Pelesir dan Tradisi Mudik Terakbar Dunia

Penumpang menunggu untuk menaiki kereta di Stasiun Kereta Hongqiao Shanghai saat ratusan juta warga China kembali ke kampung halaman untuk merayakan Tahun Baru China di Beijing dan Shanghai, China, Rabu (25/1). ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song
Oleh: Suhendra - 28 Januari 2017
Dibaca Normal 1 menit
Di Cina, perayaan imlek biasanya dibarengi dengan tradisi semacam mudik. Namun, belakangan ini banyak keluarga kelas menengah Cina yang memilih pelesir ke luar negeri ketimbang berkumpul dengan keluarga besar.
tirto.id - “Merayakan imlek adalah tradisi yang sama setiap tahun di rumah bersama keluarga...” kata Xi Chunhui (27).

“Sesuatu yang diinginkan orang tua saya untuk perayaan imlek yang tanpa ada keceriaan dengan kami hanya tinggal bertiga di rumah,” kata Shi Ying (30)

Xi Chunhui dan Shi Ying contoh anak-anak muda di Cina yang merayakan tahun baru imlek yang berbeda dari biasanya. Xi memilih terbang ke Makau, Singapura, dan Hong Kong selama 11 hari bersama temannya, daripada pulang ke kampung halamannya di pedalaman Timur Laut Cina.

Sementara itu, Shi memilih tak berkumpul dengan keluarga besarnya di Shanghai. Ia malah memboyong kerabatnya ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Thailand dalam beberapa perayaan imlek terakhir, dan tahun ini Jepang jadi pilihan mereka.

Perayaan imlek di Cina memang tak melulu dengan kegiatan mudik ke kampung halaman. Ekonomi masyarakat Cina yang mulai mapan, liburan ke luar negeri jadi pilihan saat mengisi liburan. Tradisi berkumpul dengan keluarga besar dalam masa libur panjang imlek perlahan mulai bergeser dengan melancong ke negara orang.

“Pergi ke luar negeri selama musim liburan imlek biayanya sama dengan kita berpelesir di dalam negeri,” kata Shi seperti dikutip Bloomberg.

Selain persoalan biaya yang tak jauh berbeda, keputusan tak ingin berdesak-desakan dalam sebuah tradisi migrasi tahunan terbesar di dunia juga menjadi pertimbangan mereka. Kementerian Transportasi Cina memperkirakan akan ada 2,98 miliar perjalanan selama musim libur imlek yang berlangsung dari 13 Januari-20 Februari 2017, atau naik 2,2 persen dari tahun sebelumnya.

Tradisi mudik ala Cina Daratan yang biasa disebut “chunyun” memang penuh riuh sesak, stasiun-stasiun kereta hingga bandara dipadati para pemudik untuk ke kampung halamannya, mirip-mirip seperti di Indonesia saat Lebaran. Istilah "chunyun" yang mulai muncul pada era 1980-an sebagai konsekuensi dari urbanisasi di Cina. Kota-kota besar di Cina seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Shenzhen, Zhengzhou, Hangzhou, Suzhou, dan Dongguan menjadi tempat mengadu nasib para pekerja migran.

Setiap imlek tiba jadi kesempatan untuk berlibur bagi para pekerja sesuai aturan ketenagakerjaan di Cina. Bagi mereka yang punya pendapatan lebih, tentu berpelesir ke negara-negara tetangga jadi sesuatu yang muskil, dan ini jadi berkah bagi negara-negara tujuan wisata.



Berkah di Belahan Dunia

Berlibur ke luar negeri semakin popular di kalangan masyarakat Cina. Jumlah perjalanan ke luar negeri oleh masyarakat Cina tumbuh rata-rata 18 persen per tahunnya. Pertengahan 2016, data outbound tourism Cina sudah mencapai 59,03 juta perjalanan atau tumbuh 4,3 persen dari periode yang sama 2015.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh China National Tourism Administration (CNTA), sebanyak 6 juta warga Cina diprediksi akan melakukan liburan ke luar negeri sepanjang liburan imlek. Negara dengan jarak penerbangan menengah dan pendek menjadi pilihan masyarakat Cina pada libur imlek tahun ini.

Selain itu, CNTA juga menyatakan bahwa paket liburan seperti kapal pesiar, pengalaman menjelajah pulau atau pantai dan bermain salju juga menjadi pilihan masyarakat Cina untuk menghabiskan liburannya.

Tim Riset Tirto melakukan prediksi negara yang potensial menjadi destinasi turis Cina pada periode liburan tahun baru imlek. Prediksi negara potensial ini dilakukan melalui perbandingan keunggulan beberapa indikator yaitu, kebutuhan visa, waktu penerbangan, adanya wisata pulau/pantai, paket tur kapal pesiar/ferry dan wisata salju.

Berdasarkan kriteria tersebut, ada 8 negara potensial yang akan menjadi destinasi wisata masyarakat Cina selama libur imlek, yaitu Korea Selatan, Thailand, Jepang, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Makau dan Vietnam. Bahkan, sejak 2011 hingga H1 2016, Korea Selatan, Malaysia, Jepang dan Thailand selalu masuk dalam 10 negara yang paling banyak dikunjungi wisatawan asal Cina.

Dari negara-negara atau destinasi wisata di atas, sebagian telah menjadi pilihan Xi Chunhui dan Shi Ying yang mencoba mengisi libur imleknya dengan sesuatu yang lebih berbeda.

Baca juga artikel terkait IMLEK atau tulisan menarik lainnya Suhendra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Suhendra & Dinda Purnamasari
Penulis: Suhendra
Editor: Maulida Sri Handayani
DarkLight