STOP PRESS! Diduga Terlibat Plagiasi, Rektor UNJ Diberhentikan Sementara

Mahasiswa Gunadarma Korban Bully akan Dibantu Kemensos

Mahasiswa Gunadarma Korban Bully akan Dibantu Kemensos
Ilustrasi bully dan guyonan rasis. FOTO/Istock.
Reporter: Maya Saputri
17 Juli, 2017 dibaca normal 1 menit
Kementerian Sosial siap membantu memulihkan kondisi psikologi dan sosial mahasiswa Gunadarma berkebutuhan khusus yang dirundung teman sekelasnya.
tirto.id - Video mahasiswa berkebutuhan khusus yang menjadi korban bullying di Universitas Gunadarma menjadi viral di media sosial. Kementerian Sosial siap membantu memulihkan kondisi psikologi dan sosial mahasiswa Gunadarma berkebutuhan khusus yang dirundung teman sekelasnya. 

Para pekerja sosial dari Perlindungan Anak Kementerian Sosial sudah mendatangi pihak Universitas Gunadarma untuk mencari informasi mengenai Farhan, mahasiswa di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) Gunadarma angkatan 2016 yang dirundung teman sekelasnya. 

"Kami akan assessment dulu, lihat kondisinya seperti apa," kata Miftah Abdurrojak, Pekerja Sosial Perlindungan Anak Kementerian Sosial pada ANTARA News, Depok, Senin (17/7/2017). 

Menurut Miftah, Kementerian Sosial akan memberi bantuan pemulihan psikososial agar anak berkebutuhan khusus bisa kembali beraktivitas seperti biasa. 

"Kalau masih bisa diajak bicara, bisa dikasih bimbingan dan masukan," kata Miftah. 

Sementara itu, bila kejadian perundungan berdampak besar bagi emosi yang bersangkutan, akan ada tim psikolog yang menanganinya. 

Kejadian perundungan mahasiswa berkebutuhan khusus di Gunadarma yang video rekamannya jadi viral mendorong pihak kampus untuk mengevaluasi diri agar kejadian serupa tak terulang. 

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma, Irwan Bastian, saat ditemui ANTARA News di kantornya, Depok, menyatakan, belum bisa memastikan data jumlah mahasiswa berkebutuhan khusus di sana, Senin (17/7/2017).

Yang pasti, dia menambahkan, anak berkebutuhan khusus tetap bisa berkuliah di Gunadarma selama lulus tes seleksi. 
Irwan mengatakan tidak ada fasilitas tersendiri untuk mahasiswa berkebutuhan khusus, seperti korban yang menderita autis, namun perhatian dari wali kelas akan dicurahkan lebih besar untuk mahasiswa bersangkutan. 

Video mahasiswa berkebutuhan khusus diganggu beberapa mahasiswa lain beredar luas di media sosial. Diketahui korban sedang berjalan, namun tasnya ditarik-tarik oleh mahasiswa lain hingga dia sulit berjalan. Dia yang akhirnya bisa melepaskan diri pun melemparkan tong sampah pada para pengganggu.

Baca juga artikel terkait BULLYING atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - may/may)

Keyword