Menuju konten utama

PDIP Sindir Pencalonan Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018

Emil Dardak dianggap berubah, dari yang semula bersemangat untuk memajukan Trenggalek, sekarang justru mencalonkan diri sebagai pendamping Khofifah di Pilgub Jatim.

PDIP Sindir Pencalonan Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018
Bupati Trenggalek Emil Dardak meninggalkan Gedung Merah Putih KPK usai bertemu dengan pimpinan KPK di Jakarta, Jumat (3/11/2017). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

tirto.id - PDI Perjuangan menanggapi pencalonan diri Bupati Tranggalek Emil Dardak sebagai pendamping Khofifah di Pilgub Jatim 2018. PDIP merupakan partai pengusung Emil Dardak sebagai bupati dua tahun lalu.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, ketika PDIP mendukung pencalonan Emil Dardak sebagai bupati, pihaknya melihat bahwa Emil punya semangat untuk membangun Kabupaten Trenggalek yang dikenal penuh tantangan untuk memajukan daerah yang memiliki problem sebagai daerah tertinggal dan terisolir.

Karena semangat membangun Trenggalek itulah, PDI Perjuangan bersama koalisi partai bertekad mengusung Emil. Bahkan pasangan Emil, yakni Wakil Bupati Nur Arifin merupakan wakil dari PDI Perjuangan.

"Saat itu kami menghargai semangat anak muda yang ingin membangun kampung halamannya," ujar Hasto, dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (22/11/2017).

"Persoalan kemudian, dia berubah dan memilih untuk mencalonkan diri. Sekarang kami serahkan sepenuhnya kepada masyarakat Trenggalek. Biarkan rakyat yang menilai, sebab rakyatlah berdaulat di dalam memilih pemimpin," ujar Hasto pula.

Menurut dia, biarkan masyarakat Trenggalek dan Jawa Timur sendiri yang bisa menilai keputusan Emil tersebut. Hasto mengatakan, menjadi Bupati Trenggalek memang tidak mudah.

Menurutnya, PDI Perjuangan sejak awal mengusung Gus Ipul dan Abdullah Azwar Anas karena bagian dari kesadaran sejarah dan kultural bersama NU berkomitmen menampilkan kontestasi gagasan terbaik untuk masa depan Jawa Timur.

"Gus Ipul sangat berpengalaman luas, dan Azwar Anas penuh daya terobosan. Keduanya merupakan kombinasi kepemimpinan yang menarik dan saling melengkapi. Keduanya mengedepankan pembangunan berbasis kebudayaan dan kerakyatan sesuai dengan jiwa masyarakat Jawa Timur yang dikenal sangat patriotis untuk bangsa dan negara," katanya.

Dengan muncul pasangan baru itu, Hasto memperkirakan Pilkada Jawa Timur semakin menarik. "Berkompetisi dengan Partai Demokrat yang memberikan dukungan kepada Khofifah dan Emil memberikan seni tersendiri dalam strategi," kata dia.

Kendati demikian, Hasto menyatakan pihaknya tetap menghormati pilihan Emil untuk maju menjadi calon wakil gubernur Jawa Timur .

"Setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk memilih dan dipilih. Pilihan Emil Dardak sah-sah saja. Sebagai seorang yang lama berpendidikan Barat wajar jika memandang proses kepemimpinan sebagai proses loncatan karir sebagai hak individu sebagaimana diagungkan di Barat," katanya.

Baca juga artikel terkait PILGUB JATIM 2018

tirto.id - Politik
Sumber: antara
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra