Semua puncak prestasi individual dalam sepakbola telah diraihnya selama sepuluh tahun terakhir. Beckham memang sukses sebagai penyandang nomor 7 di Manchester United. Ia berhasil menyumbangkan trofi Liga Champions, berkontribusi besar untuk beberapa gelar juara liga. Namun, Beckham tidak pernah bisa mencicipi anugerah Balon d'Or atau gelar Pemain Terbaik Dunia.

Awal Mula

Ronaldo mulai mencuri perhatian dunia saat Manchester United (MU) membelinya dari Sporting Lisbon. Ia tiba di MU pada musim panas 2003. Menurut cerita dalam buku biografi karya Guillem Balague, Ronaldo hakulyakin akan langsung dipinjamkan kembali ke Lisbon. Ia bahkan tidak membawa baju ganti ke Inggris. Namun, ia ternyata tidak dipinjamkan. Pada 16 Agustus 2003, Ronaldo memulai debutnya di MU pada usia 18.

Sir Alex Ferguson, pelatih MU saat itu, menaruh perhatian lebih untuknya. Sir Alex menginginkan Ronaldo berkembang menjadi pemain depan yang tak terhentikan dan paling mematikan. Ia ditempa untuk menjadi pemain terbaik dunia, dan memang berambisi ke sana. Ronaldo bersedia mengikuti latihan-latihan tambahan untuk memperbaiki kemampuan dan bentuk tubuhnya.

Selama tiga musim pertama, torehan golnya memang tidak terlalu mengesankan. Dari 95 penampilan pertamanya di tiga musim Liga Inggris, Ronaldo hanya mencetak 18 gol biasa. Tapi ia tumbuh menjadi pemain yang semakin cepat, kuat, lincah, dan akurat dalam melepaskan umpan maupun tembakan.

Bukan hanya latihan fisik yang menempa kemampuan Ronaldo. Beberapa peristiwa penting pada masa itu sepertinya punya andil mendewasakan kepribadiannya. Di final Euro 2004, seantero planet menyaksikannya menangis tersedu-sedu setelah ia gagal membawa Portugal menjadi juara Eropa. Pada September 2005, ayahnya meninggal dunia karena menderita liver sirosis.

Pada hari ayahnya terbaring lemah di sebuah rumah sakit di London, ia menemui Sir Alex. “Bos, perasaan saya sedang tidak baik. Saya ingin menjenguk ayah," katanya. Sir Alex menjawab, “Cristiano, kamu mau pergi satu hari, dua hari, satu minggu, boleh. Saya akan menunggumu di sini karena kamu tahu kamu sangat penting (untuk tim), tapi dahulukanlah ayahmu.” Ronaldo sering sekali mengulangi kisah ini, untuk menunjukkan betapa hebat dan pentingnya sosok Sir Alex dalam hidupnya, bagi karier sepakbolanya. Dalam banyak kesempatan, Ronaldo menyebut Sir Alex sebagai ayahnya dalam sepakbola.

Setelah Piala Dunia 2006 di Jerman, Ronaldo menjadi musuh nomor satu publik Inggris. Dalam laga Portugal kontra Inggris, ia terlibat insiden dengan Wayne Rooney, rekan setimnya di United, yang menyebabkan Rooney dikartu merah. Lagi-lagi Sir Alex berada di belakangnya—sebagaimana Sir Alex pernah membela David Beckham setelah tragedi katu merah memalukan di Piala Dunia 1998. Di musim 2006-07 inilah, Ronaldo membuat lompatan besar. Dia memimpin torehan assists di Liga Inggris dengan jumlah 17, dan mencetak 17 gol.

Musim 2007-2008 lebih menggairahkan lagi bagi Ronaldo. Ini adalah puncak pencapaiannya selama di United. Bersama Carlos Tevez dan Wayne Rooney di lini depan, Ronaldo terlibat dalam salah satu trio penyerang paling menakutkan dalam sejarah sepakbola modern. Trio ini begitu cair, tidak konvensional, saling bertukar posisi, menciptakan gol-gol cantik yang akan selalu dikenang semua fans United. Mereka berhasil membawa United menyabet gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions. Di akhir musim, Ronaldo keluar sebagai pencetak gol terbanyak: 31 gol di Liga Inggris, dan 8 Gol di Liga Champions. Tak pelak lagi, Balon d'Or dan predikat sebagai pemain terbaik dunia FIFA diberikan kepadanya.

Pada musim panas 2009, ia dibeli Real Madrid dan memecahkan rekor transfer £ 80 juta. Nilai itu menjadikannya sebagai pemain termahal di dunia.



Lesatan Prestasi dan Pendapatan

Bergabung dengan klub terkaya di dunia membuat penghasilan Ronaldo terus meroket dari tahun ke tahun. Bukan hanya gaji dan bonus dari Madrid, ia juga mulai mengeruk kekayaan dari iklan beberapa brand kelas dunia.

Dalam rentang 2010 hingga 2013, Ronaldo terus menguntit di belakang David Beckham sebagai pesepakbola dengan bayaran tertinggi. Lionel Messi, pemain terbaik dunia empat tahun berturut-turut, 2009 hingga 2012, masih belum bisa melampaui Ronaldo dalam hal penghasilan.

Rivalitas antara Messi dan Ronaldo di dalam maupun luar lapangan selama lima tahun terakhir merupakan bahasan yang menarik di banyak media. Banyak pakar dan jurnalis bola yang secara berkala berusaha membandingkan keduanya, mulai dari gaya bermain hingga karakter personal. Keduanya sama-sama pemain hebat yang terus mengejar prestasi dan memecahkan banyak rekor, baik di secara pribadi maupun klub. Masing-masing mewakili dua kekuatan abadi yang bertarung di La Liga, Barcelona dan Real Madrid. Setidaknya dua kali dalam setahun mereka berhadap-hadapan dalam laga akbar El Classico.

Tahun 2013, Ronaldo berhasil merebut kembali tahta pemain terbaik dunia dari Messi. Begitu pula di tahun 2014, gelar FIFA Balon d'Or dipertahankannya setelah berhasil membawa Real Madrid meraih La Decima, trofi kesepuluh Liga Champions yang telah lama diidam-diidamkan publik Bernabeu.

Di tahun 2014, Ronaldo akhirnya bisa menyalip pendapatan David Beckham. Selama dua tahun berturut-turut, 2014 dan 2015, Forbes mencatat Ronaldo sebagai The World's Highest-Paid Soccer Players. Dengan penghasilan sebesar USD 73 juta di musim 2013-2014 dan USD 79 juta pada 2014-2015.

Transformasi Permainan

Ronaldo datang ke Santiago Bernabeu sebagai pemain sayap terbaik di dunia. Saat itu, Ronaldo begitu dominan dengan bola, sangat efektif, dan flamboyan. Ia rajin melesakkan tendangan jarah jauh, dan tak jarang muncul di mulut gawang untuk menyelesaikan umpan matang dari rekan-rekannya.

Pada masa itu, ia punya citra ikonik yang melekat pada dirinya: step-over, yang membuat gentar bek manapun yang menghadapinya—kecuali Carles Puyol. Hanya Tuhan dan Ronaldo yang tahu ke mana ia menuju setelah step-over, dan tiba-tiba ia akan melesat, mencari ruang yang dia butuhkan untuk melepaskan tembakan, atau mengumpan, atau mengecoh lawan lain.

Tapi seiring bertambahnya usia, Ronaldo semakin jarang melakukan step over. Ikon step-over itu secara dramatis telah menurun selama lima musim terakhir. Pada musim 2010-2011, rerata gocekannya hanya 5,16 per 90 menit. Pada tahun berikutnya memang terjadi kenaikan menjadi 5,27, tetapi musim lalu tinggal 3,63, dan musim ini 3,39. Ia kini telah bertransformasi menjadi striker murni, yang tidak terlalu banyak bergerak membawa bola menyisir lapangan.

Kolumnis ESPN, Michael Caley, mengkompilasi statistik jarak yang ditempuh seorang pemain ketika membawa bola. Tujuannya, untuk melihat pemain mana yang bergerak dengan bola paling lama di lapangan. Pada musim pertama Ronaldo di La Liga, ia menempuh 385 yard dengan bola di kakinya per 90 menit. Musim lalu, jumlah itu melorot hingga hanya 228 yard. Pada musim pertamanya di Spanyol, tidak ada pemain yang mendribel lebih lama daripada Ronaldo. Musim lalu, ia sudah berada di luar 10 besar.

Pergeseran ini menjadi lebih jelas jika melihat aktivitas Ronaldo di lapangan tengah. Musim 2009-2010, ia berlari 136 kilometer per 90 menit; keempat tertinggi di La Liga. Dia satu-satunya pemain non-Barcelona di tujuh besar. Musim lalu, dia terperosok ke peringkat 45! Selama rentang yang sama, gerakan dengan bolanya di sepertiga akhir lapangan juga terus menurun, tadinya memimpin dengan 230 yard per laga, sekarang di peringkat keempat dengan 148 yard.

Semua catatan di atas menunjukkan fakta sederhana: Cristiano Ronaldo telah menjadi pemain yang jauh berbeda dibanding dia yang dulu. Namun, dia tidak kurang efektif. Jumlahnya golnya tidak menurun.

Dunia sepakbola profesional telah banyak dinodai oleh bintang yang tidak bisa beradaptasi saat mereka bertambah tua. Ketika beberapa pemain mencapai usia di mana tubuh tidak lagi seperti sebelumnya, mereka tidak bisa mengkompesasi hilangnya setengah kecepatan mereka yang tak terelakkan. Untuk menyebut beberapa nama, misalnya, Andry Sevchenko, Kaka, dan Fernando Torres. Kemampuan dan kemauan Ronaldo untuk menyesuaikan diri adalah sesuatu yang menarik.

Ronaldo sadar bahwa dia mengalami penurunan kekuatan fisik. Usianya kini 31 tahun, mendekati puncak karier fisiknya. Karena itu, ia menghabiskan lebih sedikit waktu dengan bola dan lebih banyak di dekat gawang. Ronaldo telah beradaptasi dengan sangat baik.

Ia masih salah satu aset paling berharga yang dimiliki Real Madrid. Kehadirannya di lapangan selalu menjadi faktor pembeda di setiap laga. Lebih-lebih, ia adalah magnet yang menarik banyak penggemar untuk membeli merchandise klub. Di media sosial, ia tercatat sebagai atlet yang paling populer baik di Facebook, Twitter, maupun Instagram. Namun, hingga saat ini Real Madrid belum memutuskan apakah Ronaldo akan bertahan atau hengkang.

Desas-desus beredar bahwa Ronaldo akan meninggalkan Madrid. Kontraknya akan berakhir Juni 2018, dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan diperpanjang. “Saya akan berada di sini paling tidak selama dua tahun lagi, dan terkait masa depan, kita lihat nanti,” katanya.

Baca juga artikel terkait REAL MADRID atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Arlian Buana
Penulis:

DarkLight