Menuju konten utama

Pemeriksaan Kesehatan Petugas KPPS Disebut Hanya Sekedar Formalitas

Banyaknya petugas KPPS yang meninggal disebut karena rendahnya standar pemeriksaan kesehatan selama proses pendaftaran petugas.

Pemeriksaan Kesehatan Petugas KPPS Disebut Hanya Sekedar Formalitas
Petugas medis melakukan pemeriksaan petugas KPPS Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 49 Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (24/4/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal.

tirto.id - Jatuhnya ratusan korban dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) disebut memiliki kaitan dengan rendahnya standar pemeriksaan kesehatan selama proses pendaftaran petugas.

Ketua KPPS 72, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Darmawan Chatur membenarkan adanya kemungkinan ketika ia menjalani tes kesehatan di puskesmas yang ditunjuk KPPS.

Dari yang ia alami, pemeriksaan kesehatan ternyata hanya dilakukan secara formalitas untuk pemenuhan persyaratan administrasi.

“Intinya hanya formalitas. Bayangan kami tes kesehatan itu pemeriksaan jantung. Cek medical record,” ucap Chatur dalam diskusi bertajuk “Bagaimana Hentikan Korban Pelaksana Pemilu” di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (18/5/2019).

“Akhirnya ada satu lembar lolos uji. Dari surat legalitas itu, kami dibilang layak menjadi petugas KPPS secara administrasi,” tambah Chatur.

Chatur menuturkan bentuk pemeriksaan yang ia alami juga hanya sebatas wawancara mengenai penyakit apa yang pernah dialami. Bila menggunakan metode ini, Chatur merasa terdapat banyak celah jawaban yang dapat diberikan oleh calon petugas. Intinya, mereka bisa saja tidak mengungkapkan fakta yang sesungguhnya.

Mengenai tes fisik, Chatur mengingat puskesmas yang memeriksanya hanya melakukan tes tensi darah. Dari ceritanya, Chatur mengatakan pada hari itu, ia kebetulan dapat lolos lantaran tensi darahnya sedang berada di level yang cukup rendah.

“Tes fisik itu tensi darah. Ditanya tensinya berapa. Kebetulan tensi saya lagi rendah,” ucap Chatur.

Dewan pakar PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), M Nasser pun mengatakan informasi ini akan menjadi catatan penting bagi lembaganya. Pasalnya, pemeriksaan seperti itu tidak seharusnya dilakukan. Terutama saat ini telah jatuh cukup banyak korban yang berasal dari petugas KPPS yang bertugas.

“Kami mencatat beberapa hal ada informasi penting. Ada pemeriksaan begitu sederhana hanya tensi dan pertanyaan. Coba bayangkan dia keluarkan surat sehat jasmani dari itu,” ucap Nasser dalam diskusi.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Politik
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri