Menhub Klaim Garuda & Lion akan Turunkan Tiket Jelang Natal

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 5 Desember 2019
Dibaca Normal 1 menit
Turunnya harga tiket pesawat tersebut merupakan hasil koordinasi yang sudah dilakukan antara jajaran Kementerian BUMN, ESDM serta stakeholder terkait.
tirto.id - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (BKS) mengaku sudah mendapat informasi dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk soal ada penurunan harga tiket pesawat jelang mudik Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Selanjutnya, Lion juga akan menurunkan harga.

"Kami dapat konfirmasi dari Garuda ada tiket dengan harga yang lebih murah 30 persen lebih murah untuk hari Senin sampai Kamis. Mulai hari ini di-campaign," jelas dia di Kementerian Perhubungan, Medan Merdeka Selatan, Kamis (5/12/2019).

Ia menjelaskan, turunnya harga tiket pesawat tersebut merupakan hasil koordinasi yang sudah dilakukan antara jajaran Kementerian BUMN, ESDM serta stakeholder terkait seperti Garuda Indonesia. Selain Garuda Indonesia, menhub mengatakan penurunan harga tiket jelang mudik Natal dan Tahun Baru juga akan diikuti oleh Maskapai Lion Air.

"Tugas saya sudah saya jalankan. Kami sama-sama Kementerian BUMN dan ESDM koordinasikan. Garuda sudah melakukan insyaAllah Lion juga," kata dia.

Strategi harga pesawat yang lebih murah di weekdays dirasa efektif untuk membuat okupansi jadwal penerbangan tidak terlalu padat di akhir pekan.

"Jadi bagi pemudik jangan mudiknya hanya Minggu. Jadi Senin sampai Kamis harganya lebih murah," jelas dia.

Sebagai informasi sebelumnya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sudah menyiapkan dua pesawat jenis Boeing 777 untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama natal dan tahun baru. Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah menjelaskan, pesawat dengan kapasitas lebih besar itu disiapkan lantaran maskapainya tak menyediakan menyediakan penerbangan tambahan ke beberapa wilayah yang okupansinya tinggi di Natal dan Tahun Baru tinggi.

“Kan Cengkareng itu sudah padat ya sudah 80 fligt per hari. Jadi kami enggak akan menyediakan ekstra flight, tapi pesawat yang disediakan sengaja yang besar. Seperti Boeing 777 dan Airbus 330,” tuturnya di Kementerian BUMN, Selasa (26/11/2019).

Pesawat yang biasa digunakan untuk penerbangan haji dan umroh serta perjalanan ke Eropa ditukar untuk digunakan oleh para pemudik selama liburan natal dan tahun baru. Fikri menjelaskan, penggunaan pesawat berkapasitas besar dinilai efisien dan efektif untuk memecah solusi peningkatan jumlah penumpang dengan tetap membuat jadwal penerbangan di Cengkareng stabil.


Baca juga artikel terkait TIKET PESAWAT atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight