Menuju konten utama

Sebaran Klaster Pejabat Negara yang Terjangkit COVID-19

Sejumlah pejabat Tanah Air ikut terjangkit COVID-19. Bagaimana kronologinya?

Sebaran Klaster Pejabat Negara yang Terjangkit COVID-19
Menhub Budi Karya sumadi melakukan pengecekan kesiapan di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (1/3/2020). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/wsj.

tirto.id - Hingga 29 Maret 2020 atau 26 hari sejak kasus positif pertama diumumkan, Indonesia sudah mencatat hingga 1.285 kasus positif COVID-19. Sebanyak 114 orang di antaranya meninggal dunia dan 64 orang dinyatakan sembuh.

Dari jumlah tersebut, ada sejumlah pejabat Indonesia yang juga terinfeksi virus SARS-CoV-2 tersebut. Diduga mereka terinfeksi saat menjalani sejumlah acara negara hingga kunjungan ke luar negeri.

Berikut beberapa klaster COVID-19 yang tercatat berada di lingkaran pejabat Indonesia.

Klaster Istana Negara

Menhub Budi Karya

Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terjangkit virus Corona atau COVID-19 pada Sabtu, 14 Maret 2020. Dalam konferensi pers di Istana Negara yang disampaikan Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto Budi Sulistya menyebut Budi Karya merupakan pasien dengan nomor kasus ke-76 di Indonesia.

Sebelum dinyatakan positif, Menhub Budi Karya masih berkegiatan dalam dua minggu terakhir. Rinciannya, kunjungan ke kantor Harian Rakyat Merdeka pada 20 Februari, kemudian meninjau proyek Kereta Cepat di Purwakarta dan Rancaekek, Bandung, Jawa Barat, pada 23 Februari 2020.

Setelah itu, Menhub Budi menghadiri acara diskusi Ibu Kota Negara di Hotel Sultan pada 26 Februari. Berlanjut kunjungan ke Luwu dan Toraja meninjau bandara pada 28-29 Februari 2020.

Pada 1-2 Maret 2020, Menhub Budi menjemput awak kapal Diamond Princess yang di dalamnya terdapat penumpang positif Corona dari Jepang. Kemudian Menhub sempat berfoto dengan wartawan Istana Negara pada 4 Maret 2020 dan terakhir pada 11 Maret, Menhub masih menghadiri rapat terbatas di Istana Negara serta bertemu perwakilan Belanda.

Usai Menhub Budi Karya dinyatakan positif, Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri yang sempat menghadiri ratas bersama Menhub pada Rabu (11/3/2020) juga menjalani tes COVID-19. Presiden Jokowi beserta istri mendapat hasil negatif. Begitupun sejumlah menteri lain seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil yang sempat bersebelahan dengan Menhub Budi Karya saat ratas dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Menhub Budi Karya merupakan pejabat Indonesia pertama yang diketahui terinfeksi COVID-19. Lantaran ia merupakan salah satu pejabat di Istana Negara, kami kemudian menyebutnya sebagai klaster Istana Negara.

Dirjen Perkeretaapian Zulfikri

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri menjadi pejabat kedua di lingkungan Kementerian Perhubungan yang positif terjangkit virus Corona atau COVID-19. Hal tersebut dikonfirmasi pada Selasa, 24 Maret 2020 oleh Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati.

Zulfikri dikabarkan melakukan tes swab pada 18 Maret 2020, atau empat hari setelah Menhub Budi Karya dikonfirmasi positif COVID-19. Tes juga diberlakukan bagi istri Zulfikri.

Dalam keterangan tertulis, Zulfikri menyebut dirinya telah menjalani rawat inap dari 9-13 Maret 2020 lantaran terindikasi pneumonia dengan gejala batuk-batuk kecil di Eka Hospital, BSD. Zulfikri masih menunggu arahan Satgas Covid-19 bilamana perlu dilakukan tes swab ulang. Hal ini menyusul keadaannya yang sempat membaik pada 21 Maret 2020 dan bisa pulang ke rumah tanpa wajib mengonsumsi antibiotik.

Ketua IAI Ahmad Djuhara

Pejabat lain yang diduga berada dalam satu klaster dengan Menhub Budi Karya ialah Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia Ahmad Djuhara.

Djuhara meninggal pada Jumat, 27 Maret 2020, di RSPI Sulianti Saroso. Sebelum meninggal, Djuhara dikabarkan tengah dirawat di Instalasi Gawat Darurat RSPI lantaran tak kebagian kamar perawatan.

Pada 18 Maret lalu, Djuhara sempat menjalani tes swab pertama setelah mengalami gejala sesak nafas. Ia mendatangi RSPI Sulianti Saroso atas kemauannya sendiri lantaran ia sempat menghadiri acara yang sama dengan Menhub Budi Karya pada 27 Februari 2020, yakni pameran Arch.id.

Hasil tes yang keluar pada 20 Maret menyatakan dirinya negatif COVID-19. Namun, pada 22 Maret gejala sesak napas dan batuk muncul kembali.

Djuhara kemudian dilarikan ke RSPI Sulianti Saroso pada 23 Maret lantaran gejalanya tak kunjung sembuh. Dia kemudian langsung dirawat di IGD. Ia pun menjalani rangkaian tes darah dan tes swab kembali.

Klaster Bogor

Wali Kota Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dinyatakan positif terjangkit COVID-19 pada 19 Maret 2020. Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno sebelumnya Bima Arya bersama rombongan dari Pemerintah Kota Bogor melakukan kunjungan kerja ke negara Turki dan Azerbaijan.

Kegiatan itu dilakukan selama sepekan. Kemudian sehari usai pulang ke Indonesia, Bima Arya melakukan tes virus Corona di Rumah Sakit Bogor Senior pada, Selasa (17/3/2020). Hasil tes tersebut baru diketahui pada Kamis sore. Hasilnya: Bima Arya bersama satu pejabat pemerintahan Kota Bogor positif Corona, sedangkan tiga anggota rombongan lainnya negatif.

Klaster Muswa Hipmi Karawang

Bupati Karawang

Bupati Karawang Cellica Nurrchadiana mengumumkan dirinya positif terinfeksi virus Corona atau COVID-19. Hal itu Cellica sampaikan lewat video yang diunggah di Instagram pribadinya, Selasa (24/3/2020) sore.

“Baru saja tadi sekitar satu jam yang lalu saya mendapatkan hasil swab test bersama 14 orang kemarin secara mandiri, dan 5 orang dinyatakan positif. Hal ini sudah saya sampaikan kepada Gubernur dan pihak-pihak terkait,” kata Cellica.

Cellica diketahui sempat berinteraksi dengan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dalam acara Musda Badan Pengurus Daerah Hipmi Jawa Barat yang digelar di Hotel Swiss Belinn Karawang, 9 Maret lalu. Yana lebih dulu dinyatakan positif COVID-19.

Pada 15 Maret, Cellica juga sempat menghadiri Kongres V Partai Demokrat DPC Jawa Barat. Kongres tersebut juga dihadiri oleh petinggi Partai Demokrat lain seperti Syarief Hasan, E.E Mangindaan, Benny K. Harman hingga Edhie Baskoro Yudhoyono. Namun hingga saat ini dikabarkan belum ada peserta kongres yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Pada Jumat, 20 Maret 2020, Cellica melantik 45 kepala desa dalam sebuah video yang diunggah Kompas.com, Cellica tampak mengalami batuk-batuk saat tengah menyampaikan pidato dalam acara pelantikan tersebut.

Namun dalam keterangan di video yang diunggah di akun instagramnya, Cellica mengaku tak mengalami gejala kendati dinyatakan positif COVID-19.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana

Sebelum Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana dinyatakan positif COVID-19, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana sudah positif lebih dulu pada Senin, 23 Maret 2020.

Ia mengatakan hal ini melalui video yang diunggah di akun instagramnya @kangyanamulyana. “Hasil swab test saya hari ini telah keluar dari Dinkes Provinsi Jabar, dan dinyatakan saya positif COVID-19,” demikian ia tulis dalam video yang diunggah di akun media sosial pribadinya itu.

View this post on Instagram

Alhamdulillah, setelah melewati masa isolasi dan pemulihan karena dinyatakan positif Covid19. Hari ini, Jum'at, 27 Maret 2020. Hasil swab test saya menyatakan saya telah NEGATIF Covid19. Hatur nuhun, saya ucapkan pada seluruh petugas Rumah Sakit dan seluruh Tenaga Medis yang telah berjuang sebagai garda terdepan untuk melawan Virus Covid19. Terimakasih pula atas seluruh doa dan dorongan semangat dari Keluarga, Sahabat, Kawan dan seluruh Wargi Bandung. Meskipun sangat berat perjuangan melawan Corona Covid19. Tapi, berkat doa dan dorongan semangat dari semua, Alhamdulillah saya dapat melewati seluruh proses yang luar biasa berat ini. Untuk itu, saya menghimbau untuk seluruh wargi Bandung dan Indonesia, agar serius untuk mengikuti aturan pemerintah, untuk mengatasi ini semua bersama-sama. Maka dari itu, mari kita tetap terus menjaga jarak, lakukan Physical Distancing, dan melakukan gerakan hidup sehat guna menjaga kesehatan kita. Semoga Allah SWT selalu menjaga dan memberikan kesehatan pada kita semua, agar kita dapat melewati masa-masa berat ini. Insyaallah. Bismillah. . . . . . #KangYana #YanaMulyana

A post shared by Yana Mulyana (@kangyanamulyana) on

=====

Informasi seputar COVID-19 bisa Anda baca pada tautan berikut:

1. Ciri-Ciri Corona & Gejala COVID-19, Apa Beda dari Flu & Pneumonia?

2. Gejala Coronavirus Selain Demam dan Batuk: Tak Mampu Mencium Bau

3. Pentingnya Jaga Jarak di Tengah Pandemi COVID-19

4. 8 Cara Mencegah Penularan Virus Corona pada Lansia

5. Cara Deteksi Dini Risiko Covid-19 Secara Online

6. Update Corona Indonesia: Daftar Laboratorium Pemeriksaan COVID-19

Baca juga artikel terkait WABAH VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Restu Diantina Putri

tirto.id - Current issue
Penulis: Restu Diantina Putri
Editor: Zakki Amali & Zakki Amali