Makna Logo SEA Games 2019 Filipina yang Sempat Dikritik Warganet

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 28 November 2019
Dibaca Normal 1 menit
Arti logo SEA Games 2019 yang berbentuk 11 lingkaran mewakili 11 peserta SEA Games 2019.
tirto.id - Pemerintah Fipilina telah meluncurkan logo SEA Games 2019. Menurut Ketua Panitia Penyelenggar SEA Games 2019, Alan Peter Cayetano, logo itu dirancang oleh biro iklan terkemuka yang berbasis di Hong Kong.

Dilaporkan Esquire Amagazine, peluncuran logo ini sempat menuai protes dari warganet yang tidak menyukai bentuknya dan meminta desain ulang. Orang-orang menyamakan logo SEA Games seperti potongan-potongan karet gelang yang disatukan secara serampangan dan bentuk yang ambigu.

Beberapa warganet bahkan mengatakan, desain logo itu dirancang menggunakan Microsoft Word 2000. Para seniman kemudian membuat sendiri logo versi mereka untuk menggantikan yang sekarang, tetapi panitia SEA Games tetap bertahan dengan logo tersebut.

"Logo terbaik adalah yang dapat digambar oleh siswa kelas 5 dan siswa kelas 4," kata Cayetano membela desain tersebut, pada sebuah wawancara tahun 2018.

Logo SEA Games tersebut telah berdiri tegak di Taman Bayanihan, Angeles City, Pampanga. Arti logo SEA Games berupa 11 cincin itu mewakili negara-negara peserta SEA Games 2019. Sebelas lingkaran tersebut disusun dalam bentuk kepulauan Filipina.

Cayetano menjelaskan, makna logo SEA Games 2019 itu berarti dalam setiap pertandingan yang dimainkan, setiap peserta adalah satu, meskipun menang atau kalah.

"Logo kami merupakan 11 lingkaran yang mewakili 11 negara yang terikat bersama dalam bentuk Filipina untuk melambangkan, di mana pun dan kapan pun permainan dimainkan, kami adalah satu dan kami menang sebagai satu," ujar Cayetano, seperti dikutip Rappler.

Selain logo, Cayetano juga menjelaskan soal maskot Pami yang juga mendapat kritik dari warganet. Banyak warganet membuat meme soal Pami yang tersebar di media sosial.

"Maskot yang dibentuk dari 11 lingkaran disebut Pami , kependekan dari keluarga atau pamilya, untuk menunjukkan kami adalah satu keluarga. Presiden Rodrigo Duterte dan orang-orang Filipina mengundang Anda semua dan meminta Anda menjadi tamu istimewa di SEA Games 2019," pungkas Cayetano.

Nama Maskot SEA Games ke-30 ini diambil dari kependekan bahasa Filipina "pamilya". Pami berbentuk bola spons yang tersenyum, demikian menurut Direktur Eksekutif Panitia Penyelenggara SEA Games 2019 Filipina (Philsgoc) Ramon Suzara, seperti dikutip ABS-CBN Sports.

"Kami telah meluncurkan, slogan, logo, dan Pami, maskot resmi kami. Semuanya telah dipersiapkan, saya pikir kita perlu menaruh perhatian padanya dan mempromosikannya," ujar Suzara.

Pami tetap dijual di berbagai ruang publik di Filipina seperti Taman Bayanihan di New Clark City, Pampanga. Pami juga sudah dipasang sebagai monumen di Bayanihan Park.

Opening ceremony (upacara pembukaan) SEA Games 2019 akan dilaksanakan pada Sabtu (30/11/2019) di Philippine Arena, Bulacan. Dalam edisi ke-30 kejuaraan multi-event se-Asia Tenggara ini, akan ada 56 cabang olahraga (cabor) yang dimainkan.

Philippine Arena yang menjadi venue upacara pembukaan SEA Games 2019 adalah gedung indoor terbesar dunia. Dikutip dari Antara, pada 27 Juli 2014, gedung ini mendapatkan pengakuan Guinness World Records.

Philippine Arena yang mampu menampung maksimal 55.000 orang ini, terletak di Ciudad de Victoria, kawasan pariwisata dengan luas 140 hektare di Bocaue dan Santa Maria, Bulacan. Gedung ini mulai dibangun pada 17 Agustus 2011, dan mulai digunakan pada 30 Mei 2014 dengan ukuran lapangan 220 x 170 meter.

Philippine Arena tidak terbatas untuk penyelenggaraan olahraga, tetapi juga konser musik dan pertemuan gereja utama dari Iglesia ni Cristo. Namun, venue ini tidak dapat digunakan untuk pertandingan olahraga lapangan, misalnya sepakbola, karena keterbatasan ukuran.

Sepanjang sejarah, ini adalah keempat kalinya Filipina diplot sebagai tuan rumah SEA Games. Negara tersebut pertama kali menjadi penyelenggara di SEA Games 1981 di Manila.


Baca juga artikel terkait SEA GAMES 2019 atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight