Menkominfo: Ransomware Serang 12 Institusi di Indonesia

Menkominfo: Ransomware Serang 12 Institusi di Indonesia
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, memberikan pemaparan terkait pengangkalan dan penanganan serangan Malware Ransomware Wannacrypt yang berpotensi meluas di Indonesia, Minggu, (14/5). tirto.id/Andrey Gromico
20 Mei, 2017 dibaca normal 1 menit
Institusi yang komputernya terkena dampak virus Ransomware tersebar di Jakarta dan Sulawesi.
tirto.id - Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemenkominfo) mengatakan serangan ransomware WannaCry berdampak pada 12 institusi di Indonesia.

"Laporan yang kami terima ada sekitar 12 institusi yang masuk dan terkonfirmasi, namun bisa saja itu lebih," kata (Menkominfo) Rudiantara di Malang, Sabtu (20/5/2017).

Lebih lanjut Rudiantara menjelaskan, institusi yang komputernya terkena dampak virus tersebut tersebar di Jakarta dan sejumlah daerah, termasuk Sulawesi. Institusi tersebut bergerak di bidang perkebunan, manufaktur, kesehatan, pendidikan, dan layanan umum seperti Samsat.

"Namun secara umum tidak signifikan dibanding dengan negara-negara lain, ini karena bantuan media-media yang secepatnya dan terus menerus mengingatkan kepada masyarakat," kata Menkominfo.

Rudiantara menjelaskan bahwa meski sudah bebas dari dampak WannaCry namun Indonesia belum sepenuhnya aman karena masih ada enam hingga delapan jenis virus yang beredar.

"Virus yang masih mengintai itu tidak separah WannaCry, dan itu masih ada dan bergentayangan, dari ribuan tinggal ratusan yang ada di Indonesia," kata dia.

Untuk itu, Menkominfo menyarankan kepada seluruh masyarakat untuk mengantisipasi ancaman dengan rutin mengganti kata sandi masuk akun surat elektronik (surel) dan pin ATM.

"Lakukanlah secara reguler backup data kemudian pembaruan software atau mengunduh anti virus dengan versi terbaru," kata dia.

Sebelumnya, para peneliti asal Perancis menyatakan bahwa mereka telah menemukan cara untuk menyelamatkan berkas-berkas Windows yang terkena serangan WannaCry. Anggota kelompok peneliti itu adalah Adrien Guinet (ahli keamanan), Matthieu Suiche (peretas internasional), dan Benjamin Delpy, yang membantu di sela waktu kerjanya di Banque de France.

Kendati demikian, para peneliti itu mengatakan bahwa solusi yang mereka tawarkan hanya bekerja pada situasi tertentu, misalnya jika komputer belum mengalami reboot sejak terinfeksi dan ada perbaikan sebelum WannaCry melancarkan ancaman untuk mengunci berkas-berkas mereka secara permanen.

Europol menyatakan bahwa European Cybercrime Centre telah menguji perangkat baru tim tersebut dan menyatakan bahwa tim tersebut hanya bisa memulihkan data dalam beberapa keadaan.

Untuk diketahui, serangan virus WannaCry telah melanda seluruh dunia dan menginfeksi lebih dari 300.000 komputer di 150 negara, mereka mengancam untuk mengunci berkas-berkas korban yang tidak mau membayar uang tebusan senilai 300 hingga 600 dolar AS.

Baca juga artikel terkait RANSOMWARE atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - ale/ale)

Keyword