tirto.id - Kolaborasi antara swasta dan pemerintah dinilai sangat penting untuk membantu lebih banyak UMKM nasional naik kelas dan menembus pasar ekspor.
Dengan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, UMKM yang naik kelas akan berdampak pada pertumbuhan Indonesia.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengatakan, kolaborasi pemerintah dan swasta untuk mendukung peningkatan kapasitas UMKM sangat penting karena ketika UMKM naik kelas, maka perekonomian Indonesia juga ikut tumbuh. Pasalnya, UMKM menyumbang sekitar 61% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 97% tenaga kerja.
Dia mengapresiasi pendampingan dan pelatihan UMKM yang dilakukan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah Payung Program Keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia” yang konsisten mendampingi UMKM naik kelas termasuk untuk ekspor.
"Ini bukti bahwa kolaborasi pemerintah, swasta, perusahaan, dapat menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan bangsa. Ketika UMKM naik kelas, pasti Jakarta naik kelas, pasti Indonesia juga naik kelas," ujarnya pada pembukaan Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas, Membuka Pasar Global di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Program SETC – UUI 2026 merupakan komitmen jangka panjang Sampoerna dalam membangun ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Didirikan pada tahun 2007, SETC telah melatih lebih dari 108.000 pengusaha UMKM serta memfasilitasi penetrasi ekspor UMKM ke Jepang dan Tiongkok melalui program WikiExport KADIN. Keberadaan SETC diperkuat oleh sinergi Sampoerna Retail Community (SRC) yang membina lebih dari 250.000 toko kelontong dan menghasilkan total omzet Rp251 triliun per tahun (berkontribusi 9,46% terhadap PDB Ritel Nasional 2025).
Elisabeth menegaskan, pemerintah, lewat berbagai cara, seperti business matching, pameran dan lainnya, telah membantu UMKM untuk mendapatkan akses pembeli di luar negeri. Inisiatif ini diharapkan mampu membuka akses pengusaha UMKM untuk mendapatkan mitra atau pembeli yang berkelanjutan yang dapat mendukung pertumbuhan usaha. Untuk itu, dia berharap UMKM dapat memanfaatkan secara optimal peluang dan dukungan pemerintah dan swasta.
"Yang kita cari dari event dan pameran di luar negeri itu buyer yang berkelanjutan, bukan jual semua produk yang dibawa, lalu pulang dengan koper kosong," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Director of Stakeholder Relations & Sustainability Sampoerna, Romulus Sutanto, mengatakan bahwa bootcamp yang diselenggarakan SETC bertujuan membantu pengusaha UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memanfaatkan peluang lewat digitalisasi, memperluas networking, dan mempersiapkan diri untuk memasuki pasar yang lebih luas termasuk ekspor.
Adapun, bootcamp yang dilaksanakan SETC selama 2 hari ini (29-30 September 2026) melibatkan lebih dari 180 pelaku UMKM dari seluruh Indonesia.
Romulus menuturkan, SETC terus berinovasi, salah satunya lewat Collaborator Hub yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia sehingga bisa lebih menjangkau lebih banyak pengusaha UMKM. Saat ini SETC telah memiliki 30 Collaborator Hub yang mendampingi lebih dari 2.300 UMKM secara berkelanjutan, mendukung UMKM naik kelas, dan semakin berdaya saing. Jejaring Collaborator Hub tersebut telah hadir di 17 provinsi dan berperan sebagai local enabler yang mengaktifkan ekosistem pemberdayaan UMKM di berbagai daerah, terutama melalui penguatan kapabilitas sumber daya manusia agar pelaku usaha dapat terus naik kelas dan berdaya saing.
Melalui pendampingan berbasis praktik, jejaring kolaborasi, dan akses pasar, Collaborator Hub menjadi mitra bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang kerja baru di tingkat lokal. Kehadiran jejaring ini juga menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan program SETC agar pendampingan dapat menjangkau UMKM di berbagai daerah.
“Melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi dengan mitra, SETC berupaya menghadirkan lebih dari sekadar ruang belajar. SETC membantu pengusaha UMKM membangun fondasi usaha agar mampu menangkap peluang pertumbuhan yang lebih besar," imbuhnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































