Menuju konten utama

Langkah Cegah Klaster Keluarga di Tengah Pandemi COVID-19

Langkah-langkah pencegahan terjadinya klaster keluarga dalam pandemi COVID-19.

Langkah Cegah Klaster Keluarga di Tengah Pandemi COVID-19
Ilustrasi Masker Anak. foto/istockphoto

tirto.id - Terdapat langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya klaster keluarga dalam pandemi COVID-19. Langkah ini dimulai dari membatasi diri dari keluar rumah hingga menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 hingga 6 Desember 2020, jumlah kematian karena pengaruh virus Corona di Indonesia mencapai 17.740 orang (3,08%). Persentase ini lebih tinggi dibandingkan angka rata-rata dunia (2,30 persen).

Di sisi lain, kasus aktif di Indonesia yang mencapai 83.825 orang (14,56 persen) ada di bawah rata-rata dunia (28,53 persen). Selain itu, jumlah kesembuhan yang 474.771 orang (82,45 persen) di atas rata-rata dunia (69,17 persen).

Pemerintah berfungsi menjalankan 3T (testing, tracing, dan treatment) dalam memerangi pandemi COVID-19. Terkait testing (pemeriksaan kasus) hingga 6 Desember 2020, masih terjadi fluktuasi persentase. Namun, pada pekan terakhir November, angkanya sudah 90,64 persen dan pada pekan awal Desember ada di titik 96,35 persen.Testing pemerintah mulai mendekati standar WHO 1/1.000 penduduk.

Selain itu, pemerintah sudah membawa vaksin COVID-19 dari Sinovac pada Minggu (6/12/2020). Selain vaksin ini, masih ada beberapa kandidat vaksin lain sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9860 Tahun 2020 di antaranya AstraZeneca, BioFarma, Moderna, Pfizer, dan Sinopharm.

Vaksin COVID-19 ditujukan sebagai upaya menghadirkan kekebalan komunitas (herd immunity). Untuk mencapai target, dibutuhkan 70 persen populasi yang mesti divaksin agar kekebalan komunitas terbentuk.

Namun, hal-hal ini tidak lantas membuat masyarakat lengah dan menganggap enteng COVID-19. Pasalnya, mayoritas kabupaten/kota masih berada di zona oranye (risiko sedang) sejumlah 371 kabupaten/kota (72,18 persen). Selain itu hanya ada 12 kabupaten/kota yang masuk zona hijau (2,34 persen).

Di samping itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan. Sebelum kekebalan komunitas terbentuk melalui vaksin, masyarakat harus tetap disiplin dalam 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

"Ingat, kedisplinan terhadap protokol kesehatan tetap merupakan kunci utama penangangan Covid-19 yang efektif," terang Wiku dikutip laman Covid19.go.id.

Ketika pandemi COVID-19 sudah memasuki bulan ke-9, semangat untuk tidak melonggarkan protokol kesehatan penting. Bagaimanapun, yang menjadi benteng keluarga, lingkaran terkecil yang melingkari seseorang, adalah dirinya sendiri. Menjaga diri dan orang-orang terdekat agar tidak berpotensi terinfeksi virus Corona menjadi keharusan.

Akan berisiko besar ketika salah satu anggota keluarga tertular COVID-19. Karena, dengan demikian, ada peluang seluruh keluarga juga terinfeksi, yang bisa berbahaya terutama untuk lansia, ibu hamil, atau anggota keluarga yang punya tingkat imun rendah.

Terdapat 7 hal yang layak dicermati agar tidak terjadi klaster keluarga, sebagai berikut.

  • Jika tidak perlu sekali, jangan keluar rumah. Membatasi interaksi penting karena penularan virus Corona dapat terjadi melalui droplet baik langsung maupun tidak langsung.
  • Memahami bahwa sumber penyebaran dari orang yang suka bepergian ke luar rumah Oleh karenanya, anggota keluarga yang bepergian ini perlu untuk lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Sepulang ke rumah, sebelum bertemu anggota keluarga, pastikan untuk mandi (membersihkan diri).
  • Jika ada gejala gunakan masker meskipun di dalam rumah. Masker terbukti efektif mencegah penularan hingga titik 1,5 persen.
  • Tetap terapkan protokol kesehatan saat menerima kunjungan orang lain ke rumah. Penting pula untuk memastikan
  • Kurangi kegiatan sosial di tengah masyarakat. Menghindari kerumunan, atau menjaga jarak minimal 2 meter penting sebagai langkah awal pencegahan.
  • Jangan jalan-jalan atau piknik di tempat ramai. Sebagai pengganti, kita dapat mencari hiburan virtual dari membaca atau menyelami film-film favorit bersama keluarga.
  • Terapkan protokol kesehatan di manapun berada.

Masyarakat mesti selalu #ingatpesanibu dan menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, juga mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 30 detik. Saat ini, itulah satu-satunya cara paling efektif dalam mencegah penularan COVID-19.

-----------------

Artikel ini diterbitkan atas kerja sama Tirto.id dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Agung DH