Rekam Jejak Cedera Harry Kane dan Untung Ruginya Bagi Tottenham

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 13 April 2019
Dibaca Normal 2 menit
Secara matematis, cedera Kane membuat rasio kemenangan Spurs di EPL musim ini naik. Namun di sisi lain, Spurs juga sering tersingkir.
tirto.id - Meski menang 1-0 dalam leg pertama perempat final Liga Champions kontra Manchester City, Rabu (10/4/2019) dini hari, Tottenham Hotspur mendapat pukulan telak. Penyerang andalan mereka, Harry Kane, mengalami cedera parah.

Kane ditarik dari lapangan setelah berbenturan dengan penggawa Manchester City, Fabian Delph. Kane mengalami masalah pada ligamen lateral kaki kirinya.

Pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, mengaku khawatir dengan situasi ini meski sebetulnya petinggi klub tak membebaninya dengan target trofi tahun ini.

"Saya khawatir dia [Kane] akan melewatkan sisa musim ini. Itu adalah hal yang menyedihkan, mengecewakan, dan kabar yang buruk. Kami masih khawatir. Kami berharap itu bukan masalah besar," kata Pochettino saat konferensi pers.

Lantas bagaimana masa depan Spurs tanpa ketidakhadiran Kane?

Tren Bagus di EPL


Cedera Kane disinyalir cuma kambuhan. Dari pengalaman yang lalu bisa diketahui apa yang terjadi terhadap tim ketika Kane cedera.

Faktanya: selama Kane absen tren kemenangan Spurs malah meningkat di Liga Inggris (EPL).

Beberapa bulan lalu, Kane juga sempat mengalami cedera serupa dan absen selama enam pekan. Pemakai dengan nomor punggung 10 itu melewatkan tujuh pertandingan selama pemulihan. Dalam total tujuh pertandingan tanpa Kane, lima di antaranya dimenangkan oleh Spurs. Kelima pertandingan itu, entah kebetulan atau tidak, seluruhnya merupakan rangkaian partai EPL.

Maka jika ditotal, rasio kemenangan Spurs di EPL selama Kane cedera musim ini adalah 100 persen.

Angka itu jelas di atas rata-rata. Soalnya, menurut data transfermarkt sejauh berjalannya musim ini, di EPL rasio kemenangan Spurs cuma 65,5 persen.


Apakah data itu cuma kebetulan?

Tentu tidak. Soalnya, tren serupa juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Pada musim 2016-2017 misal. Kane sempat mengalami cedera tak kalah parah saat Spurs melawan Sunderland di White Hart Lane, 18 September 2016.

Akibat cedera itu Kane absen dalam 10 pertandingan berikutnya, enam di antaranya juga lanjutan EPL. Hasilnya Spurs dua kali menang, tiga kali imbang, dan sekali kalah.

Kemudian pada 10 Maret 2017 di musim yang sama, cedera Kane lagi-lagi kambuh dan dia absen di tiga pertandingan EPL. Seluruh pertandingan ini berakhir dengan kemenangan.

Artinya, jika ditotal, selama Kane cedera pada musim 2016-2017, Tottenham memainkan sembilan pertandingan EPL dengan rapor lima kemenangan, tiga kali imbang, dan dua kekalahan. Rasio kemenangan Tottenham ketika Kane cedera saat itu adalah 66,6 persen.

Angka ini lagi-lagi berada di atas rata-rata Spurs. Soalnya pada musim yang sama, menurut data transfermarkt, rasio kemenangan Spurs di EPL cuma 64 persen.

Menjadikan Son Efektif


Tidak cuma peningkatan rasio kemenangan di EPL, mengacu pada rekam jejak yang ada, absennya Kane acap kali membuat penyerang Tottenham lain mengalami peningkatan performa. Yang paling baru terjadi dalam penampilan Son Heung-Min saat melawan Manchester City kemarin.

Memulai pertandingan sebagai winger kiri, Son sebetulnya sempat kesulitan menembus pertahanan lawan. Kemudian tibalah peristiwa cedera Kane yang membuat gelandang Tottenham, Dele Alli, terpaksa harus dipasang sebagai false-nine.


Langkah ini mau tak mau membuat pelatih Pochettino mendorong Christian Eriksen ke depan, memasukkan Lucas Moura sebagai winger kiri, dan imbasnya: Son Heung-min ditransformasikan jadi winger kanan.

Di posisi baru Son ternyata mampu tampil lebih brilian. Seolah membuktikan jika Spurs 'baik-baik saja' tanpa Kane, dia akhirnya sukses mencetak gol tunggal yang menentukan kemenangan Tottenham di pertandingan itu.

Saat Kane absen enam pekan awal 2019 lalu, Son juga menjelma jadi mesin gol dengan mengemas empat gol dari tujuh pertandingan dalam berbagai kompetisi.

Tidak cuma di atas lapangan, cedera Kane juga membuat media-media di Eropa belakangan lebih memperhitungkan keberadaan Son. TalkSport pada Jumat (11/4/2019) kemarin bahkan langsung membuat rekapitulasi statistik yang mengkomparasikan performa Spurs tanpa Son dan Spurs tanpa Kane.

Sebagaimana rekapitulasi di awal artikel ini, rasio kemenangan Spurs tanpa Kane di EPL musim ini adalah 100 persen. Di sisi lain, setiap Son Heung-min absen dalam pertandingan Spurs, rasio kemenangan klub berjuluk The Lilywhites itu menurun drastis jadi 50 persen.

Spurs delapan kali tidak bisa mengandalkan Son Heung-min dan hasilnya adalah empat kemenangan serta empat kekalahan.

Kelam di Kompetisi Lain


Meski statistik menunjukkan ketidakhadiran Kane membuat Spurs justru lebih banyak menang, namun bukan berarti tim bisa berleha-leha. Terlepas dari rasio kemenangan yang meningkat, statistik juga menunjukkan kalau selama Kane cedera, Spurs pasti tersingkir dari kompetisi selain EPL.


Ambillah contoh saat Kane cedera pada Januari-Maret 2019 kemarin, yang membuat Spurs tidak bisa mengandalkannya dalam pertandingan Carabao Cup dan Piala FA.

Di ajang Carabao Cup, tanpa Kane, pada 25 Januari lalu Spurs kalah adu penalti 4-2 dari Chelsea. Hasil itu membuat The Lilywhites angkat koper lebih cepat dari kompetisi ketiga Inggris tersebut.

Kemudian, sepekan kemudian, saat menghadapi Crystal Palace di Piala FA, Spurs juga menelan kekalahan dua gol tanpa balas. Hasil itu lagi-lagi membuat skuat asal London itu tersingkir dari kompetisi domestik selain EPL.

Catatan itu patut jadi pertimbangan bagi Pochettino yang tengah pekan depan akan memimpin skuatnya bertandang ke markas Manchester City dalam leg kedua perempat final Liga Champions.

Jika pada akhirnya Spurs gagal mempertahankan keunggulan agregat 1-0 mereka, barangkali kutukan itu benar: Spurs selalu tersingkir dari kompetisi selain EPL tiap kali Harry Kane cedera.

Baca juga artikel terkait LIGA CHAMPIONS atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Rio Apinino
DarkLight