Indeks Pilpres As

Debat Pertama Hillary - Trump Gaet 84 Juta Penonton
Acara debat antara Hillary Clinton dan Donald Trump yang digelar Senin waktu AS berhasil mencetak rekor baru. Debat pertama capres AS itu mampu menggaet sebanyak 84 juta penonton, terbanyak sepanjang sejarah debat capres.

Sebelum Debat Dimulai
Calon presiden dari partai Republik Donald Trump berjabat tangan dengan calon presiden dari partai Demokrat Hillary Clinton di permulaan debat kepresidenan pertama mereka di Hofstra University di Hempstead, New York, Amerika Serikat
Mengenal Pneumonia yang Menggerogoti Hillary Clinton
Penyakit Pneumonia terkenal kejam dan bisa berakhir dengan kematian penderitanya. Penyakit ini menggerogoti calon presiden AS, Hillary Clinton. Pneumonia bisa dipicu karena bakteri, virus, hingga jamur. Pneumonia yang diderita Hillary karena bakteri. Apakah ini berbahaya dan mengancam karier politik Hillary?
Tak Seorang pun Tahu ke Mana Biji Donald Trump
Sekelompok seniman anarkis yang menamakan diri INDECLINED memamerkan patung telanjang Donald Trump tanpa biji pelir. Ini adalah bentuk protes mereka terhadap kemunculan Trump sebagai capres Amerika Serikat. INDECLINED tidak mau mengakui bahwa Trump seorang laki-laki. "Ia hanyalah anak kecil yang arogan dan dengan demikian, tidak berada di jalan testis."
Rapor Paman Sam di Mata Dunia
Selama ini Amerika Serikat dikenal dan diakui sebagai negara superpower dunia. Namun bagaimana sesungguhnya pandangan negara-negara lain atas titel megah tersebut, khususnya terkait kebijakan luar negeri AS?

Trump Kehilangan Satu Dukungan Dari Partai Republik
Trump adalah tokoh yang banyak menyusahkan elit-elit Partai Republik dengan usulan kebijakan yang kontroversial. Hanna menyebut Trump sebagai tokoh yang 'sangat tercela', 'tidak tahu malu' dan 'hanya mau mendengar diri sendiri'.

Politik Sebagai Lelucon Sehari-hari
Politik tak selalu serius. Politik pun bisa santai dan lucu. Simak acara "Makan Malam Wartawan Gedung Putih" yang diselenggarakan setiap tahun. Di sini, Presiden Barack Obama bisa membuat lelucon dengan santai terhadap lawan-lawan politiknya. Masyarakat pun tak lagi menilai politik Amerika dengan kekakuan.
Masuk tirto.id








