tirto.id - Putri malu atau mimosa pudica merupakan tanaman merambat yang banyak tumbuh di negara-negara tropis termasuk Indonesia. Dilansir dari laman Fakultas Peternakan UGM, tanaman ini pada awalnya berasal dari Amerika Selatan sebelum menyebar ke negara-negara tropis di Asia Tenggara.
Tanaman ini bisa tumbuh dan beradaptasi di iklim tropis yang kering dan dapat hidup di kondisi tanah kritis, namun tanaman ini tidak tahan terhadap tanah dengan kadar pH tinggi.
Tanaman putri malu ini banyak ditemui di tanah lapang dengan sinar matahari langsung tanpa adanya naungan. Selain itu, tumbuhan ini juga banyak ditemukan di persawahan palawija dan lahan kosong.
Dilansir dari laman KSDAE MenLHK, tanaman ini merupakan jenis perdu yang berukuran pendek dan termasuk dalam anggota suku polong-polongan. Tanaman ini memiliki bunga yang berwarna ungu dan sedikit merah jambu.
Salah satu keunikan utama dari tanaman ini adalah jika tersentuh atau tertiup maka daun-daunnya akan langsung menutup. Tanaman ini sangat sensitif terhadap rangsangan dari luar.
Fenomena tersebut disebabkan oleh perubahan tekanan “turgor” pada tulang-tulang daunnya yang kemudian berpengaruh terhadap daun lain yang tidak tersentuh. Gerakan ini disebut juga dengan gerakan seismonasti.
Selain seismonasti, merekah dan menguncupnya tanaman putri malu juga dipengaruhi oleh rangsangan fototropisme yang disebabkan oleh sinar matahari. Tanaman ini menguncup saat matahari terbenam dan merekah pada matahari terbit.
Tanaman putri malu juga menguncupkan daunnya untuk perlindungan diri dari hewan herbivora yang ingin memakannya. Ketika ditunjukkan warna daun bagian bawah yang berwarna pucat, hewan herbivora tersebut akan berkurang selera makannya.
Kandungan dan Manfaat Tanaman Putri Malu
Tanaman ini memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan dan sering digunakan sebagai obat. Kandungan-kandungan tersebut antara lain adalah:
- 90.3% Bahan Kering (BK)
- 8.37% Protein Kasar (PK)
- 1.43% Lemak Kasar (LK)
- 3.57% Abu
- 3.3% Serat Kasar (SK)
- 73.7% Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN)
- 13.5 mg/100g Asam Askorbat
- 0.6 mg/100g Thiamin
- 1,1 mg/100g Riboflavin
- 0.4 mg/100g Niacin
- Flavonoid
- Alkaloid
- Fenol
- Glikosida
- Tanin
- Saponin
- Terpenoid
- Kumarin
Selain itu, terdapat pula manfaat-manfaat lain dari tanaman ini seperti mengobati diabetes, menghentikan pendarahan, mencegah infeksi, mengobati demam dan nyeri, mengobati reumatik, melancarkan saluran kemih, meredakan disentri, mengobati kusta, wasir, dan penyakit kuning.
Penulis: Muhammad Iqbal Iskandar
Editor: Alexander Haryanto