Menuju konten utama

Pesan Gus Ipul ke Pendamping PKH: Kawal Sekolah Rakyat & DTSEN!

Mensos Gus Ipul meminta pendamping PKH bekerja maksimal untuk mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat dan pemutakhiran DTSEN. 

Pesan Gus Ipul ke Pendamping PKH: Kawal Sekolah Rakyat & DTSEN!
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat membuka pelatihan pendamping program keluarga harapan (PKH) batch kelima secara daring di Jakarta, Jumat (13/6/2025). Pelatihan diikuti 2.816 pendamping dari berbagai wilayah di Indonesia. FOTO/dok.Kemensos

tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan sejumlah pesan saat secara daring membuka pelatihan Pendamping PKH gelombang ke-5 pada Jumat (13/6/2025). Pelatihan ini melibatkan 2.816 peserta. Mereka berasal dari Banjarmasin (730 orang), Padang (690), Yogyakarta (326), Bandung (180), Jayapura (270), dan Makassar (720).

Secara keseluruhan, ada tujuh pesan penting yang disampaikan oleh Gus Ipul kepada para pendamping PKH. Salah satunya, dia meminta pendamping PKH mengambil peran sebagai agen transformasi sosial.

Dia menegaskan, pendamping PKH bukan sekadar pelaksana teknis, tetapi juga agen perubahan. Gus Ipul pun mengingatkan, pendamping PKH merupakan kepanjangan tangan negara untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Secara kuantitatif, kinerja pendamping diukur dari jumlah KPM yang berhasil graduasi. Tapi secara kualitatif, kita melihat sejauh mana mereka berhasil mendorong keluarga menjadi mandiri dan tidak kembali jatuh miskin," ujar Gus Ipul.

Kepada para pendamping PKH, Gus Ipul menerangkan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan garda terdepan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu, dia menekankan pentingnya pendamping PKH bekerja secara profesional dan berfokus mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan.

Salah satu cara mewujudkan peran pendamping PKH itu, lanjut Gus Ipul, adalah dengan menyukseskan program Sekolah Rakyat dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Tugas Pendamping Terkait Sekolah Rakyat dan DTSEN

Sebagai agen perubahan, pendamping PKH perlu turut mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Sebab, program yang menyediakan sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem ini bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

"Tugas pendamping adalah mengidentifikasi dan merekomendasikan anak-anak yang layak [masuk Sekolah Rakyat]. Pastikan prosesnya transparan, datangi langsung rumahnya," ujar Gus Ipul menegaskan.

Adapun mengenai pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, dia memerintahkan para pendamping PKH aktif dalam ground checking DTSEN dengan melakukan verifikasi dan validasi data di lapangan.

Gus Ipul menjelaskan, akurasi DTSEN bisa terwujud apabila para pendamping PKH benar-benar melakukan pengecekan data di lapangan. Kegiatan pendamping itu akan membantu Badan Pusat Statistik (BPS) secara rutin memutakhirkan DTSEN setiap tiga bulan.

"Perjuangkan keadilan data. Jika menemukan penerima bantuan yang tidak layak atau keluarga miskin yang belum terdata, pendamping wajib melapor," ujar dia.

"Kita harus pastikan keadilan dalam data, karena di situ keadilan bantuan dimulai," lanjut Gus Ipul sembari mengingatkan pula bahwa target graduasi KPM masing-masing 10 per pendamping tiap tahun mesti konsisten dijalankan.

Dalam pemaparannya, Gus Ipul tidak lupa untuk mengingatkan para pendamping PKH agar selalu menjaga integritas sekaligus kedisiplinan. Pendamping PKH perlu menyadari bahwa mereka merupakan 'wajah' Kementerian Sosial (Kemensos) di akar rumput.

"Hindari pungli, konflik kepentingan, dan penyimpangan. Tugas kalian menentukan wajah negara di mata rakyat," tegas Gus Ipul.

Selain itu, dia pun meminta seluruh pendamping PKH berada dalam satu barisan dan narasi sekaligus memahami visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia.

"Kuncinya ada pada dua hal: Sekolah Rakyat dan DTSEN. Kita bekerja di jalur yang sama untuk masa depan anak-anak Indonesia," kata Gus Ipul.

Gus Ipul Minta Pendamping PKH Cegah Hoaks Hingga Jalin Kolaborasi

Gus Ipul juga menyinggung soal hoaks saat menyampaikan pesan kepada para pendamping PKH. Dia berpesan agar para pendamping ikut aktif menyebarkan informasi positif sekaligus menangkal penyebaran hoaks.

"Jadilah barisan terdepan dalam menyampaikan kebenaran, khususnya seputar program negara dan program Kemensos," ujar dia.

Selain itu, Gus Ipul meminta para pendamping PKH aktif menjalin kolaborasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah beserta para pemangku kepentingan lain yang terkait.

"Teruslah bekerja dengan hati. Setiap langkah kalian adalah wujud hadirnya negara. Terima kasih atas kerja baik selama ini," kata Gus Ipul.

"Ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, jangan main-main," lanjut dia.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada para penerima manfaat. Dia mengatakan Presiden sangat peduli dan memberikan perhatian besar pada rakyat miskin lewat berbagai kebijakan, baik di Kemensos maupun kementerian lainnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis