Menuju konten utama

Pabrik Baterai CATL-Antam Mulai Produksi, RI Punya 3 Ekosistem

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan pabrik baterai CATL-Antam sudah mulai berproduksi dan siap diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pabrik Baterai CATL-Antam Mulai Produksi, RI Punya 3 Ekosistem
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers terkait perjanjian perdagangan timbal balik (ART) Indonesia-AS di bidang ESDM di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026). Dalam ART itu pemerintah Indonesia sepakat untuk mengimpor migas hingga 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 253,47 triliun per tahun dari Amerika Serikat untuk ketahanan energi dalam negeri. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melaporkan bahwa pabrik baterai kendaraan listrik hasil kerja sama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan China Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) melalui PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) telah mulai produksi.

Bahlil bilang, beroperasinya fasilitas tersebut sejak Juli 2026 menegaskan posisi Indonesia yang kini secara resmi memiliki tiga ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi. Dia pun mengaku telah melaporkan perkembangan ini pada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa kesiapan peresmian pabrik baterai [hasil] kerja sama CATL dengan Antam yang 1 tahun lalu di-groundbreaking oleh Bapak Presiden,” ujar Bahlil usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

“Dalam waktu dekat [Pabrik baterai CATL-Antam] akan diresmikan, karena pabriknya udah mulai produksi,” sambungnya.

Bahlil mengatakan, dengan peresmian pabrik kerja sama CATL dan Antam tersebut, kini Indonesia memiliki total tiga pabrik kendaraan listrik.

“Satu yang punya Hyundai, yang awal 10 giga, kemudian satunya juga yang kemarin diresmikan di Halmahera ini yang dilakukan oleh investor dari Cina. Yang ketiga CATL kerja sama dengan Antam yang akan diresmikan oleh Bapak Presiden,” lanjutnya.

Menurut Bahlil, keberadaan ketiga pabrik baterai kendaraan listrik, Indonesia telah berhasil membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu ke hilir melalui kebijakan hilirisasi.

Artinya, Indonesia tidak lagi hanya mengeruk tanah/bijih mentah untuk langsung dijual murah ke luar negeri. Sebaliknya, semua proses pengolahan bahan mentah hingga menjadi barang jadi berteknologi tinggi dilakukan di dalam negeri.

“Nah, ini artinya apa? Ekosistem baterai mobil kita ini betul-betul sudah terintegrasi antara mining [pertambangan], smelter, HPAL (teknologi High-Pressure Acid Leaching), prekursor, katoda, sampai battery cell (sel baterai). Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah, ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi,” ujar Bahlil.

Baca juga artikel terkait PABRIK BATERAI KENDARAAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah