Menyikapi Aksi Walk Out Ananda Sukarlan di Pidato Gubernur Anies

Menyikapi Aksi Walk Out Ananda Sukarlan di Pidato Gubernur Anies
ananda sukarlan.foto/youtube
Reporter: Mufti Sholih
14 November, 2017 dibaca normal 2 menit
Anies sengaja diundang sebagai wujud Kanisius menghargai setiap pemimpin yang terpilih melalui proses demokrasi.
tirto.id - Pianis Ananda Sukarlan sengaja meninggalkan ruangan saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpidato dalam acara malam penghargaan dan ulang tahun ke-90 Kolese Kanisius di Hall D JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Sabtu (11/11). Langkah Ananda yang walk out menuai ragam reaksi dari sejumlah pihak.

Juru bicara Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ), Affan Alamudi, mengatakan, sikap Ananda bukan cerminan dari PAKKJ. Sikap tersebut, kata Affan, merupakan sikap pribadi Ananda.

“Sikap Mas Ananda itu tidak mencerminkan sikap Kanisius. Kami mengundang alumni dan Gubernur Anies dalam acara tersebut sebagai tamu kehormatan,” kata Affan kepada Tirto, Selasa (14/11).

Affan menjelaskan, PAKKJ menghargai perbedaan sikap dan pendapat. Ini seperti yang menjadi dasar dari nilai yang ditanamkan Kolese Kanisius terhadap setiap muridnya. Hanya saja, Affan mengatakan, momentum penyampaian pendapat itu tidak tepat.

“Momentumnya tidak pas,” kata Affan.

Menurut Affan, Kolese Kanisius selalu mengundang Gubernur DKI Jakarta dalam setiap perayaan ulang tahun, seperti saat mengundang Gubernur Ali Sadikin dalam perayaan ulang tahun ke-50.

Terkait masalah undangan terhadap Anies yang sempat ditanyakan Ananda, Affan mengatakan, undangan sengaja disampaikan sebagai wujud Kanisius menghargai setiap pemimpin yang terpilih melalui proses demokrasi.

PAKKJ tak mempersoalkan pandangan Ananda terkait kemenangan Anies. Menurut dia, langkah mengundang itu justru menjadi sikap untuk mengakomodir mereka yang berbeda. Meskipun, terdapat paradoks di dalamnya.

“Ini justru karena menghargai perbedaan itu,” kata Affan.

Affan juga mengaku, PAKKJ meminta maaf atas insiden tersebut. Ia mengatakan, sikap Ananda tidak mencerminkan sikap Kolese Kanisius dan Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius.

“Dari sekolah juga sudah kirim surat resmi, kami minta maaf,” sebut Affan.

Baca juga: Ananda Sukarlan dalam Pusaran Walk Out

Terkait sikap Ananda ini, muncul pernyataan pers yang mengatasnamakan Frans Magnis-Suseno, SJ. Romo Magnis diketahui merupakan seorang rohaniawan Katolik yang juga hadir di malam penghargaan itu.

Saat dikonfirmasi ihwal pernyataan pers itu, Romo Magnis hanya menjawab singkat. “Tidak masalah,” ucapnya kepada Tirto. Namun, Romo Magnis tidak memberi penjelasan lebih lanjut apakah benar pernyataan itu berasal darinya.

Pernyataan pers itu menyesalkan insiden keluarnya Ananda dan sejumlah anggota PAKKJ saat Anies berpidato. Menurut pernyataan itu, tidak alasan bagi Ananda dan sejumlah undangan untuk walk out. Sebab, Anies tidak berkata tidak senonoh, jahat, atau menghina seseorang. Namun yang terjadi sebaliknya.

Walk out kemarin menunjukkan permusuhan terhadap pribadi gubernur merupakan suatu penghinaan publik.”

Penulis yang menyebut dirinya Romo Magnis ini juga mengatakan, Anies terpilih sebagai gubernur dalam pemilihan yang demokratis. Ini harus diterima oleh semua pihak. 

Penyataan ini juga menyebut, sikap Ananda tidak bisa dibenarkan. Mengingat, Anies merupakan orang yang diundang untuk hadir. Sedangkan Ananda merupakan orang yang juga ikut diundang panitia.

“Maka semua yang ikut undangan panitia, harus menghormati tamu. Kalau secara pribadi tidak menyetujuinya. Silakan panitia dikritik. Tetapi menginisiasikan suatu demonstrasi penghinaan terbuka terhadap Gubernur DKI, saya anggap penyalahgunaan kesempatan," jelas pernyataan itu.

Baca juga: Pianis Ananda Sukarlan Walk Out Saat Gubernur Anies Pidato

Ananda  tak ambil pusing dengan semua pandangan yang muncul. Saat dihubungi Tirto, Senin (13/11), Ananda mengaku ia mempersilakan orang lain punya pandangan berbeda. “Itu namanya demokrasi,” kata Ananda.

Kabar soal walk out  muncul kemarin Senin (13/11) dari kejadian yang terjadi di Hall D JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Sabtu (11/11). Insiden itu terjadi tepat saat Anies berpidato ihwal pembangunan Jakarta. Ananda Sukarlan, yang diketahui menjadi salah satu penerima penghargaan dalam acara itu, tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan ke luar hall.

Lantaran duduk di jajaran depan, aksi Ananda ini dilihat banyak orang. Kemudian, sejumlah orang mengikuti langkah Ananda keluar dari hall, saat Anies berpidato.

Baca juga artikel terkait ANIES-SANDIAGA atau tulisan menarik lainnya Mufti Sholih
(tirto.id - tii/tii)

Keyword