Rekayasa Sistem 2-1 di Jalur Puncak akan Diuji Coba Lagi 7 Desember

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 4 Desember 2019
Dibaca Normal 1 menit
Uji coba sistem 2-1 bertujuan mencari alternatif jangka pendek penataan lalu-lintas di Jalur Puncak guna memberi ruang aksesibilitas dua arah.
tirto.id - Uji coba sistem 2-1 di Jalur Puncak untuk kedua kalinya akan dilakukan pada Sabtu 7 Desember 2019. Uji coba tetap dijalankan meski tidak akan sepenuhnya mengurangi kemacetan di Jalur Puncak.

Keputusan untuk melakukan uji coba kedua ini telah melalui proses pembahasan oleh para stakeholder terkait pada rapat yang dilaksanakan tanggal 31 Oktober 2019 di Kantor Bupati Bogor dan rapat terakhir pada Senin 2 Desember 2019 di Kantor Polres Bogor.

Uji coba sistem 2-1 di jalur puncak pertama kali dilakukan pada Minggu 27 Oktober 2019 lalu.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Budi Rahardjo menjelaskan tujuan dari uji coba sistem 2-1 adalah mencari alternatif jangka pendek penataan lalu-lintas di Jalur Puncak guna memberi ruang aksesibilitas dua arah bagi masyarakat setempat setiap akhir pekan pada musim liburan.

"Munculnya gagasan uji coba sistem 2-1 sendiri merupakan bentuk keputusan yang mengakomodasi usulan dan kepentingan masyarakat di sekitar Puncak yang sudah cukup lama terganggu mobilitasnya karena penerapan sistem buka tutup," jelas dia dalam keterangannya, Rabu (4/12/2019).

Ia mengatakan, berbeda dengan uji coba tahap pertama, uji coba kedua akan diawali dengan sistem satu arah (one way) dari Simpang Gadog menuju arah Puncak mulai pukul 07.00 s.d 12.00 WIB.

Selanjutnya akan diberlakukan sistem rekayasa lalu lintas 2-1 pada pukul 12.00 s.d. 16.00 WIB. Dua lajur diperuntukkan bagi kendaraan yang akan turun dari Taman Safari Indonesia menuju Simpang Gadog dan satu lajur akan diperuntukkan bagi kendaraan yang naik dari Simpang Gadog menuju Taman Safari Indonesia.

Selanjutnya, mulai pukul 16.00 WIB, pengaturan lalu lintas kembali normal menjadi dua lajur untuk dua arah. Meski jam operasional sistem 2-1 telah ditetapkan, akan tetapi jika kondisi di lapangan memerlukan tindakan insidental maka dapat diberlakukan diskresi kepolisian.

"Perbedaan lain pada uji coba Sistem 2-1 tahap kedua ialah penempatan traffic cone sebagai pemisah lajur. Jika pada uji coba tahap pertama pemisahan tiga lajur dilakukan dengan menempatkan dua baris traffic cone, maka pada uji coba tahap kedua pemisahan lajur hanya dilakukan dengan menempatkan satu baris traffic cone. Hal ini dilakukan untuk dapat lebih memaksimalkan kapasitas jalan," tandas dia.

Kemacetan parah memang kerap kali terjadi di Jalur Puncak, terutama pada akhir pekan dan libur panjang. Para pengunjung bisa terjebak macet berjam-jam hanya untuk melewati jalur yang semestinya bisa dilalui dalam setengah hingga satu jam. Penyebab utamanya adalah padatnya pengendara kendaraan, yang tak lagi tertampung oleh Jalur Puncak.


Baca juga artikel terkait PUNCAK atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight