Manfaat Menulis Gratitude Diary dan Tips untuk Memulainya

Oleh: Cornelia Agata Wiji Setianingrum - 13 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Manfaat menulis gratitude diary dan Cara untuk mulai menulis gratitude diary
tirto.id - Menjalani kehidupan tidak lepas dari setiap peristiwa yang mengiringi. Sedih, senang, bahagia, atau bangga selalu menemani perjalanan kehidupan manusia.

Pada beberapa orang, ada yang tertarik untuk mengekspresikan perasaan yang sedang dialaminya, baik dalam bentuk buku, novel, ataupun jurnal.

Seseorang dapat menulis dalam kondisi tertentu salah satunya pada saat merasa sedih. Banyak novel-novel fiksi yang tercipta karena pengalaman kesedihan yang dirasakan penulisnya, dan itu justru menghasilkan karya yang luar biasa.

Namun, ada situasi lain yang bisa saja dicurahkan dalam sebuah tulisan. Salah satunya ungkapan syukur atas kehidupan yang dirasakan atau dikenal dengan istilah Gratitude Diary.

Menulis gratitude diary menjadi salah satu cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan mental, seperti yang dilansir dari Positive Psychology.

Gratitude diary atau jurnal rasa syukur bisa digunakan sebagai alat untuk mengingat hal-hal baik dalam hidup.

Bila biasanya ingatan akan tajam mengingat hal-hal menyakitkan, pada jurnal ini bisa dituangkan dan mengingat kembali hal-hal baik dalam hidup yang walau terasa biasa namun patut untuk disyukuri.

Manfaat Gratitude Diary


Manfaat lain yang mungkin didapat dari menulis jurnal rasa syukur seperti dikutip dari Headspace yaitu:

  1. Dapat meningkatkan kebahagiaan jangka panjang sebesar 10 persen dan juga dapat mengurangi depresi hingga lebih dari 30 persen.
  2. Membantu meningkatkan kesehatan fisik, bahkan membantu terhindar dari sakit dan nyeri pada badan.
  3. Membantu memperbaiki dan meningkatkan kualitas tidur, sehingga tidur bisa lebih lama dan lebih baik.
  4. Meningkatkan hubungan penulis dengan orang lain untuk menjadi lebih baik.


Cara Menulis Gratitude Diary


Lalu bagaimana cara untuk memulainya? Berikut ini beberapa tips memulai menulis gratitude diary atau jurnal rasa syukur yang diberikan oleh Emmos, seorang profesor di University of California melalui laman Greatergood Berkeley:

1. Menulislah dengan didorong motivasi yang tinggi agar hasil tulisan menjadi efektif. Buatlah motivasi bahagia yang tercipta dari aktivitas menulis jurnal rasa syukur.

2. Mulailah menuliskan hal-hal yang disyukuri secara rinci hingga mendalam. Hal ini dikarenakan menguraikan secara terperinci hal-hal tertentu yang disyukuri dapat memberikan banyak manfaat daripada hanya menceritakan hal-hal secara umum saja.

3. Menulislah dengan membuat fokus tertentu. Fokus pada orang-orang yang disyukuri yang bisa memberi dampak baik pada kehidupan.

4. Lakukan perenungan sebelum menulis. Perenungan merupakan salah satu cara efektif untuk menstimulasi rasa terima kasih yang dilakukan dengan cara merenungkan seperti apa hidup yang dijalani nantinya tanpa berkah tertentu.

5. Mencurahkan ucapan syukur terhadap peristiwa tak terduga. Bisa juga mencoba mengingat peristiwa yang tidak terduga atau mengejutkan, karena hal ini dapat menimbulkan rasa terima kasih yang lebih kuat untuk kemudian dicurahkan dalam sebuah jurnal.

6. Jangan berlebihan dalam menulis jurnal ucapan syukur. Aturlah waktu menulis sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan menulis bisa dilakukan sekali atau dua kali per minggu agar tulisan yang dihasilkan lebih bermanfaat.


Baca juga artikel terkait GRATITUTE DIARY atau tulisan menarik lainnya Cornelia Agata Wiji Setianingrum
(tirto.id - Gaya Hidup)

Kontributor: Cornelia Agata Wiji Setianingrum
Penulis: Cornelia Agata Wiji Setianingrum
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight