Menuju konten utama

Profil Negara Suriname: Letak, Agama, Etnis-Bahasa, Peta Wilayah

Suriname merupakan negara di kawasan Amerika Selatan. Simak profil negara Suriname, sejarah, agama penduduk, bahasa dan etnis Suriname di bawah ini.

Profil Negara Suriname: Letak, Agama, Etnis-Bahasa, Peta Wilayah
Kota Suriname. foto/IStockphoto

tirto.id - Suriname dikenal sebagai salah satu negara terkecil di Amerika Selatan. Negara yang terletak di pesisir utara Amerika Selatan ini memiliki populasi dengan etnis yang cukup beragam.

Laman Britannica menyebut bahwa Suriname pernah menjadi rumah bagi kelompok penduduk asli selama ribuan tahun, seperti Suku Arawak dan Karibia. Suku Surinen juga termasuk kelompok penghuni awal Suriname dan namanya diadaptasi menjadi nama negara tersebut.

Akan tetapi, memasuki abad ke-16, sekelompok bangsa Indian lain mengusir Surinen. Surinen kemungkinan juga bermigrasi ke bagian lain wilayah Guyana yang dulu meliputi Suriname, Guyana, dan Guyana Prancis.

Sejak Spanyol mengirim utusannya untuk mengunjungi Suriname pada 1500, wilayah tersebut mulai didekati bangsa Eropa. Namun, upaya untuk mendirikan pemukiman Eropa kerap gagal karena perlawanan bangsa Indian, termasuk di paruh pertama abad ke-17.

Baru pada 1651, orang Eropa mulai menduduki Suriname. Hal itu dilakukan oleh sekelompok pekebun Inggris dan budak-budak mereka. Armada Belanda kemudian merebut wilayah Suriname pada 1667.

Sebagai gantinya, Belanda menyerahkan New Amsterdam (kini kota New York, AS) untuk Inggris. Di masa penjajahan Belanda, Suriname dikenal sebagai koloni perkebunan untuk tanaman komoditas seperti gula, kopi, kakao, kapas, nila, dan kayu selama abad ke-18.

Isu mengenai kemerdekaan mulai berhembus selepas Perang Dunia II. Sejumlah partai politik dididirkan di Suriname dan diorganisir berdasarkan etnis. Penduduk keturunan dari Asia Selatan dan Indonesia tergabung dalam Partai Persatuan Reformasi (VHP).

Pada 1948, hak pilih universal mulai dilembagakan di Suriname. Otonomi untuk mengurus persoalan dalam negeri sendiri juga telah dimiliki Suriname pada 1954. Usai melalui proses politik, Suriname akhirnya merdeka sebagai negara pada tanggal 25 November 1975.

Etnis-Bahasa & Agama Suriname

Suriname memiliki penduduk sekitar 500.000 jiwa. Hampir sebagian besar penduduk terbagi ke dalam etnis Creole, India Timur, Jawa, dan Maroon. Keberadaan etnis-etnis ini di Suriname berasal dari proses penjajahan.

Masuknya bangsa Eropa ke Suriname membuat wilayah tersebut berkembang sebagai tempat multietnis dan multibahasa. Orang-orang Inggris yang mendirikan perkebunan pada 1651 mengimpor budak asal Karibia dan Afrika.

Para budak dipekerjakan secara paksa di perkebunan milik orang Inggris. Budak-budak ini lantas berkembang menjadi nenek moyang etnis Creole. Setelah perbudakan dihapus pada 1877, banyak etnis Creole tinggal di Paramaribo, ibu kota Suriname.

Penghapusan perbudakan memicu Belanda merekrut 34.000 pekerja perkebunan dari India Timur hingga tahun 1916. Hanya saja, Inggris yang menguasai wilayah India, kemudian melarang masyarat jajahan mereka diambil Belanda.

Belanda lantas mengalihkan fokus ke Jawa. Karena merupakan koloni sendiri, Belanda mengimpor 33.000 penduduk asal Jawa ke Suriname. Proses pengimporan buruh Jawa ini berlangsung sejak awal sampai pertengahan abad 20.

Sebanyak 8.400 pekerja Jawa di Suriname berhasil pulang seiring dengan habisnya kontrak mereka. Namun, tak sedikit pula yang memutuskan untuk menetap di Suriname dan membangun keluarga di sana.

Sementara itu, etnis Maroon berasal dari sejumlah budak yang ingin membebaskan ikatan perbudakan di kampung halaman mereka di Afrika. Jumlah etnis Maroon yang datang ke Suriname sekitar 7000 jiwa.

Dari segi bahasa, penduduk Suriname bertutur dengan bahasa etnis mereka sendiri. Etnis Creole akan menggunakan bahasa "Sranan", India Timur memakai bahasa India, Jawa dengan bahasa Jawa, dan Maroon memakai bahasa "Saramaka", "Matawai", hingga "Ndjujka".

Kondisi ini kemungkinan berlangsung hingga tahun 1945. Pasalnya, Belanda, selaku penjajah Suriname, tak menghendaki adanya persatuan. Belanda juga melakukan pemisahan tempat tinggal berdasar etnis di Suriname.

Bahasa Belanda lantas menjadi bahasa resmi di Suriname. Kendati begitu, tak semua penduduk Suriname fasih dengan bahasa tersebut. Tak ayal, mereka masih menggunakan bahasa etnis masing-masing sebagai bahasa utama.

Penduduk Suriname sebagian besar memeluk agama Kristen. Ada pula umat Katolik Roma dan Moravia di Suriname. Untuk penduduk keturunan Asia Selatan, mereka beragama Hindu.

Sementara itu, sepersepuluh dan seperlima penduduk Suriname beragama Islam. Mayoritas dari mereka adalah orang Jawa dan sebagian kecil merupakan orang Asia Selatan.

Terdapat pula penganut Konghucu di antara komunitas Tionghoa. Adapun agama dari Afrika dan India juga masih menjadi agama yang dianut penduduk Suriname secara luas.

Letak Geografis Negara Suriname

Sebagai negara yang berada di dalam kawasan Amerika Selatan, Suriname berbatasan dengan Samudra Atlantik di sebelah utara. Mereka juga bersebelahan dengan Guyana Prancis di timur, Brasil di selatan, dan Guyana di sisi barat.

Suriname sempat terlibat dalam sengketa wilayah dengan Guyana dan Guyana Prancis. Pertikaian dengan Guyana terjadi di Segitiga Sungai Baru, sebuah wilayah seluas 15.600 km persegi dan diapit dua anak sungai Courantyne di sisi selatan Guyana.

Selain itu, Suriname juga menyoal perbatasan mereka dengan Guyana di sepanjang sungai Courantyne. Suriname mengaku bahwa seluruh sungai Counrantyne termasuk wiayahnya. Sementara Guyana menganggap sungai tersebut sebagai batas antar kedua negara tersebut.

Kasus sengketa Suriname dan Guyana dibawa ke pengadilan internasional PBB pada 2007. Masalah selesai di forum tertinggi itu setelah Suriname diberi kedaulatan atas sepertiga wilayah Laut Karibia yang disengketakan.

Di sisi lain, sengketa Suriname dengan Guyana Prancis mencakup sebuah wilayah seluas 13.000 km persegi. Wilayah itu berada di antara sungai Itany dan Marouini di sudut barat daya Guyana Prancis.

Peta Wilayah Negara Suriname

Berikut adalah peta wilayah negara Suriname:

Peta Suriname

Peta Suriname. wikimedia commons/ Free/ Suriname Locator Map (ReliefWeb)

Baca juga artikel terkait SURINAME atau tulisan lainnya dari Ahmad Yasin

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Ahmad Yasin
Penulis: Ahmad Yasin
Editor: Yulaika Ramadhani