Lima Penyakit Pandemi yang Pernah Terjadi Selain Covid-19

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 12 Maret 2020
Dibaca Normal 2 menit
Penyakit yang pandemi di dunia selain Covid-19 yakni HIV, Ebola, SARS, Kolera hingga H3N2.
tirto.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan COVID-19 sebagai sebuah pandemi. Penyakit akibat virus Corona tersebut telah melanda di setidaknya 114 negara dan menewaskan lebih dari 4.000 orang.

Pandemi, menurut WHO adalah "penyebaran penyakit baru di seluruh dunia" dan populasi seluruh dunia ada kemungkinan akan terkena infeksi. Laman CDC, menyatakan pandemi sebagai "epidemi yang telah menyebar di beberapa negara atau benua, biasanya memengaruhi sejumlah besar orang."

"Ini adalah pandemi pertama yang disebabkan oleh coronavirus," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, dikutip dari NPR.

Meski virus COVID-19 tersebut telah membuat keadaan darurat kesehatan ke level tertinggi, Tedros mengatakan tetap masih ada harapan bahwa COVID-19 dapat dikurangi. Selain itu, ia juga mendesak pada semua negara untuk mengambil tindakan guna meminimalisir penyakit tersebut.

Penyakit yang berjangkit secara serempak di mana-mana secara global atau disebut pandemi, nyatanya tidak terjadi kali ini saja. Beberapa tahun lalu, wabah penyakit lain termasuk influenza, kolera, SARS, hingga meningitis, juga telah ditetapkan WHO sebagai penyakit pandemi sebagaimana disebut dalam lamannya.

Berikut adalah penyakit yang pernah jadi pandemi dilansir dari Business Insider:

Kolera (1817-1823)

Pandemi kolera pertama dimulai di Jessore, India, dan menyebar ke sebagian besar wilayah dan kemudian ke daerah tetangga. Itu adalah yang pertama dari 7 pandemi kolera utama yang telah menewaskan jutaan orang.

Seorang dokter Inggris bernama John Snow menemukan beberapa hal tentang bagaimana mencegah penyebaran Kolera. Pada 1854, ia membendung wabah dengan mengisolasi sumbernya ke pompa air tertentu di lingkungan Soho London.

WHO menyebut kolera sebagai "pandemi yang terlupakan" dan mengatakan bahwa wabah ketujuh, yang dimulai pada tahun 1961, berlanjut hingga hari ini. Kolera dilaporkan menginfeksi 1,3 juta hingga 4 juta orang setiap tahun, dengan kematian tahunan berkisar antara 21.000 hingga 143.000. Penyakit ini disebabkan oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh bakteri tertentu.

HIV/ AIDS (1976 hingga sekarang)

Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang menyebabkan AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome. Total kematian yang disebabkan oleh penyakit ini di seluruh dunia mencapai 36 juta jiwa.

Kasus pertamanya ditemukan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1920 dan menewaskan lebih dari 36 juta orang sejak 1981. Saat ini ada 75 juta orang yang hidup dengan HIV.

Secara global, menurut WHO, sebanyak 37,9 juta [32,7-44,0 juta] orang hidup dengan HIV pada akhir 2018. Diperkirakan 0,8 persen [0,6-0,9 persen] orang dewasa berusia 15-49 tahun di seluruh dunia hidup dengan HIV.

Hong Kong Flu atau H3N2 (1968-1970)

Flu Hong Kong telah memakan korban kurang lebih 1 juta jiwa dan 100.000 berada di AS. Pandemi flu ini terjadi pada tahun 1968, disebabkan oleh H3N2 dari virus Influenza A.

Dari kasus pertama yang dilaporkan pada 13 Juli 1968 di Hong Kong, hanya butuh 17 hari sebelum wabah virus dilaporkan di Singapura dan Vietnam, dan dalam tiga bulan telah menyebar ke Filipina, India, Australia, Eropa, dan Amerika Serikat.

SARS (2002-2003)

SARS atau sindrom pernapasan akut yang parah adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari 7 coronavirus yang dapat menginfeksi manusia. Pada tahun 2003, wabah yang berasal dari provinsi Guangdong di Cina ini menjadi pandemi global karena dengan cepat menyebar ke total 26 negara dan menginfeksi lebih dari 8.000 orang.

Kematian yang disebabkan oleh kasus ini diperkirakan mencapai 774 jiwa. Wabah SARS meningkatkan kesadaran tentang pencegahan penularan penyakit virus, khususnya di Hong Kong.

Ebola (2014-2016)

Di antara pandemik lain, virus Ebola terbatas dalam jangkauannya tetapi menjadi penyakit yang mematikan. Kasus pertama ditemukan di sebuah desa kecil di Guinea pada tahun 2014 dan menyebar ke beberapa negara tetangga di Afrika Barat.

Virus ini membunuh 11.325 dari 28.600 orang yang terinfeksi. Sebagian besar kasus terjadi di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone. Ebola diperkirakan menelan biaya total 4,3 miliar dolar AS.


Baca juga artikel terkait PANDEMI atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Yantina Debora
DarkLight