Menuju konten utama
Haji 2025

Mekanisme Evakuasi Pasien Jemaah Haji dari Madinah ke Makkah

Novitasari menjelaskan bahwa jemaah yang sedang sakit hanya bisa diberangkatkan jika kondisi kesehatannya membaik.

Mekanisme Evakuasi Pasien Jemaah Haji dari Madinah ke Makkah
Evakuasi jemaah haji dari KKHI Madinah ke Makkah [Ambulans] . Fahreza Rizky/MCH 2025

tirto.id - Proses pemberangkatan jemaah calon haji gelombang I dari Madinah ke Makkah memasuki tahap akhir. Para jemaah diberangkatkan dari pemondokan menggunakan bus dan akan mengambil mikat terlebih dahulu di Masjid Bir Ali sebelum menuju Makkah.

Setibanya di Makkah, jemaah akan melaksanakan umrah wajib dan mengikuti rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina).

Lantas, bagaimana proses pemberangkatan atau evakuasi jemaah yang sedang dan pulih pasca sakit?

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah, Novitasari Nurlaila, menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan layanan kesehatan terbaik bagi para tamu Allah.

Hingga Sabtu (24/5/2025), sebanyak 14 jemaah masih diobservasi di KKHI Madinah, sementara 37 orang dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Penyakit yang diderita jemaah antara lain jantung, hipertensi, gangguan paru-paru, dan diabetes. Ia optimistis kondisi para jemaah akan membaik sehingga dapat diberangkatkan ke Makkah.

"Angka ini dinamis dan dapat berubah sesuai kondisi terkini," ujar Novitasari kepada tim Media Center Haji (MCH) 2025.

Batas akhir pemberangkatan jemaah dari Madinah ke Makkah adalah Minggu, 25 Mei 2025. Namun, bagi jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu, batas waktu tersebut dapat diperpanjang hingga Sabtu, 31 Mei 2025.

Novitasari menjelaskan bahwa jemaah yang sedang sakit hanya bisa diberangkatkan jika kondisi kesehatannya membaik. Setelah dinyatakan pulih, mereka akan dievakuasi ke Makkah menggunakan ambulans.

"Jemaah yang sakit dan dirawat di RSAS jika sudah sembuh akan kita jemput dan dibawa ke KKHI Madinah, setelah itu kami observasi dan pemulihan, baru dievakuasi ke KKHI Makkah," pungkas Novitasari.

Baca juga artikel terkait HAJI 2025 atau tulisan lainnya dari Fahreza Rizky

tirto.id - Sosial Budaya
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Fahreza Rizky