Menuju konten utama

Sandi akan Bahas Reklamasi Teluk Jakarta saat Bertemu Jokowi

"Yang jelas Pak Jokowi habis lantik kita kemarin sedang persiapkan ketemu karena banyak isu yang kita ingin bicarakan," katanya.

Sandi akan Bahas Reklamasi Teluk Jakarta saat Bertemu Jokowi
Foto udara pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (11/5). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

tirto.id -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta masyarakat bersabar terkait janjinya menghentikan reklamasi pantai Utara Jakarta. Ia mengatakan Pemprov sedang mencari waktu yang tepat dan melakukan kajian terkait kebijakan yang akan diambil untuk menghentikan proyek pulau buatan tersebut.

"Kita tahu tuntutan masyarakat, kita tahu tugas kita adalah menghentikan reklamasi. Kita cari sebuah prosesi yang betul-betul sudah ditunggu oleh masyarakat," ungkap Sandi kepada wartawan di Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Saya rasa kita sama-sama memiliki niat yang baik. Husnuzan saja, sebuah proses yang penuh keterbukaan dan berkeadilan harus kita hadirkan di Jakarta," tambahnya.

Sandi juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat, dirinya dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan akan memenuhi undangan Presiden Joko Widodo di Istana untuk membahas hal tersebut. Selain itu, akan dibahas pula beberapa masalah proyek pembangunan Jakarta yang bersinggungan dengan Pemerintah Pusat.

"Yang jelas Pak Jokowi habis lantik kita kemarin sedang persiapkan ketemu karena banyak isu yang kita ingin bicarakan," katanya.

Mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu juga mengaku telah bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Namun, dalam pertemuan tersebut, tak banyak yang ia sampaikan terkait niatnya menghentikan reklamasi 17 pulau di Jakarta.

"Saya tanya satu hal aja belum ada jawaban yang pasti, lapangan kerja berapa yang diciptakan di sana. Dan lapangan kerja model apa yang diciptakan, kajiannya belum ada," ujarnya.

Ia justru banyak mendengar tentang kondisi terbaru si Pulau reklamasi yang telah dilakukan pengembang. "Kami dengar mengenai updating terakhir, tapi yang kami ingin tekankan bahwa ini proses harus semua terbuka," imbuh Sandi.

Seperti diketahui, penghentian reklamasi Pantai Utara Jakarta merupakan salah satu dari 23 janji Anies-sandi saat kampanye pencalonan Gubernur-Wakil Gubernur dalam Pilkada Jakarta lalu. Mereka juga menjadi satu-satunya pasangan calon yang secara tegas sekaligus konsisten menolak proyek reklamasi dari awal masa kampanye.

Bahkan, dalam debat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017) malam, Anies Baswedan menegaskan akan menolak reklamasi. Hal tersebut dikatakan Anies saat merespons keluhan salah seorang nelayan yang diberi kesempatan bertanya dalam Debat Pilkada DKI Jakarta.

“Kami sudah tinggal di pantai turun-temurun. Apakah kehidupan kami nanti diakui atau tidak? Jika iya, apa kebijakan pemerintah DKI Jakarta untuk masa depan kami. Kami merasa, reklamasi lebih diperhatikan, tapi nasib kami diabaikan,” demikian keluhan sekaligus pertanyaan dari seorang warga yang berprofesi sebagai nelayan dalam acara debat.

Menjawab pernyataan sekaligus sebagai respons keluhan tersebut, Anies mengatakan bahwa ada 13 ribu nelayan di Jakarta yang harus diperhatikan nasibnya. Anies menyatakan pihaknya tegas menolak reklamasi Teluk Jakarta.

Menurut Anies, reklamasi akan memberikan dampak buruk, tidak hanya terhadap nasib nelayan, tapi juga pada lingkungan, termasuk potensi terjadinya banjir yang lebih parah jika reklamasi Teluk Jakarta tetap dilakukan. Anies juga berjanji akan menaikkan taraf kesejahteraan nelayan di Teluk Jakarta.

Namun, dibandingkan Sandi, setelah tiga hari menjabat Gubernur Anies cenderung tutup mulut soal janji tersebut. Ketika ditanya soal penghentian proyek pulau buatan itu, ia menjawab singkat, "nanti kita aman bicarakan (soal) reklamasi."

Baca juga artikel terkait ANIES-SANDIAGA atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Maya Saputri