Menuju konten utama

Prabowo Sindir Kebiasaan Pejabat Minta Tanda Tangan Sore Hari

Prabowo menginstruksikan jajaran kabinetnya untuk menertibkan birokrasi hingga ke tingkat bawah agar proses perizinan bagi pengusaha tidak berbelit-belit.

Prabowo Sindir Kebiasaan Pejabat Minta Tanda Tangan Sore Hari
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyoroti perilaku birokrat yang dianggap kerap mempersulit proses administrasi pemerintahan.

Dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Presiden Prabowo menyinggung kebiasaan birokrat yang sering menyodorkan dokumen untuk ditandatangani saat waktu kerja hampir berakhir dan pimpinan sudah kelelahan.

"Waspada kalau birokrat-birokrat itu, pengalamannya lama. Ciri khas birokrat, dia akan minta tanda tangan pada waktu 17.30 sore, kamu sudah capek, dia datang minta tanda tangan, benar? Benar," ujarnya.

Pernyataan Presiden tersebut sontak mengundang tawa anggota DPR, terutama ketika Prabowo menyinggung sejumlah tokoh Partai Golkar.

Ia berkelakar bahwa Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebagai pihak yang dinilainya paling berpengalaman dalam urusan tersebut.

"Ini banyak dari Golkar yang senyum, berarti pengalamannya banyak. Itu banyak mantan Ketum Golkar di situ, Bahlil, Airlangga Hartarto, nah mereka paling pengalaman itu. Minta tanda tangan sore, kita sudah penat capek lihatnya, ini hati-hati ini," tutur Prabowo disambut gelak tawa peserta rapat.

Prabowo menginstruksikan jajaran kabinetnya untuk menertibkan birokrasi hingga ke tingkat bawah agar proses perizinan bagi pengusaha tidak berbelit-belit.

Ia menekankan perlunya penyederhanaan aturan agar iklim usaha di Indonesia lebih kompetitif.

"Justru pemerintah harus perbaiki semua institusi kita, supaya ada iklim usaha yang baik. Jangan pengusaha diperas terus, jangan pengusaha diganggu. Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam dua minggu, kenapa kita izinnya dua tahun? Memalukan," tegas Prabowo.

Presiden meminta para menteri memangkas aturan teknis atau rekomendasi yang seringkali dibuat hanya sebagai penghambat.

Pria yang juga purnawirawan TNI ini berharap tidak ada lagi aturan "akal-akalan" di tingkat teknis yang justru menghambat kemajuan ekonomi nasional.

Mantan Menteri Pertahanan RI ini menekankan bahwa perintah dari level atas harus ditaati dan disederhanakan, bukan justru diolah menjadi prosedur baru yang rumit di bawah.

"Kita jangan banyak inisiatif, sudah perintah Presiden, perintah menteri, di bawah bikin lagi dia, diolah lagi. Peraturan menteri-lah, peraturan teknis-lah, rekomendasi-lah, akal-akalnya itu, saya ingatkan ya, semua menteri tertibkan birokrasimu ke bawah," ucap Prabowo.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher