STOP PRESS! Hasil Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal Jatuh Pada Hari Minggu

Rektor Baru UGM Ingin Kerek Ranking Kampusnya di Level Dunia

Rektor Baru UGM Ingin Kerek Ranking Kampusnya di Level Dunia
Prof. Panut Mulyono. FOTO/ugm.ac.id
Reporter: Addi M Idhom
17 April, 2017 dibaca normal 2 menit
Guru Besar Fakultas Teknik, Panut Mulyono terpilih sebagai rektor baru UGM. Panut bertekad mengerek ranking kampusnya di level internasional.
tirto.id - Guru Besar Fakultas Teknik UGM, Panut Mulyono terpilih menjabat Rektor baru Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam Rapat Pleno Majelis Wali Amanat kampus ini pada Senin (17/4/2017).

Rapat yang berlangsung di Balai Senat UGM itu berlangsung selama empat jam sebelum akhirnya menetapkan Panut menggantikan rektor lama, Dwikorita Karnawati. Panut akan menahkodai UGM untuk masa jabatan sampai lima tahun kedepan atau periode 2017-2022.

Seusai kemunculan keputusan resmi pemilihan dia sebagai rektor baru UGM, Panut menyatakan berkomitmen melakukan pebenahan di internal kampusnya serta melanjutkan program yang telah dirintis pendahulu dia.

Dia mencontohkan, sejumlah program pendahulunya, yang akan dilanjutkan antara lain menyangkut hilirisasi hasil riset yang diharapkan mampu menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu para dosen juga akan didorong lebih produktif lagi melakulan riset sekaligus menerbitkannya di jurnal-jurnal internasional.

"Kalau sekarang UGM masuk peringkat 500 besar kampus dunia, target kami bisa lebih baik dari 500 besar itu," kata Panut seperti dilansir Antara.

Panut merupakan lulusan program master dan doktor bidang teknik kimia dari Tokyo Intitute of Technology Jepang. Jabatan terakhir dia sebelum terpilih sebagai rektor ialah Dekan Fakultas Teknik UGM untuk periode kedua kalinya. Panut selama ini memiliki banyak karya riset mengenai pengolahan limbah industri. 

Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) UGM dan Ketua Panja Seleksi dan Pemilihan Rektor UGM, Profesor Indarto mengatakan Panut akan resmi dilantik sebagai rektor pada Mei 2017 mendatang.

Ia mejelaskan Panut terpilih sebagai rektor setelah berturut-turut mengungguli dua pesaingnya dalam perolehan suara dari pemungutan yang berlangsung dua putaran. Di putaran akhir pemilihan, Panut bersaing dengan Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ali Agus dan Dekan Fisipol UGM, Erwan Agus Purwanto.

Hasil penghitungan pemungutan suara putaran pertama di Rapat Pleno MWA UGM, Panut memperoleh 11 suara, Ali tujuh suara dan Erwan juga tujuh suara. Selanjutnya dilakukan penentuan peserta putaran akhir pemilihan untuk dua calon yang memperoleh suara sama dan hasilnya Ali memperoleh 13 suara sementara Erwan 12 suara.

Setelah dilakukan pemilihan tahap akhir, antara Panut dan Ali, Ketua MWA UGM, yang juga Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, mengumumkan Panut unggul dengan 15 suara dan Ali cuma 10 suara.

“Kita telah mengikuti proses dengan baik dan mengakhiri pleno siang ini dengan hasil akhir Prof. Panut Mulyono dengan 15 suara dan Prof Ali Agus dengan 10 suara. Dengan ini yang ditetapkan oleh Majelis Wali Amanat sebagai Rektor UGM peroide 2017-2022 adalah Prof. Panut Mulyono,” ujar Pratikno selaku ketua sidang saat mengakhiri putaran terakhir pemilihan tersebut.

Jumlah total suara para anggota MWA UGM yang hadir di acara itu adalah 25 suara. Perinciannya adalah suara anggota MWA non-Rektor dan non-Menristekdikti berjumlah 17 suara. Sedangkan Menristek Dikti berhak atas sembilan suara.

Hal ini sesuai dengan PP No. 67 tahun 2013 pasal 27 (8) tentang penetapan UGM sebagai Badan Hukum Milik Negara yang berbunyi Anggota MWA mempunyai hak suara yang sama kecuali dalam Pemilihan Rektor. Dalam pemilihan Rektor anggota dari unsur Menteri memiliki 35 persen dari semua hak suara.

Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang juga mantan Rektor UGM, Sofian Effendi, yang hadir dalam pemilihan itu, menyatakan proses pemilihan telah berlangsung fair dan tanpa gejolak berarti.  

"Ketentuan 35 persen suara untuk menteri menurut saya sudah sangat fair," kata dia.

Sofian berharap model pemilihan rektor yang telah berlangsung di UGM dapat menjadi standar di PTN lainnya.

"UGM telah berhasil memilih rektor dengan semangat persaudaraan dan tanpa ribut-ribut," kata dia.

Baca juga artikel terkait UGM atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - add/add)

Keyword