Menuju konten utama

Pasokan Beras Lebak Banten Melimpah

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Lebak, Asep Surayana, mengatakan dengan lahan seluas 18.000 hektare, pasokan beras lokal melimpah pada musim panen pada Maret 2016

Pasokan Beras Lebak Banten Melimpah
Ilustrasi [Antara foto/Siswowidodo]

tirto.id - Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Lebak, Asep Surayana, mengatakan dengan lahan seluas 18.000 hektare, pasokan beras lokal melimpah pada musim panen pada Maret 2016. Oleh karena itu, pihaknya kemudian meminta petani agar segera melakukan percepatan tanam padi pada bulan April.

Percepatan tanam, lanjut Adi, untuk mendukung swasembada pangan dan juga meningkatkan pendapatan ekonomi petani setempat.

"Kami yakin dengan peningkatan produksi pangan maka persediaan beras lokal melimpah dan tidak mendatangkan beras impor," kata Asep di Lebak, Sabtu (12/3/2016)

Sejalan dengan harapan Adi, ketua gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Ruhyana, di Desa Tambakbaya, Sabtu (12/3/2016) mengungkapkan, "Kami saat ini panen padi seluas 100 hektare dan bisa menyumbangkan ketahanan pangan di daerah ini.”

Asep kembali menerangkan, produksi padi pada tahun 2015 di Kabupaten Lebak mencapai 590.000 ton gabah kering panen (GKP) dengan panen rata-rata 5,7 ton gabah per hektare atau mengalami kenaikan dibanding tahun 2014 yang mencapai 530.000 ton GKP.

Kenaikan produksi padi itu, menurut Asep karena adanya pompanisasi, meskipun sepanjang 2015 terjadi musim kemarau panjang.

Adi menerangkan, pompanisasi berupa sejumlah bantuan dari pemerintah membuat target produksi padi terselamatkan, terutama lumbung pangan di wilayah Lebak selatan meliputi Kecamatan Malingping, Wanasalam, Cihara, Panggarangan, dan Bayah.

Adi melanjutkan, pemerintah tahun ini menyalurkan bantuan benih bersubsidi kepada petani di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak. Bantuan tersebut diyakini juga bisa menyumbang kenaikan produksi padi sekitar 14 persen.

Adi mengatakan, "Kami optimistis produksi padi tahun 2016 dipastikan mengalami kenaikan melalui bantuan itu.”

Bantuan lain yang diserahkan pemerintah kepada petani ialah pupuk bersubsidi dan peralatan pertanian, seperti traktor, pompa, dan pembangunan jaringan irigasi. Selain dengan adanya bantuan itu, penerapan teknologi dengan melakukan tandur jajar legowo di 25 kecamatan juga akan mempengaruhi peningkatan produktivitas, kata Asep.

Dengan adanya kenaikan produksi ini, Asep berujar program ketahanan pangan di daerah itu relatif aman dan mencukupi karena diperkirakan mengalami surplus selama tujuh bulan ke depan.

Baca juga artikel terkait BANTEN atau tulisan lainnya

Reporter: Mutaya Saroh