Ruangguru Bakar Uang di Tengah Pandemi. Bagaimana Bisa?

CEO Ruangguru Belva Devara. (ANTARA News/HO Ruangguru)
Oleh: Felix Nathaniel - 28 Juli 2020
Dibaca Normal 3 menit
Di tengah pandemi, Ruangguru menggelontorkan uang miliaran untuk iklan blocking time di 9 stasiun televisi secara serentak.
Aku gagal masuk Universitas Gadjah Mada. Kamu gagal masuk Universitas Indonesia. Aku enggak dapat pilihan pertama di Universitas Padjajaran. Kamu harus bayar mahal untuk bisa masuk Universitas Sumatra Utara. Semua cerita itu tidak akan ada jika aku dan kamu tahu: Ruangguru adalah jawaban.

Sulit sekali mencari cerita kegagalan Ruangguru. Tapi untuk apa pula mencari cerita itu? Yang kamu butuhkan dari penyedia layanan belajar ini adalah cerita kesuksesan. Di manapun kamu mencari informasi tentang Ruangguru, baik YouTube, Twitter, Facebook, atau bahkan appstore, yang akan kamu temukan kira-kira kalimat begini:

“Terima kasih Ruangguru. Dulu nilai MTK ku 40, sekarang nilaiku 100, bahkan aku jadi ranking 1 di kelas.”

Bagi sebagian orang, Ruangguru adalah mesin sulap.

Beranggotakan 300 ribu guru, Ruangguru terdaftar resmi dengan nama PT Ruang Raya Indonesia dan didirikan oleh Adamas Belva Syah Devara dan Iman Usman. Pengguna aplikasi dan paket pengajaran Ruangguru diperkirakan mencapai 15 atau 17 juta orang.

Kedua nama itu lantas masuk ke dalam majalah Forbes di edisi pengusaha paling berpengaruh di bawah usia 30 tahun daerah Asia tahun 2017. Kendati Ruangguru baru berdiri di 2014, Belva dan Iman berhasil menarik perhatian dunia, atau setidaknya Asia, hanya dalam waktu 3 tahun.

Dua tahun berikutnya, Ruangguru membuat perayaan ulang tahun besar-besaran. Acara itu ditayangkan serentak di 10 saluran televisi nasional pada pukul 19.00. Kala itu kritik dari masyarakat sebenarnya sudah menguar. Mereka tidak suka karena Ruangguru terkesan membatasi tayangan masyarakat dengan uang yang tentunya tidak sedikit.

Namun siapa sangka, Ruangguru justru menarik perhatian investor. Salah satunya adalah CGV Capital yang memberikan bantuan dana Seri C sebesar Rp2,1 triliun. Uang itu digunakan untuk mengembangkan program Ruangguru di Indonesia dan Vietnam.

Dengan rekam kesuksesan tersebut, tidak heran Ruangguru mengulang promosi serupa di tahun 2020.

Ratusan Miliar Untuk Monopoli Tayangan?

Harga blocking time di televisi nasional beragam, apalagi untuk prime time, waktu di mana siaran televisi kemungkinan menuai jumlah penonton paling banyak dalam satu hari. Prime time di Indonesia biasanya adalah malam hari setelah salat magrib. Hal ini bisa terbilang wajar karena angkatan kerja kemungkinan besar tidak menonton televisi saat jam kerja (08.00-17.00).

Ruangguru menayangkan programnya tidak hanya di satu televisi nasional, tapi ada sembilan. Angka ini turun satu dari tahun sebelumnya, namun bukan berarti biayanya sedikit. Tayangan Ruangguru mulai dari 18.30 sampai 20.30. Jika dirinci, Ruangguru menayangkan acara selama dua jam atau 120 menit atau setidaknya 7.200 detik.

Masing-masing stasiun televisi punya biaya yang beragam, tergantung kondisi perusahaan, jumlah sharing dan rating setiap stasiun televisi, agensi iklan, dan pemotongan biaya promo. Global TV, misalnya, mematok harga Rp60 juta per 30 detik dan masuk ke dalam paket Platinum dan merupakan paket tertinggi yang disediakan stasiun televisi tersebut. MNC TV mematok harga Rp90 juta/30 detik dengan paket Gold. RCTI lebih mahal lagi dengan harga Rp110 juta/30 detik.

Sedangkan stasiun televisi SCTV punya harga Rp120 juta/30 detik dan Indosiar sebesar Rp110 juta/30 detik. ANTV tidak begitu besar biayanya dibanding televisi lain, yakni sekitar Rp95 juta/30 detik. Sedangkan stasiun TV lain punya perkiraan harga Rp50 juta untuk di prime time. Dan perlu dicatat, Ruangguru menggeser program sinetron untuk penayangan programnya. Bukan tidak mungkin biaya yang dikeluarkan lebih dari yang seharusnya.

Jika dirata-rata setiap stasiun yang memuat penayangan hari ulang tahun Ruangguru adalah Rp80 juta/30 detik, maka Ruangguru minimal harus merogoh sakunya dan mengeluarkan sekitar Rp172,8 miliar. Ini belum termasuk untuk membayar biaya pengisi acara.

Ketika didirikan pada 2014, modal awal Ruangguru yang didaftarkan ke Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham adalah Rp2 triliun. Nilai itu terbagi atas 20 juta unit saham dengan harga Rp100.000 per saham. Jumlah modal yang disetor dan ditempatkan penuh saat itu mencapai Rp649,44 miliar dengan total saham 6.494.409 lembar. Mayoritas saham itu dimiliki Ruangguru Pte Ltd. yang beralamat di Singapura.

Seiring perkembangan Ruangguru hingga sekarang, setidaknya ada pendanaan dari 8 perusahaan kepada Ruangguru. Salah satu yang paling besar adalah East Ventures. Pendiri sekaligus managing partner perusahaan investasi itu, Willson Cuaca, turut menjadi bagian dari Ruangguru sebagai Komisaris Utama. East Ventures adalah salah satu perusahaan penananaman modal paling aktif di dunia. Setidaknya, ada 150 perusahaan start-up yang mendapat suntikan dana dari East Ventures.

Catatan modal Ruangguru yang bisa diakses publik menunjukkan Ruangguru mendapat pendanaan sebanyak US$150,1 atau setara dengan Rp2,1 triliun. Jumlah ini sebenarnya hanya dari pendanaan CGV Capital akhir 2019 lalu. Banyak suntikan dana kepada Ruangguru yang tidak bisa diakses secara terbuka.

Uang sejumlah itu tentunya lebih dari cukup untuk membiayai iklan yang sangat mungkin lebih dari Rp100 miliar. Dan tentunya, Ruangguru mempunyai kesempatan besar mendapat konsumen baru kala banyak sekolah yang melakukan aktivitas belajar-mengajar secara daring selama pandemi COVID-19. Sebagai platform penyedia pembelajaran digital, ini saat yang tepat bagi Ruangguru mengembangkan jaringnya.


Bakar Uang di Tengah Pandemi

Ruangguru mendapat rejeki nomplok di kala pemerintah sibuk mencari solusi bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Ruangguru diberi kesempatan oleh pemerintah untuk memberi pelatihan di program Kartu Prakerja dengan program Skill Academy.

Prahara Ruangguru sebagai mitra tak lain karena posisi Belva ada dalam jajaran staf khusus Presiden Joko Widodo. Penunjukan Ruangguru sebagai mitra tidak melalui proses tender lebih dahulu dari pemerintah. Dugaan penunjukan Ruangguru sebagai pengampu materi dalam program Kartu Prakerja sarat dengan konflik kepentingan kemudian menguat.

Belva kemudian memutuskan undur diri dari jabatan stafsus presiden, namun polemik Ruangguru dan Kartu Prakerja tidak langsung mereda. Mundurnya Belva tidak menghentikan Ruangguru sebagai mitra Kartu Prakerja.

Ruangguru menampik jika mereka diuntungkan atau mendapat dana dari pemerintah hingga triliunan rupiah karena menjadi mitra Prakerja. Konsep keuntungan mitra Prakerja memang tidak seperti itu. Pemerintah menggelontorkan dana Rp5,6 triliun kepada peserta Kartu Prakerja dengan total Rp3,5 juta setiap orang.

Uang itu bisa dipakai untuk mengikuti pelatihan yang ada di Kartu Prakerja. Jika peserta memilih Skill Academy, barulah Ruangguru mendapatkan uang. Jika Ruangguru tidak mendapat keuntungan, itu bisa jadi klaim belaka.

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan, sampai 11 Mei 2020 saja, sudah ada 360.659 peserta yang menggunakan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta ke delapan mitra Kartu Prakerja. Total biaya yang peserta telah keluarkan mencapai Rp195,2 miliar.

Delapan digital platform tersebut meliputi Tokopedia, Skill Academy by Ruangguru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Sisnaker. Ruky tidak mau merinci secara detail siapa yang menerima biaya pelatihan paling besar dari peserta. Namun, jika dibagi rata, setiap platform mendapatkan sekitar Rp24,4 miliar. Ruky juga mencatat ada empat yang paling diminati, salah satunya adalah Ruangguru. Tentu kemungkinan besar, Ruangguru mendapat dana yang lebih banyak dari peserta.

Baca juga artikel terkait RUANGGURU atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Ivan Aulia Ahsan
DarkLight