Mata Palsu Abadi

Ruang tunggu pasien Klinik Mata Palsu Wijaya Protesa di Kebon Jeru, Jakarta Barat. tirto.id/Andrey Gromico
Data pasien Klinik Wijaya Protesa Mata. tirto.id/Andrey Gromico
Gugum (21) seorang pasien diukur rongga matanya. tirto.id/Andrey Gromico
Abadi membuat bola mata palsu dengan bahan dasar Acrylic. tirto.id/Andrey Gromico
Abadi membuat bola mata palsu dengan bahan dasar Acrylic. tirto.id/Andrey Gromico
Haryono (63) memasang mata palsu setelah melakukan operasi mata akibat Glukoma. tirto.id/Andrey Gromico
Haryono (63) memasang mata palsu setelah melakukan operasi mata akibat Glukoma. tirto.id/Andrey Gromico
Abadi mengukur mata seorang pasien anak perempuan yang akan dibuatkan mata palsu. tirto.id/Andrey Gromico
Sketsa dan daignosa mata pasien Klinik Wijaya Mata Protesa. tirto.id/Andrey Gromico
Klinik Wijaya Mata Protesa terletak di Jl.Komplek DPR 2, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. tirto.id/Andrey Gromico
Klinik Wijaya Mata Protesa adalah tempat pembuatan mata palsu di Jl.Komplek DPR 2, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
20 November 2017
Tidak banyak tempat pembuatan bola mata palsu di Indonesia. Salah satunya adalah Wijaya Protesa Mata di Jakarta Barat. Pemiliknya, Abadi Wijaya, lulusan Teknik Gigi Universitas Hang Tuah Jakarta, mencoba mewujudkan keinginan penderita cacat mata untuk memiliki dua bola mata.

Sejak pertemuannya dengan seorang anak yang hanya memiliki satu mata, Abadi Wijaya bertekad membuat mata palsu. Berbekal pengetahuannya dari bangku kuliah, ia membuat bola mata palsu berbahan kaca akrilik yang lentur dan bisa disesuaikan dengan ukuran mata. Sudah ratusan pasien yang merasakan manfaat dari jasa Abadi.

Banyak rumah sakit negeri maupun swasta, yang menangani pasien yang bola matanya harus diangkat, merujuk pasien untuk datang ke Wijaya Protesa Mata. Untuk membuat satu bola mata palsu, Abadi membutuhkan waktu 3 hari dan mengenakan biaya sebesar Rp2.500.000.

Mata palsu mungkin tidak sesempurna mata asli, setidaknya mereka yang kekurangan satu mata dapat lebih percaya diri. Walau tak dapat melihat, setidaknya mata mereka bisa terlihat sempurna.

Foto & Teks: Andrey Gromico