Rantai Makanan Laut dan Contohnya

Oleh: Ega Krisnawati - 15 Oktober 2021
Dibaca Normal 2 menit
Berikut adalah penjelasan soal rantai makanan laut beserta contohnya.
tirto.id - Ekosistem perairan dibagi menjadi dua macam, salah satunya ialah ekosistem laut yang juga disebut sebagai jenis ekosistem alamiah. Ekosistem alamiah adalah ekosistem yang tercipta tanpa campur tangan manusia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ekosistem adalah keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi dalam alam.

Selain itu, masih menurut KBBI, ekosistem bisa juga berarti komunitas organik yang terdiri atas tumbuhan dan hewan, bersama habitatnya, keadaan khusus tempat komunitas suatu organisme hidup dan komponen organisme tidak hidup dari suatu lingkungan yang saling berinteraksi.

Namun demikian, seperti dilansir Modul Tema 8 Lingkungan Hidup Kita, ekosistem sendiri adalah suatu proses yang terbentuk akibat adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya.


Rantai makanan laut

Ciri-ciri rantai makanan laut, yaitu:

  • Memiliki kadar mineral yang tinggi, ion terbanyak ialah Cl (55 persen), tapi kadar garam di laut bervariasi, ada yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang rendah (di laut beriklim dingin);
  • Ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

Dikutip dari Modul Biologi Kelas X. KD 3.10, adapun beberapa zona yang membagi rantai makanan laut, seperti:

1. Zona intertidal

Zona intertidal ialah area pasang surut air laut di sepanjang garis pantai. Zona intertidal ini bisa berupa pantai berpasir, berbatu atau berlumpur.

Organisme yang hidup di zona intertidal ini di antaranya, rumput laut, abalon, anemon, kepiting, ganggang hijau, teripang, dan bintang laut.

2. Zona neritik

Zona neritik berada di antara zona intertidal dan zona pelagik. Kedalaman rata-rata zona laut dangkal ini adalah sekitar 200 m.

Kendati begitu, tidak jarang di wilayah tropis zona neritik dihuni oleh terumbu karang. Hal ini disebabkan, terumbu karang menjadi rumah bagi ikan tropis dan ikan karang, contoh parrotfish, angelfish, buterflyfish.

Adapula organisme penghuni terumbu karang lainnya, seperti spons, cacing, udang-udangan, bulu babi, dan moluska.

3. Zona pelagik

Zona pelagik memiliki kedalaman sekitar 4 ribu m. Kemudian, 75 persen air laut berada di zona ini. Kendati begitu, zona pelagik disebut juga dengan zona yang paling tidak produktif, karena
kandungan nutrisinya begitu rendah.

Umumnya, organisme di zona ini bergantung pada sampah organik yang tenggelam di zona fotik. Contoh hewan yang hidup di zona ini adalah cumi-cumi raksasa.

Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut.

  • Litoral adalah daerah yang berbatasan dengan darat;
  • Neretik adalah daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahari hingga bagian dasar dalamnya ± 300 m;
  • Batial adalah daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m;
  • Abisal adalah daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1.500-10.000 m).
Berdasarkan wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut:

1. Epipelagik adalah daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200 m;
2. Mesopelagik adalah daerah di bawah epipelagik dengan kedalaman 200-1000 m;
3. Batiopelagik adalah daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m;
4. Abisal pelagik adalah daerah dengan kedalaman mencapai 4.000 m. Sinar matahari tidak mampu menembus daerah ini;
5. Hadal pelagik adalah bagian laut terdalam (dasar). Kedalamannya lebih dari 6.000 m.


Contoh rantai makanan laut

Berikut contoh rantai makanan laut, menurut Buku Ekosistem Tematik Terpadu Kurikulum 13. Di lautan, yang menjadi produsen adalah fitoplankton. Fitoplankton ialah sekumpulan tumbuhan hijau yang sangat kecil ukurannya dan melayang-layang dalam air.

Konsumen I ialah zooplankton (hewan pemakan fitoplankton), konsumen II adalah ikan-ikan kecil, konsumen III adalah ikan-ikan sedang, dan konsumen IV adalah ikan-ikan besar.


Baca juga artikel terkait RANTAI MAKANAN atau tulisan menarik lainnya Ega Krisnawati
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ega Krisnawati
Penulis: Ega Krisnawati
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight