Mengenal Rumah Adat Bolon Sumatera Utara: Konstruksi & Fungsinya

Penulis: Yonada Nancy, tirto.id - 2 Jan 2022 15:05 WIB | Diperbarui 12 Jun 2022 14:05 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Rumah bolon merupakan rumah adat masyarakat suku Batak Toba, Sumatra Utara yang memiliki enam bagian ruang dengan fungsi yang berbeda-beda.
tirto.id - Provinsi Sumatra Utara memiliki rumah adat bernama rumah bolon. Rumah adat suku Batak Toba ini memiliki keunikan sesuai dengan budaya masyarakat setempat.

Sesuai dengan definisinya, rumah adat adalah rumah bagi penduduk asli suatu daerah. Menurut e-modul Keberagaman di Sekitarku, rumah adat merupakan hasil dari penggunaan peralatan dan teknologi.

Oleh karena itu, bentuk rumah adat biasanya menunjukkan ciri khusus yang menggambarkan kehidupan suatu masyarakat.

Hal ini juga berlaku pada rumah adat bolon milik masyarakat Sumatra Utara. Secara kasat mata, ciri khas rumah adat bolon terlihat dari ukurannya yang besar serta atapnya yang runcing pada tepian depan dan belakang.

Menurut Album Arsitektur Tradisional Sumatra Utara terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, rumah adat bolon dulunya digunakan sebagai tempat tinggal para bangsawan, termasuk raja, permaisuri, dan pengawal raja.

Namun, seiring berjalannya waktu rumah ini menjadi rumah bagi penduduk setempat. Beberapa diantaranya dimuseumkan untuk menjadi objek wisata, salah satunya rumah bolon di desa adat Ompu Marjobu Situngkir, Kabupaten Samosir.

Konstruksi Rumah Bolon Sumatra Utara


Rumah adat bolon milik suku Batak Toba dibangun dengan bahan utama kayu. Kayu-kayu untuk membangun rumah bolon disambung menggunakan pasak di sudut-sudutnya agar rumah dapat berdiri kokoh.

Rumah adat bolon berjenis panggung dengan rumah dibangun setinggi 1,75 meter dari permukaan tanah. Akses masuk ke dalam rumah pada bagian depan menggunakan anak tangga berjumlah ganjil.

Tiang-tiang penyangga kolong rumah diukir dengan ornamen gatip-gatip atau jenis ular berbisa. Sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat perjumpaan seseorang dengan ular gatip bisa menandakan dua hal, nasib baik atau nasib buruk.

Pintu masuk rumah bolon sengaja dibuat rendah agar orang yang masuk diharuskan menunduk terlebih dahulu. Ini memiliki makna filosofis dimana tamu yang masuk harus menghormati tuan rumah.

Inforgafik SC Rumah Bolon
Inforgafik SC Rumah Bolon. tirto.id/Fuad


Bagian depan dan sisi kiri kanan rumah biasanya dihias dengan ornamen halikkip. Motif halikkip merupakan motif geometris yang berbentuk seperti belah ketupat. Motif ini melambangkan kerapian dan keteraturan.

Badan rumah biasanya berbentuk persegi panjang dengan. Ukuran rumah bolon yang besar membuatnya bisa dihuni oleh banyak orang. Dikutip dari Radio Edukasi Kementerian Pendidikan dan Kemudayaan (Kemendikbud), rumah bolon biasanya dihuni oleh 5 hingga 6 keluarga.

Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, atap rumah bolon berbentuk runcing pada bagian depan dan bagian belakang. Uniknya, atap bagian depan rumah sengaja dibuat rendah dibanding atap bagian belakang. Hal ini karena bagian belakang rumah bolon adalah wilayah yang paling disakralkan masyarakat setempat.

Fungsi dan Bagian-bagian Rumah Bolon Sumatra Utara

Menurut Wilujeng Dwi Windhiari dalam "Yuk, Mengenal Rumah Tradisional Sumatra" rumah adat bolon memiliki enam bagian rumah. Bagian-bagian tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Berikut bagian-bagian rumah bolon beserta fungsinya:

1. Ruang jabu bona


Ruang jabu bona adalah ruangan yang letaknya di bagian belakang sudut kanan. Ruangan ini dihuni oleh anggota keluarga tertinggi di rumah tersebut atau kepala keluarga. Bagian rumah inilah yang dulunya dianggap paling sakral.

2. Ruang jabu soding


Ruang jabu soding adalah ruangan yang letaknya di belakang sebelah kiri. Ruangan ini umumnya berhadapan dengan jabu bong.

Ruang jabu soding biasanya diperuntukkan bagi anak perempuan pemilik rumah yang sudah menikah namun belum memiliki rumah sendiri. Selain itu, ruang ini juga biasa dimanfaatkan sebagai ruang tamu atau untuk penyelenggaraan upacara adat.

3. Ruang jabu suhat


Ruang jabu suhat terletak di sudut kiri depan. Ruangan berfungsi sebagai kamar anak laki-laki tertua di dalam keluarga yang sudah menikah.

4. Ruang tampar piring


Ruang tampar piring letaknya di sebelah jabu suhat atau ruang untuk anak laki-laki. Ruangan ini biasanya dimanfaatkan oleh pemilik rumah untuk menyambut tamu.

5. Ruang jabu tonga rona ni jabu rona


Ruang jabu tonga rona ni jabu rona adalaha ruang yang paling besar di antara ruang lainnya. Ruangan ini terletak di tengah rumah dan berfungsi sebagai ruang keluarga.

6. Kolong rumah


Kolong rumah bolon tidak dibiarkan kosong oleh pemilik rumah. Bagian rumah ini umumnya digunakan untuk berbagai kepentingan, seperti tempat penyimpanan barang, bahan pangan, hingga ternak.




Baca juga artikel terkait RUMAH ADAT atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yantina Debora

DarkLight