Menuju konten utama

Sejarah Rumah Adat Jambi Kajang Lako, Keunikan, dan Filosofinya

Rumah Kajang Lako memiliki ciri khas dan keunikannya tersendiri. Simak sejarah, ciri, keunikan, hingga filosofi rumah adat Jambi ini.

Sejarah Rumah Adat Jambi Kajang Lako, Keunikan, dan Filosofinya
Rumah Adat Jambi Kajang Lako. wikimedia commons/free

tirto.id - Apa nama rumah adat Jambi? Nama rumah adat yang berasal dari daerah Jambi adalah Kajang Lako, yang juga memiliki dua penyebutan lain yaitu rumah lamo dan rumah tuo.

Berdasarkan sejarah kemunculannya, rumah panggung Kajang Lako berasal dari masa Kerajaan Koto Rayo. Rumah ini dibangun dengan mengadaptasi ciri khas dan keunikan budaya masyarakat setempat.

Sebagai rumah bagi penduduk asli suatu wilayah, rumah adat menunjukkan ciri khas kehidupan penduduk di wilayah tersebut, termasuk pada rumah adat Provinsi Jambi ini. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai apa itu Kajanglako mulai dari sejarah, ciri, keunikan, hingga filosofinya.

Sejarah Rumah Adat Jambi Kajang Lako

Menurut penelitian yang dipaparkan oleh Ahmad Alim Wijaya dkk., rumah adat Kajang Lako dibangun oleh penduduk dari Kerajaan Koto Rayo yang melakukan migrasi.

Sejarah mencatat, Kerajaan Koto Rayo sendiri merupakan kerajaan yang berlokasi di tepian sungai Tabir. Di lokasi tersebut sebanyak 19 orang bergantian membangun sebuah rumah. 

Sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada 1933, masyarakat Jambi menggunakan Kajang Lako sebagai tempat untuk menyelesaikan masalah. Kemudian menurut laman Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau, rumah adat Kajang Lako mulai ditetapkan sebagai rumah dengan konsep arsitektur berciri khas Jambi pada 1970-an.

Bentuk dan Ciri-Ciri Rumah Adat Jambi

Adapun bentuk dan ciri-ciri rumah adat Jambi yakni sebagai berikut.

1. Berbentuk Persegi Panjang

Rumah Kajang Lako merupakan rumah panggung yang berbentuk persegi panjang. Umumnya, rumah adat ini memiliki panjang 12 meter dan lebar 9 meter.

2. Berbentuk Rumah Panggung

Rumah Kajang Lako berupa rumah panggung yang ditopang oleh tiang-tiang.

3. Terbuat dari Papan Kayu

Bangunan utama, seperti dinding, lantai, dan tangga rumah Kajang Lako dibuat dari papan kayu.

4. Atap dari Ijuk

Atap atau bubungan rumah Kajang Lako melengkung ke atas untuk mempermudah turunnya air hujan dan mempermudah sirkulasi udara. Bahan utama membuat atap adalah ijuk yang dianyam dan dilipat dua.

5. Punya Tiga Jenis Pintu

Rumah Kajang Lako memiliki tiga jenis pintu, yaitu pintu tegak, pintu masinding, dan pintu balik melintang. Fungsi masing-masing pintu tersebut dijelaskan di bawah ini.

  • Pintu tegak berfungsi sebagai pintu masuk. 
  • Pintu masinding berfungsi sebagai jendela dan biasanya terletak di ruang tamu. Pintu ini juga menjadi ventilasi serta akses bagi para tamu untuk melihat upacara adat yang ada di dalam rumah.
  • Pintu balik melintang hanya digunakan oleh orang yang dihormati, yaitu pemuka adat, alim ulama, ninik mamak, dan cerdik pandai

6. Memiliki Teras Rumah

Bagian depan rumah Kajang Lako terdapat sebuah pelamban atau teras rumah. Teras ini digunakan sebagai ruang tunggu bagi tamu yang belum dipersilahkan masuk.

Keunikan Rumah Adat Jambi

Sejumlah keunikan rumah Kajang Lako dijelaskan di bawah ini.

1. Warisan Budaya yang Sudah Ada Ratusan Tahun

Wujud rumah Kajang Lako saat ini bisa dilihat di Dusun Kampung Baru, Rantau Panjang, Merangin, Jambi. Saat ini, saat ini masih terdapat sekitar 60 rumah adat yang berusia kurang lebih 600 tahun di dusun tersebut. 

2. Memiliki Bentuk dan Ukuran yang Ditentukan Hukum Adat

Keunikan lainnya dari rumah adat Jambi adalah berbentuk persegi panjang dengan ukuran umum panjang 12 meter dan lebar 9 meter. Rumah ini juga ditopang tiang setinggi 4,25 meter.

3. Memiliki Desain yang Ramah Lingkungan

Atap rumah Kajang Lako dirancang untuk memudahkan turunnya air hujan dan memperlancar sirkulasi udara. Penggunaan ijuk alami yang dianyam pada bahan atap juga mendukung keunikan ini.

4. Atap Berbentuk Perahu

Jika dilihat secara sekilas, atap rumah Kajang Lako memiliki bentuk seperti perahu.

5. Memiliki Sebutan "Gajah Mabuk" untuk Atapnya

Orang Batin menyebut atap Kajang Leko sebagai "gajah mabuk." Sebutan tersebut muncul dari cerita rakyat yang menyebutkan bahwa sang pembuat rumah kala itu sedang dimabuk cinta tapi tidak memperoleh restu dari orang tua.

6. Pintu Masuk Rumah Rendah

Pintu tegak sengaja dibuat rendah yang membuat tamu harus menunduk saat masuk.

7. Memiliki Ragam Hias Flora dan Fauna

Motif flora dan motif fauna seperti bungo tanjung, tampuk manggis, dan bungo jeruk, serta motif fauna seperti ikan dan sisik ikan, menghiasi rumah Kajang Lako.

Penempatan motif flora pada rumah Kajang Lako yaitu:

  • motif bungo tanjung yang diukir di depan pintu masinding;
  • motif tampuk manggis untuk yang diukir di atas pintu tegak dan masinding;
  • motif bungo jeruk untuk yang diukir pada bagian luar rasuk (belandar) dan atas pintu tegak.

8. Pembagian Ruang dengan Fungsi Khusus

Keunikan lainnya terletak pada pembagian ruangan yang jelas, seperti Ruang Pelemban untuk tamu, Ruang Gaho untuk penyimpanan, serta Ruang Malintang sebagai ruang inti rumah. 

Adapun gambar rumah adat Jambi Kajang Lako dan ciri-ciri serta keunikannya bisa dilihat melalui infografis berikut ini.

Infografik SC Rumah Adat Jambi Kajang Lako

Infografik SC Rumah Adat Jambi Kajang Lako. tirto.id/Fuad

Filosofi Rumah Kajang Lako

Adapun sejumlah filosofi di rumah adat Jambi Kajang Lako yakni sebagai berikut.

1. Penghormatan terhadap Alam

Rumah Kajang Lako dibangun dengan bahan-bahan alami seperti kayu dan daun rumbia. Desain atap yang melengkung bertujuan untuk mengalirkan air hujan dengan baik, mencerminkan filosofi hidup yang harmonis dengan alam.

2. Nilai Sosial dalam Pembagian Ruang

Setiap ruangan dalam rumah memiliki fungsi sosial yang kental, dari tempat bermusyawarah, menerima tamu, hingga ruang khusus untuk upacara adat. Ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan antarindividu dalam budaya Jambi.

3. Representasi Nilai Kehidupan Masyarakat

Ukiran dan pembagian ruang rumah ini sarat akan nilai-nilai simbolis seperti kebijaksanaan, keharmonisan, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama, mencerminkan prinsip hidup masyarakat Jambi.

4. Pintu Dibuat Rendah agar Tamu Mendunduk

Pintu tegak pada Rumah Kajang Lako sengaja dibuat rendah agar tamu yang masuk harus menunduk. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada pemilik rumah dan penghuni di dalamnya yang menggambarkan nilai sopan santun dalam budaya masyarakat Jambi.

Fungsi Rumah Kajang Lako

Rumah Kajang Lako memiliki berbagai fungsi, termasuk:

  • tempat tinggal para penghuninya, termasuk untuk tidur, makan, masak, dan mengasuh anak;
  • tempat menyelesaikan persoalan atau permasalahan adat;
  • tempat bermusyawarah;
  • tempat berkumpul sanak saudara;
  • tempat menyelenggarakan upacara adat.

Baca juga artikel terkait BISNIS TIRTO atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Edusains
Penulis: Yonada Nancy
Penyelaras: Nisa Hayyu Rahmia