PBNU Diminta Desak Israel Lepas 1 Juta Warga Palestina dari Penjara

Oleh: M. Ahsan Ridhoi - 3 November 2017
Kedutaan Besar Palestina meminta PBNU turut mendesak pembebasan 1 juta warga Palestina yang kini masih ditahan oleh Israel.
tirto.id - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Taher Ibrahim Abdullah Ahmad meminta dukungan kepada PBNU dan Amnesty International untuk mendesak Israel membebaskan rakyat negaranya yang ditahan sejak pendudukan tahun 1967.

"Kami ingin Israel membebaskan hampir 1 juta warga Palestina yang ditahan sejak pendudukan tahun 1967. Kami berharap NU dan Amnesty International untuk ikut membantu kami mendesak hal itu," kata Taher di kantor PBNU, Kramat Raya, Jumat (3/11/2017).

Menurut Taher, dari sekitar satu juta orang yang di tahan terdapat ratusan ribu perempuan. Taher menyebut masyarakat Palestina sudah cukup menderita dengan pendudukan yang dilakukan oleh Israel selama lebih kurang 50 tahun ke belakang.

"370 ribu warga kami harus pindah dari Palestina Timur dan ribuan lainnya dari Tepi Barat," kata Taher.

Tidak hanya itu, Taher pun menceritakan cara tentara Israel melakukan pendudukan. Menurutnya, tentara Israel menggunakan senjata biologi fosfor dan uranium.

"Mereka juga menghancurkan sekolah-sekolah dan membatasi ke tempat ibadah," kata Taher.

Pada era Yasser Arafat, kata Taher, Palestina telah berusaha untuk mengajukan ke PBB penghentian pendudukan Israel. Tapi, upaya tersebut belum terealisasi hingga kini. Maka, ia berharap dengan dorongan Amnesty International dan PBNU upaya tersebut akan berhasil.

Menanggapi hal itu, Ketua PBNU Marsudi Syuhud menyatakan pihaknya senantiasa bersama Palestina. Karena, menurutnya, kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

"Kami akan selalu bersama Palestina. Kami mengecam segala tindak pendudukan Israel," kata Syuhud di kantor PBNU.

Selanjutnya, kata Syuhud, yang dibutuhkan oleh Palestina adalah persatuan antar warganya agar kemerdekaan bisa tercapai.

"Yang paling penting adalah persatuan agar lebih kuat dalam melawan. Kami berharap tak ada lagi perbedaan antara Hamas dan Fatah," kata Syuhud.

Baca juga artikel terkait PALESTINA atau tulisan menarik lainnya M. Ahsan Ridhoi
(tirto.id - Politik)

Reporter: M. Ahsan Ridhoi
Penulis: M. Ahsan Ridhoi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight