Tirto & NU Online

Sejarah Awal Puasa Ramadan: Dilarang Setubuh dari Isya hingga Buka

Oleh: Ivan Aulia Ahsan - 17 Mei 2019
Pada awal kewajiban puasa diperintahkan, kaum Muslim dilarang makan, minum, dan berhubungan badan dari isya sampai waktu berbuka. Allah SWT lalu mengubah larangan ini.
tirto.id - Kewajiban puasa Ramadan sejarahnya berkaitan erat dengan hijrah Nabi Muhammad ke Yatsrib. Sebab peristiwa hijrah adalah titik balik penyempurnaan syariat dan teologi Islam.

Menurut Muhammad Hasan Hitou, ulama terkemuka dan pendiri Universitas Al Imam Asy Syafi'i Cianjur, dalam kitab Fiqhu Shiyam, Puasa Ramadan diwajibkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya pada bulan Syakban tahun ke-2 Hijriah dengan cara dan model yang dilakukan umat Islam hingga kini.


Sementara Affandi Mochtar dan Ibi Syatibi dalam Risalah Ramadhan (2008) mengungkapkan sebelum ayat yang mewajibkan puasa turun, umat Islam biasa berpuasa wajib pada 10 Muharam atau Hari Asyura.

Kisah puasa Hari Asyura bermula saat Nabi Muhammad baru tiba di Madinah dan mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada 10 Muharam. Mereka menyatakan bahwa pada 10 Muharam Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya dari serangan Raja Firaun. Kemudian Nabi Musa berpuasa pada 10 Muharam sebagai tanda syukur kepada Allah.

Nabi Muhammad lalu mengikuti kebiasaan ini sebagai bentuk takzim kepada Nabi Musa dan memerintahkan umat Islam agar berpuasa pada tanggal tersebut.


Pada mulanya kaum Muslim diwajibkan berpuasa sampai magrib. Setelah berbuka, mereka masih diperbolehkan makan, minum, dan melakukan hubungan seks suami-istri hingga kemudian melakukan salat isya dan tidur.

Setelah salat isya dan tidur, kaum Muslim tidak diperbolehkan lagi untuk makan, minum, atau berhubungan seks hingga tiba saatnya berbuka. Aturan ini benar-benar menyulitkan mereka sehingga tidak sedikit yang melanggarnya.

Allah SWT lalu menurunkan al-Baqarah ayat 187 yang menyatakan umat Islam diperbolehkan makan, minum, dan berhubungan intim dengan istri sepanjang malam bulan puasa hingga terbit fajar. Orang-orang pun bergembira karenanya.

Penjelasan lebih lanjut tentang sejarah puasa Ramadan bisa disimak dalam artikel berikut ini.


Baca juga artikel terkait RAMADAN 2019 atau tulisan menarik lainnya Ivan Aulia Ahsan
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Ivan Aulia Ahsan
Editor: Zen RS