Menuju konten utama
Pendidikan Agama Islam

Rangkuman Materi Kalimat Syahadat dan Esensi Bacaannya

Kalimat syahadat menjadi ikrar setiap muslim yang memiliki arti mendalam. Simak bacaan, esensi, dan makna dari dua kalimat syahadat.

Rangkuman Materi Kalimat Syahadat dan Esensi Bacaannya
Ilustrasi Al-Qur'an. Syahadat menjadi pijakan dasar bagi umat Islam agar amalan yang dilakukan diterima Allah subhanahu wa ta'ala. foto/Istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kalimat syahadat menjadi prinsip dasar yang membuat amalan hamba bisa menjadi sah dan diterima Allah subhanahu wa ta'ala. Alasannya, amalan akan diterima karena ada keikhlasan karena Allah, dan caranya mengikuti tuntunan (mutaba'ah) Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Ikhlas dan mutaba'ah menjadi realisasi dari dua kalimat syahadat. Ikhlas karena Allah adalah perwujudan dari syahadat tauhid. Adapun mengikuti tuntunan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam realisasi syahadat rasul.

Setiap muslim hendaknya memahami makna dua kalimat syahadat. Kalimat tersebut bahkan dapat mengantarkan setiap muslim ke dalam surga. Seperti apa bacaan kalimat syahadat dan artinya?

Bacaan Dua Kalimat Syahadat Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan kalimat syahadat lengkap dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya sebagai berikut:

اَشْهَدُاَنْالَااِلَهَ اِلَّااللَّهِ وَاَشْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًا رَسٌؤلُ اللَّهِ

Asyhadu allā ilāha illallāh. Wa asyhadu anna muhammadarrasūlūllah.

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah"

Esensi Membaca Kalimat Syahadat dan Waktu Membacanya

Syahadat terdiri dari dua yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul. Oleh karena itu, syahadat biasa juga disebut dua kalimat syahadat atau syahadatain.

Syahadat tauhid ada di kalimat "Asyhadu allā ilāha illallāh". Kalimat ini menyatakan orang yang mengucapkannya bersaksi dan mengakui bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.

Esensi dari syahadat tauhid adalah pengakuan dan kesaksian bahwa hanya Allah subhanahu wa ta'ala yang wajib disembah. Ia zat tunggal yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Menyekutukan atau menyembah selain Allah merupakan dosa besar dan pelakunya disebut musyrik atau orang yang melakukan kemusyrikan.

Syahadat ini menuntut setiap hamba untuk melaksanakan semua bentuk peribadatan ditujukan semata-mata bagi Allah. Berbagai bentuk penyekutuan atau menduakan Allah dalam niat harus ditinggalkan.

Syahadat rasul yaitu kalimat "Wa asyhadu anna muhammadarrasūlūllah". Kalimat ini sebagai persaksian seseorang yang mengakui bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah utusan Allah.

Esensi dari syahadat rasul adalah pengakuan dan kesaksian umat muslim bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam merupakan pembawa ajaran agama Islam, utusan Allah, pemimpin para nabi dan rasul, dan nabi terakhir. Beliau diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Beliau juga merupakan uswatun hasanah atau teladan yang baik bagi seluruh umat islam.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai utusan Allah, artinya beliau tidak boleh disejajarkan dengan Allah sebagai pencipta. Hal ini menutup peluang terhadap sikap berlebih-lebihan yang bisa saja membawa hamba untuk melanggar hak Allah, Contohnya menyampaikan doa dengan meminta pada Rasulullah ketimbang Allah subhanahu wa ta'ala.

Konsekuensi umat Islam memberikan persaksikan pada tauhid rasul yiatu setiap amalan yang dilakukan mengacu pada tuntunan beliau seperti tertuang pada petunjuk di hadis. Umat Islam tidak sah menjalankan amalan yang dianggap ibadah karena asumsi sendiri tanpa ada tuntunan dari dalil.

Syahadatain dibaca umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa waktu yang dilakukan dengan melibatkan kalimat syahadat di dalamnya seperti:

  • Kalimat syahadat dibaca setiap azan dan ikamah.
  • Kalimat syahadat dibaca setiap salat pada saat duduk tasyahud atau tahiyat.
  • Kalimat syahadat dibaca setiap sesudah wudu.
  • Kalimat syahadat diucapkan ketika seseorang non-Islam ingin memeluk agama Islam, syahadatain menjadi jalan baginya untuk menjadi resmi menjadi muslim.

Makna Dua Kalimat Syahadat

Makna kalimat "Asyhadu allā ilāha illallāh" memiliki makna bahwa tidak ada sesembahan yang paling berhak diibadahi secara benar kecuali Allah subhanahu wa ta'ala. Hal ini berarti turut menafikan segala bentuk sesembahan dan zat yang dianggap pencipta lainnya. Di dalamnya termasuk pula, seseorang hanya berdoa dan meniatkan tujuan ibadah hanya untuk Allah.

Makna "Wa asyhadu anna muhammadarrasūlūllah" yaitu mengakui Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam secara lahir batin bahwa beliau hamba Allah dan utusan-Nya yang diperintahkan untuk berdakwah untuk seluruh umat manusia. Persaksian ini juga memiliki konsekuensi bagi umat muslim untuk menaati perintah Rasulullah, membenarkan setiap ucapannya, menjauhi setiap yang dilarangnya, dan tidak melakukan penyembahan kepadanya.

Dalam memaknai tauhid rasul, umat Islam tidak boleh bertindak berlebih-lebihan ataupun meremehkan hak Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Beliau memang makhluk sempurna dalam hal sebagai hamba dan sekaligus utusan Allah.

Meski demikian, beliau tetaplah manusia biasa. Beliau menempatkan hak penyembahan hanya ditujukan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Adapun sebagai rasul, beliau diutus menjalankan misi dakwah dari Allah untuk menyampaikan kabar gembira dan pemberi peringatan.

Baca juga artikel terkait AGAMA ISLAM atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Edusains
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Dhita Koesno
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar