Mahasiswa Indonesia di AS Gelar Konser Sambut Hari Batik Nasional

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 3 Oktober 2019
Dibaca Normal 2 menit
Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Berklee Indonesian Community menggelar konser seni semi-teatrikal di AS.
tirto.id - Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat menggelar konser semi-teatrikal bertajuk “LEGENDA” pada Rabu, (2/9/2019), di Berklee Performance Center, Boston MA.

Sekitar 800-an penonton hadir pada konser yang diselenggarakan oleh sekitar 30-an mahasiswa Indonesia yang sedang mengemban ilmu di salah satu sekolah musik terbaik di dunia Berklee College of Music.

Konser ini diadakan bertepatan dengan Hari Batik Nasional, dan diramaikan oleh berbagai musisi dan seniman dari 15 negara.

Hadir pada acara ini Yohanes Jatmiko selaku Plt. Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, Poppy Rufaidah, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia dari Washington, D.C., penulis lagu legendaris James F. Sundah, dan penata musik kondang dari Indonesia Zeke Khaseli yang sengaja datang dari New York.

Konser ini dibuka oleh sepatah dua patah kata dari Presiden Berklee Indonesian Community (BIC) Bernard Jonathan dan Plt. Konsul Jenderal RI Yohanes Jatmiko, yang menjelaskan secara singkat tujuan dari pagelaran ini, yaitu untuk menyebarluaskan kebudayaan Indonesia di luar negeri melalui bidang seni musik dan batik.

Plt. Konsul Jenderal RI Yohanes Jatmiko menyampaikan bahwa ia sangat terkesan dengan penampilan Berklee Indonesian Ensemble (BIE).

“Saya sangat bangga menyaksikan adik-adik Berklee. Pagelaran ini tidak hanya berhasil menampilkan budaya Indonesia yang kaya, namun juga membuktikan bahwa kita memiliki bakat-bakat muda yang cemerlang dan luar biasa. Ini jelas bentuk diplomasi kebuayaan yang luar biasa. Selamat!,” kata Yohanes Jatmiko dalam rilis yang diterima Tirto, Kamis (3/10/2019).

Bernard, yang juga merangkap Music Director dan penggagas acara Indonesian Cultural Night (ICN) sekaligus pendiri BIE menjelaskan, “LEGENDA menampilkan enam cerita rakyat yang berasal dari enam daerah yang berbeda. Kami selalu percaya bahwa seni musik bisa menjadi roda penggerak persatuan yang mendukung perdamaian,” ujarnya.

Setiap musisi yang tampil pada acara ini menggunakan busana khas Indonesia. LEGENDA mengambil konsep semi-teatrikal yang menampilkan enam cerita rakyat dari seluruh penjuru Indonesia.

Urutan lagu sepanjang acara dari awal sampai akhir adalah sebagai berikut: Telaga Biru dari Maluku Utara (komposisi Ruth Felicia Christina), Ramayana dari Jawa (komposisi Timotius Simanjuntak), Bawang Merah Bawang Putih (komposisi Eunike Tanzil), Cendrawasih dari Papua Barat (komposisi Peter Jonatan), Telaga Tiga Warna dari Nusa Tenggara Timur (komposisi Aubrey Situmorang), dan Malin Kundang dari Sumatera Barat (komposisi Bernard Jonathan).

Untuk menjelaskan cerita rakyat tersebut bagi para penonton lokal, sebelum dimulainya setiap komposisi, BIE juga memutar sebuah cuplikan pendek dalam Bahasa Inggris yang menceritakan latar belakang setiap dongeng tersebut.

Konsep semi-teatrikal ini juga dilengkapi dengan unsur visual dalam bentuk tari-tarian oleh Nusantara Kreasindo.

James F. Sundah, musisi legendaris Indonesia yang sengaja hadir dari New York mengatakan, “Pargelaran yang luar biasa. Saya yakin berharap pentas kebudayaan seperti ini mampu menginspirasi kita semua agar bisa lebih menghargai perbedaan dan menjadi kekuatan dalam Persatuan Indonesia,” ujarnya.

Adapun para musisi yang terlibat pada acara ini adalah sebagai berikut:
Music Director : Bernard Jonathan
Komposer : Ruth Felicia Christina, Bernard Jonathan, Timotius Simanjuntak, Peter Jonatan,
Aubrey Situmorang, Eunike Tanzil
Vokal : Anastasya Poetri, Marclesia Karim, dan Christopher Jimmy Lim
Saksofon : Timotius Simanjuntak
Biola : Sharon Stephania
Gitar Elektrik : Kinski Tarlazzi
Piano : Bernard Jonathan, Eunike Tanzil, dan Ruth Felicia
Keyboard : Farhan Sarasin dan Tasya Rifalia
Bass Elektrik : Aubrey Situmorang
Perkusi : Juan Pablo Tello
Drum : Carles Pereira JR and Cristian Tamblay
Penari : Nusantara Kreasindo dan Boston Cendrawasih

“Berklee Indonesian Community juga ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendukung acara: KBRI Washington DC, KJRI New York, Permias Massachusetts, Amerika Bersatu, Indonesian Community Connect, Indonesian Community of New England, Nusantara Kreasindo, dan secara khusus James F. Sundah, Zeke Khaseli, Wendi Putranto, Artine Utomo, Michael Tjandra, Abdul Rosyid, dan Naratama Rukmananda, selaku orang-orang yang telah memberikan dukungan khusus dalam penyelenggaraan Indonesian Cultural Night: LEGENDA. Saya yakin ini adalah sebuah titik awal bagi kebangkitan musik Indonesia di luar negeri,” ujar Bernard menutup wawancara.

Baca juga artikel terkait KONSER SENI atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: pers rilis
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Agung DH
DarkLight