Menuju konten utama

Polisi Tangkap Para Penganggu Aksi Dukung Ahok di Tugu Yogya

Kepolisian Resor Kota Yogyakarta mengamankan sejumlah anggota Ormas yang berniat membubarkan aksi dukung Ahok di Tugu Kota Yogyakarta pada Rabu malam.  

Polisi Tangkap Para Penganggu Aksi Dukung Ahok di Tugu Yogya
Aksi Aliansi Merawat Pancasila untuk Indonesia di Tugu Yogyakarta. FOTO/Veronika Niken.

tirto.id - Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Tommy Wibisono menyatakan anak buahnya telah menangkap sejumlah orang yang diduga berniat membubarkan aksi dukungan untuk terpidana perkara penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Tugu Kota Yogyakarta pada Rabu malam (10/5/2017).

Tommy membenarkan ada massa ormas yang sempat berupaya membubarkan aksi bertajuk "Keadilan untuk Ahok" tersebut. Tapi, polisi berhasil menghalau massa ormas itu. Sayangnya, dia tidak mau memerinci kronologi peristiwanya.

"Intinya kami sudah mengamankan orang-orang yg berusaha membubarkan aksi. Yang membubarkan mereka (massa ormas) loh, bukan polisi, kami mengamankan," kata Tommy saat dihubungi Tirto pada Rabu malam.

Tommy mengimbuhkan pihak kepolisian kini sedang memeriksa sejumlah orang tersebut dan mengamankan mereka di Polresta Yogyakarta.

"Saya belum bisa pastikan mereka dari (ormas) mana. kami masih dalami," ujar Tommy.

Menurut Tommy, anak buahnya juga sempat melepaskan tembakan peringatan ketika menghadang massa ormas yang hendak mendekati lokasi aksi pendukung Ahok di Tugu Yogyakarta.

Aksi pernyataan dukungan untuk Ahok di Tugu Kota Yogyakarta memang sempat bubar di tengah jalan usai diganggu oleh kedatangan sejumlah massa ormas. Akan tetapi, aksi itu kembali berlangsung selang setengah jam kemudian, atau sekitar Pukul 20.30 WIB Rabu malam.

Sebelum itu, ratusan massa pendukung Ahok sudah berkumpul di Tugu Kota Yogyakarta pada pada Pukul 19.00 WIB Rabu malam. Koordinator aksi, Pedro mengatakan aksi ini diinisiasi oleh Aliansi Merawat Pancasila untuk Indonesia (Aliansi Merapi).

“Kami menggelar aksi keprihatinan untuk kasus Ahok dan kondisi Indonesia sekarang,” ujar Pedro.

Semula, menurut dia, aksi berjalan normal. Mayoritas peserta aksi menyalakan lilin sebagai tanda keprihatinan dan menyanyikan sejumlah lagu kebangsaan secara bersama-sama. Sejumlah orasi yang menyuarakan tuntutan agar Ahok dibebaskan juga dilakukan.

Akan tetapi, menurut Pedro, ketika aksi baru berlangsung separuh jalan, muncul massa dari arah barat Tugu Kota Yogyakarta.

Saat itu, menurut dia, pasukan kepolisian langsung menghalau barisan massa Ormas itu sehingga mereka terhenti radius 100-an meter dari lokasi aksi pendukung Ahok.

“Sempat terdengar suara tembakan peringatan polisi. Sebagian massa ormas itu bawa motor,” ujar Pedro.

Setelah itu, menurut Pedro, sebagian massa aksi membubarkan diri. Aksi itu pun hanya berlangsung sekitar 45-an menit.

Kunto, salah satu peserta aksi itu, menambahkan, sebelum massa ormas datang, di tengah aksi berlangsung, ada empat orang pengendara motor yang diamankan polisi.

“Mereka sempat membleyer knalpot motornya saat mendekati lokasi aksi kami,” kata Kunto.

Setelah itu, juga datang seseorang tak dikenal masuk ke kerumunan massa dan meminta aksi itu dibubarkan. Menurut Kunto, orang tersebut kemudian juga diamankan oleh polisi.

Peserta aksi lainnya, Dosen Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma, Yosep Yapi Taum mengaku mengikuti aksi itu karena prihatin dengan kasus Ahok.

"Sudah saatnya, kita yang silent majority ini sekarang harus bersuara," kata dia.

Peserta aksi lainnya, seorang mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta, Nona, mengatakan mengikuti aksi itu sebab menilai vonis dua tahun penjara bagi Ahok tidak adil.

Aksi dukungan untuk Ahok itu selesai pada sekitar Pukul 21.15 WIB pada Rabu malam. Sebagian peserta aksi itu masih memadati Tugu Kota Yogyakarta sekedar untuk berswafoto di salah satu destinasi favorit wisatawan tersebut.

Baca juga artikel terkait VONIS AHOK atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Hukum
Reporter: Dipna Videlia Putsanra
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom