Menuju konten utama

Mengenal Jenis-Jenis Penyakit Hepatitis dan Cara Mencegahnya

Mengenal jenis-jenis penyakit hepatitis dan bagaimana cara mencegahnya. 

Mengenal Jenis-Jenis Penyakit Hepatitis dan Cara Mencegahnya
Ilustrasi hepatitis. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Hari Hepatitis Sedunia diperingati setiap 28 Juli. Hepatitis merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian.

Setidaknya, terdapat lebih dari satu juta jiwa yang meninggal akibat virus hepatitis setiap tahunnya. Tema Hari Hepatitis Sedunia tahun ini, adalah "Hepatititis Tidak Bisa Menunggu".

Tema tersebut dibuat bertujuan agar masyarakat di dunia dapat terbebas dari hepatitis pada 2030.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, peringatan Hari Hepatitis Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan virus hepatitis atau peradangan hati yang menyebabkan penyakit hati parah dan kanker hepatoseluler.

"Satu orang meninggal setiap 30 detik akibat penyakit terkait hepatitis – bahkan dalam krisis COVID-19 saat ini – kami tidak sabar untuk bertindak atas virus hepatitis," tulis WHO soal Hari Hepatitis Sedunia.

Menurut Healthline, hepatitis adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus atau bisa juga disebabkan oleh kondisi atau penyakit lain, seperti kebiasaan mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu, atau penyakit autoimun.

Hepatitis bisa menular, apabila disebabkan oleh infeksi virus. Ada beberapa jenis hepatitis, yang sebagian besar diuraikan di bawah ini.

Jenis-jenis hepatitis

Adapun lima jenis hepatitis yang dikenal di dunia, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Dilansir dari Antara News, lima jenis hepatitis itu memiliki sejumlah perbedaan dan masalah kesehatan yang dihasilkannya.

1. Hepatitis A

Hepatitis A adalah infeksi hati yang dapat dicegah dengan vaksin yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Biasanya, HAV ditemukan dalam tinja dan darah orang yang terinfeksi. Sehingga dalam hal ini, hepatitis A sangat menular.

Pasalnya, penyakit ini menyebar ketika seseorang tanpa sadar menelan virus - bahkan dalam jumlah mikroskopis - melalui kontak pribadi yang dekat dengan orang yang terinfeksi atau melalui makan makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Gejala hepatitis A dapat bertahan hingga dua bulan, seperti kelelahan, mual, sakit perut, dan penyakit kuning. Kebanyakan orang dengan hepatitis A tidak memiliki penyakit jangka panjang. Cara terbaik untuk mencegah hepatitis A adalah dengan mendapatkan vaksinasi.

2. Hepatitis B

Hepatitis B adalah infeksi hati yang dapat dicegah dengan vaksin yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B menyebar ketika darah, air mani, atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi virus masuk ke tubuh orang yang tidak terinfeksi.

Ini bisa terjadi melalui kontak seksual; berbagi jarum suntik, alat suntik, atau alat suntik obat lainnya; atau dari ibu ke bayi saat lahir. Tidak semua orang yang baru terinfeksi HBV memiliki gejala, tetapi bagi mereka yang mengalaminya, gejalanya dapat berupa kelelahan, nafsu makan yang buruk, sakit perut, mual, dan penyakit kuning.

Bagi banyak orang, hepatitis B adalah penyakit jangka pendek. Bagi yang lain, ini bisa menjadi infeksi kronis jangka panjang yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, bahkan mengancam jiwa seperti sirosis atau kanker hati.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis B adalah dengan mendapatkan vaksinasi.

3. Hepatitis C

Hepatitis C adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C menyebar melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi.

Saat ini, kebanyakan orang terinfeksi virus hepatitis C dengan berbagi jarum suntik atau peralatan lain yang digunakan untuk menyiapkan dan menyuntikkan narkoba. Bagi sebagian orang, hepatitis C adalah penyakit jangka pendek, tetapi bagi lebih dari separuh orang yang terinfeksi virus hepatitis C, menjadi infeksi kronis jangka panjang.

Hepatitis C kronis dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, bahkan mengancam jiwa seperti sirosis dan kanker hati. Tidak ada vaksin untuk hepatitis C. Cara terbaik untuk mencegah hepatitis C adalah dengan menghindari perilaku yang dapat menyebarkan penyakit, terutama narkoba suntik.

4. Hepatitis D

Penyakit ini juga dikenal sebagai "hepatitis delta," infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis D (HDV). Hepatitis D hanya terjadi pada orang yang juga terinfeksi virus hepatitis B.

Hepatitis D menyebar ketika darah atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi virus masuk ke tubuh seseorang yang tidak terinfeksi. Hepatitis D dapat menyebabkan gejala parah dan penyakit serius yang dapat menyebabkan kerusakan hati seumur hidup dan bahkan kematian.

Tidak ada vaksin untuk mencegah hepatitis D. Namun, pencegahan hepatitis B dengan vaksin hepatitis B juga melindungi terhadap infeksi hepatitis D.

5. Hepatitis E

Hepatitis E merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV). HEV ditemukan dalam tinja orang yang terinfeksi.

Virus ini menyebar ketika seseorang tanpa sadar menelan virus - bahkan dalam jumlah mikroskopis. Di negara berkembang, orang paling sering terkena hepatitis E dari air minum yang terkontaminasi feses dari orang yang terinfeksi virus.

Di negara maju lainnya di mana hepatitis E tidak umum, orang menjadi sakit hepatitis E setelah makan daging babi mentah atau setengah matang, daging rusa, daging babi hutan, atau kerang. Gejala hepatitis E dapat mencakup kelelahan, nafsu makan yang buruk, sakit perut, mual, dan penyakit kuning.

Akan tetapi, banyak orang dengan hepatitis E, terutama anak kecil, tidak menunjukkan gejala. Kebanyakan orang pulih sepenuhnya dari penyakit tanpa komplikasi.

Kiat mengoptimalkan fungsi hati

Sejumlah jenis virus hepatitis, dapat merusak fungsi hati. Berikut kiat-kiat untuk mengoptimalkan fungsi hati.

1. Menjaga berat badan

Agar dapat terhindar dari virus hepatitis, Anda harus menjaga tubuh supaya tidak obisitas. Obisitas dapat menyebabkan penyakit hati berlemak non-alkohol. Obisitas dapat membuat penyakit hati berkembang dengan cepat.

2. Konsumsi makanan yang seimbang

Agar dapat mengoptimalkan fungsi hati, hindarilah makanan berkolesterol tinggi, lemak jenuh, karbohidrat olahan (seperti roti putih, nasi putih, dan pasta), serta gula.

Perbanyak konsumsi makanan berserat, seperti buah-buahan segar, sayuran, roti gandum, nasi, dan sereal. Minumlah air puti yang cukup, agar tubuh tetap terhidrasi.

3. Jaga diri dari hepatitis B dan C

Virus hepatitis B dan C berpotensi menyebabkan penyakit hati. Dua jenis virus ini dapat ditularkan secara seksual atau jika ada kemungkinan kontak-darah-ke darah.

Oleh karena itu, lakukan seks yang aman dan jaga agar barang-barang pribadi yang tidak perlu seperti sikat gigi, pisau cukur, dan jarum. Apabila Anda membuat tato atau tindik, pilihlah tempat yang bersih dan aman yang mematuhi praktik sterilisasi dengan cermat.

4. Hindari racun

Alkohol dapat merusak, melukai, dan menghancurkan sel-sel hati.

5. Berhenti merokok

Agar dapat melindungi kesehatan hati, Anda perlu berhenti merokok. Pasalnya, terdapat beberapa penelitian yang menyatakan bahwa merokok dapat merangsang perkembangan kanker hati.

Selain itu, merokok juga dapat meningkatkan dampak toksik yang dimiliki beberapa obat (salah satunya parasetamol) pada hati.

6. Jangan gunakan obat-obatan terlarang

Obat-obatan terlarang itu, seperti mariyuana, kokain, heroin, halusinogen, inhalansia, atau psikoterapi jenis resep (penghilang rasa sakit, obat penenang, dan stimulan). Obat-obatan terlarang itu biasanya digunakan secara non-medis.

7. Gunakan petunjuk pada semua obat

Ketika Anda meminum obat-obatan terlalu banyak atau tidak sesuai, maka kebiasaan ini bisa merusak fungsi hati yang optimal.

Daftar makanan untuk mengoptimalkan fungsi hati

Sejumlah makanan dapat mengoptimalkan fungsi hati. Berikut daftar makanan untuk mengoptimalkan fungsi hati, menurut Healthline.

1. Kopi

Kopi merupakan salah satu pilihan minuman terbaik yang dapat Anda minum untuk meningkatkan kesehatan hati. Beberpaa penelitian menunjukkan bahwa kopi dapat melindungi hati dari penyakit, menurunkan risiko sirosis, atau kerusakan hati permanen pada orang dengan penyakit hati kronis

Selain itu, kopi juga mengurangi peradangan dan meningkatkan kadar antioksidan glutathione. Antioksidan menetralkan radikal bebas berbahaya, yang diproduksi secara alami di dalam tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan sel.

2. Teh

Menurut beberapa sumber, teh memberikan manfaat khusus untuk hati. Satu penelitian di Jepang menemukan bahwa minum 10 cangkir teh hijau per hari dapat dikaitkan dengan peningkatan penanda darah kesehatan hati.

Sebuah studi yang lebih kecil pada orang dengan penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) menemukan bahwa minum teh hijau tinggi antioksidan selama 12 minggu, meningkatkan kadar enzim hati, membantu mengurangi stres oksidatif, dan timbunan lemak di hati (7).

3. Jeruk bali

Jeruk bali mengandung antioksidan yang secara alami dapat melindungi hati. Dua antioksidan utama yang ditemukan dalam jeruk bali adalah naringenin dan naringin.

Beberapa penelitian pada hewan menemukan bahwa keduanya membantu melindungi hati kerusakan dan peradangan.

4. Blueberry dan cranberry

Blueberry dan cranberry adalah dua buah-buahan yang mengandung anthocyanin dan antioksidan yang memberi warna khas pada buah beri. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa cranberry dan blueberry utuh, serta ekstrak atau jusnya, dapat membantu menjaga kesehatan hati.

Mengkonsumsi buah-buahan ini selama 21 hari melindungi hati dari kerusakan. Selain itu, blueberry membantu meningkatkan respons sel kekebalan dan enzim antioksidan.

5. Anggur

Beberapa jenis anggur, terutama anggur merah dan ungu, mengandung berbagai senyawa tanaman yang bermanfaat. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa jus anggur dapat bermanfaat bagi hati.

Anggur yang dijadikan jus anggur dapat menurunkan peradangan, mencegah kerusakan, dan meningkatkan kadar antioksidan.

6. Brokoli

Brokoli berpotensi meningkatkan optimalisasi fungsi hati. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan renyah ini dapat membantu melindungi Anda dari penyakit hati berlemak nonalkohol.

7. Havermut

Penelitian menunjukkan bahwa Havermut mampu membantu Anda mengurangi beberapa pound ekstra dan lemak perut. Sehingga, Havermut dapat menjadi rekomendasi makanan untuk melindungi diri dari penyakit hati.

8. Minyak zaitun

Makan terlalu banyak lemak tidak baik untuk hati, tapi beberapa lemak dapat membantu melindungi diri dari penyakit hati.

Anda dapat mengganti lemak yang kurang sehat dengan minyak zaitun yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan fungsi hati. Hal ini disebabkan, karena tingginya kandungan asam lemak tak jenuh dalam minyak.

Baca juga artikel terkait HARI HEPATITIS SEDUNIA atau tulisan lainnya dari Ega Krisnawati

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Ega Krisnawati
Penulis: Ega Krisnawati
Editor: Yandri Daniel Damaledo