Harbolnas

Sejarah Harbolnas dan Perayaan Belanja Online di Dunia

Oleh: Alifa Justisia - 11 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
Sejarah Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di Indonesia dimulai pada 12 Desember 2012.
tirto.id - Dengan mengusung tagline 12.12, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) tahun ini mencapai puncaknya pada 12 Desember 2018 dan masih akan dihelat hingga beberapa hari ke depan. Kapan event tahunan ini pertamakali dilangsungkan di Indonesia? Berikut ulasan singkat sejarah Harbolnas, juga perayaan belanja online serupa di dunia.

Dilansir Kompas edisi 10 Desember 2013, kampanye Harbolnas bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang kemudahan belanja online yang aman dan nyaman serta bisa dilakukan kapan saja. Selain itu, penyelenggaraan Harbolnas juga dilakukan dalam upaya memajukan industri e-commerce di Indonesia.

Setiap tahunnya setiap tanggal 12 Desember, Harbolnas secara rutin digelar dan semakin banyak e-commerce yang ikut ambil bagian dari tahun ke tahun. Pada edisi 2015, misalnya, setidaknya 140 retail online yang turut berpartisipasi. Bahkan, saat ini Harbolnas menjadi perhelatan e-commerce terbesar di ranah maya tanah air.

Sejarah Pesta Belanja Online

Harbolnas pertama kali dihelat di Indonesia pada 12 Desember 2012 dengan jargon menarik: 12.12.12. Ada beberapa retail online yang turut meramaikan pergelaran nasional belanja online perdana ini, termasuk Lazada, Zalora, BerryBenka, PinkEmma, Bilna, Traveloka, Luxola, Persebaya Store, dan beberapa lini e-commerce lainnya.

Dikutip dari tradegecko.com, Lazada sebagai salah satu perintis Harbolnas tidak sekadar berupaya meraup keuntungan sebesar-besarnya, tetapi juga mengkampanyekan belanja dengan cara online kepada masyarakat luas. Maka dibuatlah gagasan, jika semua retail eCommerce bergabung ketika Harbolnas berlangsung, hasil penjualan bersama yang lebih besar akan bisa dicapai, alih-alih bersaing satu sama lain.



Pada perkembangannya, bukan hanya retail online saja yang menjadi pelaku dalam event Harbolnas. Beberapa bank di Indonesia juga turut serta, salah satunya adalah Bank Mandiri yang menyediakan cashback dan promo dengan jumlah yang fantastis saat Harbolnas tiba.

Di negara-negara lain, agenda semacam Harbolnas telah dilakukan sebelum diikuti di Indonesia. Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, dan Jepang, misalnya, sudah memiliki perayaan belanja online yang disebut Cyber Monday.

Cyber Monday terinspirasi dari kegiatan serupa versi offline yang sudah menjadi tradisi di Amerika Serikat, yakni Black Friday. Black Friday biasanya digelar pada hari Jumat setelah Thanksgiving Day atau sebelum musim belanja menjelang Natal. Black Friday merupakan agenda berbelanja tahunan terbesar di Amerika Serikat. Banyak toko yang memberikan potongan harga untuk meningkatkan keuntungan.



Konsep ini kemudian menyebar ke berbagai negara di dunia meskipun dengan nama yang tidak harus sama. Di Meksiko, misalnya, konsep ini dinamakan El Buen Fin, sedangkan di Arab Saudi dikenal dengan nama White Friday, demikian dikutip dari telegraph.co.uk.

Indonesia pun akhirnya ikut “meresmikan” perayaan belanja online besar-besaran mengingat potensi pasar yang sangat besar. Hal ini seiring mulai memasyarakatnya penggunaan internet dan pertumbuhan e-commerce yang cukup pesat.

Baca juga artikel terkait HARBOLNAS atau tulisan menarik lainnya Alifa Justisia
(tirto.id - Bisnis)

Penulis: Alifa Justisia
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight