Menuju konten utama

Menlu Bahrain Jelaskan Sikap Negaranya Terkait Qatar

Kuwait menjadi penengah dalam menyelesaikan perselisihan sejumlah negara Arab dengan Qatar.

Menlu Bahrain Jelaskan Sikap Negaranya Terkait Qatar
(ilustrasi) Qatar.foto/shutterstock

tirto.id - Bahrain, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Yaman dan Maladewa telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, karena diduga ikut mendukung Iran. Namun menurut Qatar, tuduhan itu sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat.

Terkait dengan itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Bahrain, Syekh Khalid bin Ahmed al-Khalifa mengatakan bahwa pihaknya menghargai inisiatif Kuwait untuk menjadi penengah dalam menyelesaikan perselisihan sejumlah negara Arab dengan Qatar, namun semua pilihan terbuka bagi negaranya untuk melindungi diri dari Qatar.

Emir Kuwait, Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah telah melakukan perjalanan dari Uni Emirat Arab (UEA) ke Qatar pada Rabu (7/6/2017) waktu setempat, setelah berkunjung ke Arab Saudi sehari sebelumnya, untuk mengatasi kemelut itu.

Kendati demikian, beberapa tanggapan terkuat terkait upaya Emir Kuwait, seperti yang disampaikan pejabat tinggi Teluk, Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa dari Bahrain, mengatakan bahwa Bahrain meragukan sikap Qatar akan mengubah perilakunya.

"Emir Kuwait adalah utusan baik, tapi kebijakan Qatar belum tentu menyukseskan usahanya," kata Sheikh Khalid, seperti dikutip dari Antara.

"Kami tidak akan ragu untuk melindungi kepentingan kami dan pilihan kami terbuka untuk melindungi diri kami dari Qatar," lanjut dia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar Syeh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani mengatakan negaranya tidak siap mengubah kebijakan luar negerinya untuk menyelesaikan perselisihan dengan negara lain Teluk Arab dan tak akan pernah berkompromi dengan hal itu.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa Qatar akan menghormati perjanjian-perjanjian gas LPG yang telah ditandatangani dengan Uni Emirat Arab (UAE) meskipun negara tersebut melakukan pemutusan hubungan dengan Doha.

Lebih lanjut Khalid mengatakan bahwa Iran telah mengatakan kepada Doha siap membantu menjamin pasokan makanan, dan Teheran akan menunjuk tiga dari pelabuhannya ke Qatar, tetapi tawaran itu belum diterima.

Selain itu, Menlu Qatar juga menyatakan perselisihan itu mengancam stabilitas keseluruhan kawasan dan pihaknya masih mengedepankan penambahan diplomasi. Ia juga menegaskan tidak akan pernah ada solusi militer untuk mengatasi masalah tersebut.

Qatar, kata dia, tidak pernah mengalami permusuhan semacam itu, bahkan dari satu negara musuh. Ia menyampaikan tak ada perubahan dari pengerahan militer Qatar dan belum ada tentara digerakkan.

Ia juga menegaskan setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain dan beberapa negara lainnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan menutup hubungan transportasi, pihaknya tetap menyatakan tuduhan-tuduhan yang menyebabkan pemutusan itu sama sekali tak berdasar.

Menteri Luar Negeri Bahrain Syekh Khalid bin Ahmed al-Khalifa yang tetap menekan Qatar mengulangi lagi pada Kamis sebuah tuntutan bahwa Doha agar menjaga jarak dari Iran dan menghentikan dukungan bagi "organisasi teroris".

Syekh Khalid mengatakan bahwa yang diajukan keempat negara itu untuk penyelesaian kemelut tersebut sudah jelas.

Baca juga artikel terkait QATAR atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Politik
Reporter: Alexander Haryanto
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto