Sejarah Hari Ini

Sejarah Peringatan Hari Gizi dan Makanan pada 25 Januari 2023

Kontributor: Fajri Ramdhan, tirto.id - 25 Jan 2023 14:10 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Sejarah peringatan Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari.
tirto.id - 25 Januari ditetapkan sebagai Hari Gizi Nasional untuk mengingat kembali betapa pentingnya gizi dalam kehidupan.

Dikutip laman Sehat Negeriku Kemenkes, Bapak Gizi Indonesia, Prof. Poorwo Soedarmo telah mengampanyekan hal tersebut sejak 1950.

Gelar Bapak Gizi Indonesia sendiri diberikan kepada Prof. Soedarmo oleh persatuan Ahli Gizi Indonesia pada 1969.


Beliau diberi gelar tersebut karena pemahamannya soal gizi sangat mendalam dan ilmu tersebut beliau dapatkan dari berbagai perguruan tinggi di London, Filipina, hingga Amerika Serikat.

Prof. Soedarmo adalah profesor asal Malang yang menciptakan istilah empat sehat lima sempurna. Beliau juga sering menerbitkan karya ilmiah termasuk Home Economics yang saat ini dikenal sebagai Ilmu Kesejahteraan Keluarga.

Sejarah Hari Gizi Nasional 25 Januari


Dilansir dari laman RSUD Nyi Ageng Serang, Menteri Kesehatan pada saat itu, Dokter J. Leimana mengangkat Prof. Poorwo untuk menjadi Kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR) yang saat itu lebih dikenal dengan nama Instituut voor Volksvoeding (IVV).

IVV sendiri adalah bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan yang saat itu disebut Lembaga Eijkman.

Kegiatan memperingati Hari Gizi adalah sebuah peringatan akan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan untuk menciptakan kader tenaga gizi Indonesia pada 25 januari 1951.

Dari sana, pendidikan mengenai gizi mulai digalakkan di berbagai perguruan tinggi.

Hingga kemudian, pada 25 Januari ditetapkan sebagai Hari Gizi Nasional.

Profil Profesor Poorwo Soedarmo

Dikutip situs DP3AP2KB NTB, Profesor Soedarmo lahir di Malang pada 25 Februari 1904. Ia adalah guru besar ilmu gizi pertama Universitas Indonesia (UI) di Fakultas Kedokteran UI yang dibuka pada 1958.

Karena jasanya, para tenaga gizi Indonesia lahir dari tingkat d3 sampai Guru Besar.

Prof. Soedarmo merupakan lulusan sekolah kedokteran School tot Opleiding van Indische Artsen (SOVIA) pada 1927.

Pada 1949, beliau mempelajari tentang gizi di London, Inggris. Lalu lanjut ke Filipina (1950), Harvard University (1954-1955), dan terakhir Columbia University, Amerika Serikat (1960).

Profesor Soedarmo juga pendiri dari Akademi Ahli Diit dan Nutrisionis (Akademi Gizi) serta Direktur Lembaga Makanan Rakyat Kementrian Kesehatan (1952-1959).

Selain mendapat gelar Bapak gizi indonesia dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), dirinya juga dianugerahi Bintang Mahaputra Utama pada 1992 karena berjasa dalam perkembangan Gizi di Indonesia.

Profesor Soedarmo wafat pada 13 Maret 2003 dan dimakamkan di Taman makam Pahlawan Kalibata.


Baca juga artikel terkait HARI GIZI atau tulisan menarik lainnya Fajri Ramdhan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Fajri Ramdhan
Penulis: Fajri Ramdhan
Editor: Dhita Koesno

DarkLight