Presiden Joko Widodo menghadiri pelaksanaan KTT ASEAN ke-33 di Singapura yang tiba pada hari ini hingga Kamis (16/11/2018) nanti.

"Untuk hari ini akan ada empat program yang akan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, yang pertama adalah pembukaan KTT ASEAN, yang ke-2 adalah acara dengan ASEAN Business Advisory Council atau ABAC," kata Menlu Retno di Hotel Conrad, pada Selasa (12/11/2018).

Menurut Retno, agenda selanjutnya yakni menghadiri Jamuan Makan Malam Resmi ASEAN dan rapat pleno KTT ASEAN.

Menlu menambahkan sejumlah hal yang akan dibahas oleh Indonesia antara lain mengenai Kemitraan Ekonomi Komprehensif di Kawasan (RCEP) serta Indo-Pacific.

Selain itu pada hari kedua di Singapura, Presiden direncanakan melakukan belasan agenda yakni tujuh pertemuan terkait ASEAN, dan beberapa pertemuan bilateral.

"Sementara untuk hari ketiga, hari terakhir, akan ada sekitar enam program. Lima program terkait dengan ASEAN dan satu lagi adalah mengenai pertemuan bilateral," ujar Retno.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan menteri telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Jepang, RRT, Australia dan Korea Selatan yang menyampaikan dukungannya kepada Indonesia sebagai Ketua Tim Koordinator RCEP.

Presiden bersama Ibu Negara Iriana Jokowi tiba di Bandara Internasional Changi pada Selasa sekitar pukul 12.30 waktu setempat.

Kali ini, Singapura menjadi tuan rumah rangkaian konferensi baik KTT ASEAN Ke-33 dan konferensi lain yang dilaksanakan pada 11-15 November 2018.

Tidak hanya itu, beberapa kepala negara maupun kepala pemerintahan, dan perwakilan negara mitra ASEAN juga rencananya turut dalam perhelatan tersebut antara lain Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang, dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, serta Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence.

Rencananya, terdapat 12 pertemuan antara para pemimpin ASEAN maupun dengan negara-negara mitra ASEAN dalam rangkaian KTT ASEAN Ke-33.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menjelaskan Indonesia akan berfokus kepada sejumlah isu internasional dalam KTT ASEAN ke-33 ini. Isu-isu tersebut antara lain perihal Indo-Pacific dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif di Kawasan (RCEP).

"Pada saat di Singapura, memang sangat-sangat padat karena dalam waktu 2,5 hari akan ada sekitar 17-20 pertemuan," kata Retno usai rapat terbatas mengenai Persiapan Kunjungan Kerja Presiden ke KTT ASEAN di Singapura dan KTT APEC di Papua Nugini di Kantor Presiden, Jakarta pada Kamis (8/11/2018).

Presiden Joko Widodo yang akan hadir pada pertemuan itu juga berencana melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa negara sahabat.

Indonesia telah berkonsultasi intensif dengan negara-negara anggota ASEAN maupun negara mitra ASEAN mengenai Indo-Pacific.

Kerja sama konsep Indo-Pacific didasarkan kepada prinsip keterbukaan, transparan, dan inklusif dengan mempromosikan dialog dan kerja sama serta persahabatan dan menjunjung hukum internasional dalam menyelesaikan isu regional yang berkembang.

Sementara mengenai RCEP, Indonesia akan mengingatkan kembali mengenai pentingnya implementasi kerja sama bidang ekonomi itu.

"Akan ada KTT mengenai RCEP sendiri yang intinya nanti para 'leader' akan memberikan komitmen lebih agar negosiasi RCEP ini bisa lebih diselesaikan karena kalau 10 plus 6, 16 negara ini, akan menjadi suatu 'building block' perdagangan yang akan sangat besar," ujar Retno.

Tidak ketinggalan, menurut Retno, Indonesia juga akan menyinggung pembelaan kemerdekaan Palestina dalam pertemuan di ASEAN.

Selain itu, isu Rakhine State sebagai isu kawasan Asia Tenggara pun diperkirakan Retno juga diangkat pemerintah Indonesia.