Menuju konten utama

PDIP Nilai Perolehan Suara PKS & Gerindra Bukti Pemilu Demokratis

Hasto Kristiyanto mengakui perolehan suara partai-partai pendukung Prabowo-Sandi meningkat sgnifikan. Menurut dia, hal itu menunjukkan Pemilu 2019 berjalan demokratis.

PDIP Nilai Perolehan Suara PKS & Gerindra Bukti Pemilu Demokratis
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada media di Kantor DPP PDIP tentang hasil perhitungan suara internal PDIP di Pemilu 2019, Jakarta, Rabu (8/5/2019). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai Pemilu 2019 sudah berjalan dengan demokratis.

Salah satu buktinya, kata Hasto, adalah perolehan suara dua partai pendukung Prabowo-Sandiaga, yakni Gerindra dan PKS, yang meningkat signifikan pada Pemilu 2019.

Menurut Hasto, meski hasil Pilpres 2019 menunjukkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang, hasil pemilihan legislatif (pileg) tetap menambah jumlah kursi PKS dan Gerindra di parlemen.

Berdasarkan hasil real count sementara KPU per pukul 08.30 WIB, 8 Mei 2019, Gerindra diprediksi mendapatkan 79 kursi di DPR RI. Sementara PKS memperoleh 52 kursi. Pada Pemilu 2014, Gerindra hanya memperoleh 73 kursi dan PKS 40 kursi di DPR RI.

Oleh sebab itu, Hasto menganggap kubu Prabowo tidak bisa mendelegitimasi hasil Pilpres 2019, sementara di sisi lain partai-partai pendukung paslon 02 mengalami peningkatan perolehan suara di pileg.

"Terbukti partai yang menjadi lawan Pak Jokowi, seperti PKS, [dan] Gerindra menunjukkan [perolehan] suara dan kursi yang sangat signifikan, sehingga tidak bisa mengatakan pileg dan pilpres secara terpisah dalam evaluasi, karena keduanya ikut secara serentak terjadi," kata Hasto di kantor DPP PDI-P kawasan Menteng, Jakarta pada Rabu (8/5/2019).

Hasto juga mengingatkan agar semua pihak tidak sembarangan menuduh ada kecurangan di Pemilu 2019. Dia menegaskan setiap tuduhan kecurangan harus dibuktikan dan dilaporkan pada pihak berwajib.

"Kami juga menyerukan kepada seluruh kontestan pemilu agar berhati-hati dalam menyampaikan tuduhan curang kepada siapa pun, [termasuk] terhadap penyelenggara pemilu dan pengawas pemilu," ujar Hasto.

Dia berpendapat tuduhan soal kecurangan yang tidak didasari bukti bertentangan dengan prinsip Indonesia sebagai negara hukum.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Politik
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Addi M Idhom