Menuju konten utama

Presiden Jokowi Ingin Naikkan Status BNN

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ingin menaikkan status Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi setingkat dengan menteri. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Luhut Pandjaitan.

Presiden Jokowi Ingin Naikkan Status BNN
Sejumlah tersangka tindak pidana narkotika dihadirkan dalam keterangan pers di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN). ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/kye/16.

tirto.id - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ingin menaikkan status Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi setingkat dengan menteri. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Luhut Pandjaitan.

Alasan Presiden Jokowi ingin meningkatkan status BNN salah satunya disebabkan karena narkoba sudah menjadi masalah yang harus ditangani dengan sangat serius. Oleh lantaran itu, Luhut Pandjaitan, mengatakan bahwa Presiden Jokowi akan segera melantik ulang Kepala BNN, Budi Waseso.

"Presiden sudah bertekad akan meningkatkan status organisasi BNN. Masalah narkoba ini begitu besarnya yang harus ditangani BNN," kata Luhut Pandjaitan di Balai Laboratorium Narkoba di Kantor Badan Narkotika Nasional, Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Pada kesempatan yang sama, Budi Waseso selaku Kepala BNN menyambut positif rencana Presiden Jokowi tersebut. Pasalnya, persoalan narkoba memang menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia saat ini. "BNN secara tugas sangat berat jika dibandingkan ancaman yang harus dihadapi,” paparnya.

“Penduduk Indonesia berjumlah 250 juta di mana 125 juta di antaranya adalah usia produktif yang harus diamankan dari narkotika, sedangkan personel BNN hanya 4.400 di seluruh Indonesia," keluh mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ini.

Masih minimnya fasilitas yang dimiliki BNN, tambah Budi Waseso, berpengaruh terhadap kinerja petugas dalam upaya memberantas narkoba di Indonesia. "Ini berdampak terhadap kecepatan kita mengungkap. Kondisi peralatan serta anggaran kami juga terbatas," tutur Budi Waseso.

Baca juga artikel terkait ANTI NARKOBA atau tulisan lainnya

Reporter: Iswara N Raditya