Rangkuman IPA: Contoh Hewan Metamorfosis Sempurna - Tidak Sempurna

Oleh: Syamsul Dwi Maarif - 16 September 2021
Dibaca Normal 2 menit
Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.
tirto.id - Metamorfosis adalah suatu proses siklus hidup pada hewan berupa adanya perkembangan biologis yang meliputi perubahan secara penampilan ataupun struktur, sejak terjadinya tahap kelahiran maupun penetasan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), metamorfosis artinya perubahan bentuk atau susunan, peralihan bentuk (misalnya dari ulat menjadi kupu-kupu). Metamorfosis dibagi menjadi dua jenis berdasarkan sifat-sifatnya, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Pengertian Metamorfosis Sempurna

Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Alam: Siklus Hidup dan Pelestarian Hewan dan Tumbuhan Langka oleh Noor Indrastuti (2018:10), pengertian metamorfosis sempurna adalah proses perubahan bentuk tubuh yang dialami oleh hewan ketika lahir hingga dewasa.

Hewan yang mengalami proses metamorfosis sempurna, akan melewati fase larva dan pupa (kepompong). Hal tersebut berbeda dengan tahapan metamorfosis tidak sempurna yang tidak menjalani fase-fase tersebut. Beberapa tahapan dalam metamorfosis sempurna yang umumnya dialami oleh serangga, yaitu tahapan telur-pupa (kepompong)-dewasa (imago).

Contoh Hewan yang mengalami Metamorfosis Sempurna



Beberapa contoh hewan lain yang mengalami metamorfosis secara sempurna seperti kupu-kupu, nyamuk, katak, dan lalat.

1. Kupu-kupu

Kupu-kupu akan mengalami beberapa tahapan metamorfosis sempurna yang meliputi telur, larva, kepompong, dan kupu-kupu. Sebagai hewan bertelur, kupu-kupu akan meletakkan telur yang sudah dibuahi di bawah daun.

Dalam waktu 3-5 hari kemudian, telur-telur tersebut akan berubah menjadi larva (ulat). Umumnya, ulat akan mengalami tahapan ganti kulit sebanyak 5-6 kali sampai sebelum menjadi kepompong.

Pada Fase kepompong, kupu-kupu akan menjalani waktu 7-20 hari tanpa adanya asupan makanan yang masuk. Setelah melewati tahap tersebut, kepompong akan berubah menjadi kupu-kupu.

2. Nyamuk

Nyamuk akan mengalami beberapa tahapan metamorfosis sempurna meliputi telur-larva (jentik), pupa (kepompong), dan dewasa. Sebagai hewan ovipar, nyamuk akan menempatkan telurnya di air, sehingga kemudian menetas menjadi larva.

Tahap berikutnya, larva akan mulai menjadi kepompong dalam waktu 1-2 hari. Pupa kemudian mulai berubah menjadi nyamuk dan dapat terbang dalam waktu yang cepat. Nyamuk hanya perlu waktu 3-10 untuk melewati siklus hidupnya dari telur menuju dewasa.

3. Katak

Katak akan mengalami beberapa tahapan metamorfosis sempurna meliputi telur-berudu (kecebong)-katak berekor-katak muda-katak dewasa. Sebagai hewan yang bertelur, katak akan menempatkan telur yang sudah dibuahi di air.

Telur-telur akan menetas menjadi berudu yang memiliki ekor, namun belum mempunyai kaki. Tahapan selanjutnya adalah ekor berudu akan memendek dan muncul kaki. Kecebong akan berubah menjadi katak muda yang masih memiliki ekor pendek. Dalam beberapa waktu, ekor pada katak muda menjadi hilang dan tumbuh menjadi katak dewasa.

4. Lalat

Lalat akan mengalami beberapa tahapan metamorfosis sempurna meliputi telur-larva(belatung)-pupa (kepompong)-imago (lalat dewasa). Sebagai hewan yang bertelur, lalat akan menempatkan telur yang sudah dibuahi pada tumpukan sampah atau makanan yang terbuka. Dalam waktu 12-24 jam, telur lalat akan menentas menjadi belatung (larva).

Setelah melewati 4-7 hari, larva akan berubah menjadi kepompong dengan bentuk lonjong dan berwarna cokelat tua. Ketika fase tersebut selesai, lalat akan muncul dari dalam kepompong.



Pengertian Metamorfosis Tidak Sempurna



Metamorfosis tidak sempurna atau tidak lengkap, merupakan proses perubahan bentuk pada hewan ketika lahir sampai dengan dewasa, namun tetap berada dalam wujud yang sama.

Hewan yang mengalami proses metamorfosis tidak sempurna, bentuknya akan menyerupai induknya ketika lahir sampai dewasa. Walaupun, terdapat bagian-bagian lain yang belum tumbuh dan terbentuk seperti sayap dan organ reproduksi.

Proses tahapan terjadinya metamorfosis tidak sempurnya, yaitu telur-nimfa-dewasa. Pada hewan-hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, biasanya tidak mengalami tahapan larva dan pupa (kepompong).

Beberapa Contoh Siklus Hidup Hewan dalam Metamorfosis tidak Sempurna



Beberapa contoh hewan yang mengalami metamorfosis secara tidak sempurna seperti kecoa dan belalang.

1. Kecoa

Kecoa akan mengalami beberapa tahapan metamorfisis tidak sempurna yang meliputi telur-nimfa (bayi kecoa)-dewasa. Kecoa dewasa akan menghasilkan telur dalam proses pembuahan. Telur-telur kemudian akan menetas menjadi nimfa. Dalam tahapan telur menjadi nimfa membutuhkan waktu sekitar 30-40 hari.

Nimfa memiliki bentuk yang sama seperti induknya, namun berukuran lebih kecil. Selain itu, belum mempunyai sayap dan organ reproduksi yang berfungsi. Tahapan setelah nimfa adalah kecoa muda. Dalam umur 5-6 bulan, kecoa muda akan berganti kulit sebanyak beberapa kali hingga menjadi kecoa dewasa.

2. Belalang

Belalang akan mengalami beberapa tahapan metamorfisis tidak sempurna yang meliputi fase telur-nimfa-imago (belalang dewasa). Sebagai hewan ovipar atau bertelur, belalang akan meletakkan telur yang sudah dibuahi di pasir maupun daun dalam bentuk polong telur.

Setiap polong, umumnya akan terdiri dari 10-300 telur. Bentuk telur belalang biasanya menyerupai butiran-butiran nasi. Setelah melewati tahap telur, belalang akan mencapai tahap nimfa, yaitu belalang muda. Dalam tahap ini, belalang mempunyai warna yang ringan dan mendapatkan makanan dengan mengonsumsi daun-daun lunak dan segar. Belalang muda belum memiliki sayap dan organ reproduksi.

Nimfa akan mengalami tahap ganti kulit sebanyak 5-6 kali, serta struktur tubuhnya akan menjadi dewasa. Selain itu, akan muncul sayap yang menyerupai induknya dan mulai aktifnya organ reproduksi. Proses sampai munculnya sayap dan menjadi belalang dewasa, akan memakan waktu 25-30 hari.


Baca juga artikel terkait METAMORFOSIS atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight