Menuju konten utama

Respons JIExpo soal Pelaku UMKM Banyak Kehilangan Barang

Marketing Director JIExpo, Ralph Scheunemann menjelaskan, keamanan masing-masing merupakan tanggung jawab stand peserta UMKM.

Respons JIExpo soal Pelaku UMKM Banyak Kehilangan Barang
Sejumlah warga mengunjungi arena Jakarta Fair 2019 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/5/2019). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.

tirto.id - Para pelaku UMKM di Paviliun daerah Jakarta Fair Kemayoran 2023 mengeluh lantaran dagangannya dicuri oleh pengunjung selama pameran. Terkait hal itu, Marketing Director Jakarta International Expo (JIExpo), Ralph Scheunemann menuturkan, keamanan masing-masing stand merupakan tanggung jawab peserta.

"Gini loh, tercuri kalau mereka jual kerupuk, hal-hal kecil, kita kan enggak bisa. Itu tugas tanggung jawab untuk setiap stand juga untuk menjaga," kata Ralph di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2023).

Dia menuturkan, pihaknya sudah melakukan pencegahan dengan menyiapkan cctv di sejumlah sektor. Dia mengklaim jika terjadi pencurian, pasti akan terlihat.

"Kalau untuk menjaga di stand masing-masing kan itu tugas dan tanggung jawab daripada itu [Pedagang] dong. You ke Tanah Abang, sopo do wae gitu loh," ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah pelaku UMKM di paviliun daerah JFK 2023 mengaku banyak dagangan mereka dicuri oleh pengunjung. Salah satu pedagang fesyen dan kuliner di paviliun Provinsi Banten, Oktavianti yang mengaku selama 11 hari mengikuti pameran, setidaknya sudah ada sembilan set mukena yang hilang dari gerai.

"Teman-teman di stan lain, juga cerita pada kehilangan. Saya pribadi selama pameran di sini, sudah sembilan mukena hilang dari gantungan karena penuh pengunjung. Jadi, sulit terpantau," kata Oktavianti dilansir Antara, Minggu (16/7/2023).

Adapun harga mukena tersebut bervariasi, yakni dari harga Rp200-300 ribu hingga Rp695 ribu untuk mukena bahan silk premium. Ia mengungkapkan bahwa selain mukena, kudapan dan makanan yang dijajakan di bagian depan gerai juga sering hilang.

Menurut dia, selain karena kurangnya petugas keamanan yang berkeliling di bagian paviliun provinsi, juga terbatasnya area kamera pengawas CCTV.

Untuk diketahui, tahun ini, Jakarta Fair mengusung tema “Bersatulah Indonesia Mendukung Perdagangan Dalam Negeri dan Ekspor ke Pasar Dunia”. Dengan tajuk tersebut, Jakarta Fair akan menonjolkan produk unggulan dari berbagai macam sektor industri mulai dari otomotif, teknologi informasi, kuliner, kerajinan tangan, kosmetik, olahraga dan masih banyak lainnya.

Jakarta Fair 2023 menggelar konser “Jakarta Fair Music Concert” selama 33 hari penuh dengan menampilkan musisi dan grup band kenamaan Tanah Air. Yang tak kalah menarik, Jakarta Fair juga akan menghadirkan hiburan atraktif lainnya seperti wahana permainan anak, parade karnaval, kontes pemilihan Miss Jakarta Fair dan pesta kembang api spektakuler.

Selain hiburan atraktif, pengunjung juga dapat menikmati kuliner Nusantara yang tersebar di seluruh area JIEXPO Kemayoran. Acara PRJ pertama kali digelar sejak 50 tahun yang lalu, tepatnya pada 1968 yang bertempat Lapangan Ikada. Tak lama kemudian PRJ berubah nama menjadi Jakarta Fair. Ide pembentukan PRJ dicetuskan oleh Haji Syamsudin Mangan, yang kala itu menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Pada tahun 1976, Haji Mangan mengusulkan pada Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin untuk membuat pameran besar yang menghadirkan produk dalam negeri. Dari tahun ke tahun, Jakarta Fair Kemayoran (JFK) terus berubah mengikuti perkembangan zamannya. Jakarta Fair sempat vakum selama dua tahun saat terjadi pandemi COVID-19.

Baca juga artikel terkait JIEXPO atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Intan Umbari Prihatin