Menuju konten utama

Kotak Hitam Wings Air Dibawa ke Jakarta untuk Penyelidikan

Kotak hitam pesawat Wings Air dibawa ke Jakarta oleh petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi guna penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti tergelincirnya pesawat saat mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Kotak Hitam Wings Air Dibawa ke Jakarta untuk Penyelidikan
Sebuah pesawat melintas di belakang pesawat Wings Air yang mengalami kecelakaan pada Selasa (5/4) ketika hendak lepas landas dari Kupang menuju Sumba Timur di Bandara El Tari Kupang, NTT, Rabu (6/4). ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

tirto.id - Kotak hitam pesawat Wings Air dibawa ke Jakarta oleh petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi guna penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti tergelincirnya pesawat saat mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

"Black box bersama FDR (flight data recorder) dan CVR (cockpit voice recorder) kami berangkatkan ke Jakarta sore ini untuk mengetahui penyebab tergelincirnya pesawat Wings Air," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat menggelar konferensi pers di Semarang, Senin (26/12/2016).

Menurut dia, untuk mengetahui semua data pada kotak hitam pesawat Wings Air membutuhkan waktu yang cukup lama dan dilakukan oleh seorang ahli.

"Dalam waktu (paling cepat) enam bulan bisa diketahui penyebab pasti tergelincirnya pesawat Wings Air saat mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang pada Minggu (25/12) petang," ujarnya sebagaimana dikutip Antara.

Ia menjelaskan bahwa saat ini KNKT juga sedang mengumpulkan data-data dan meminta keterangan dari berbagai pihak seperti pilot, pramugari, pihak bandara, dan BMKG terkait dengan insiden tergelincirnya pesawat Wings Air.

Ia memerinci, insiden yang terjadi di runway 31 Bandara Internasional Ahmad Yani itu mengakibatkan kerusakan pada roda pendarat bagian kanan dan bagian bawah pesawat bagian kanan.

"Kerusakan terberat, roda pendarat kanan patah, bagian bawah pesawat kanan rusak berat karena saat kecelakaan, propelernya menyentuh landasan," katanya.

Ia menilai pesawat Wings Air 72-600 dengan nomor penerbangan IW 1896 dan nomor registrasi PK WGW itu layak terbang serta tidak ada kerusakan.

"Selain layak terbang, pilot memiliki jam terbang 4.000 jam, sedangkan co-pilot 3.500 jam terbang sehingga cukup berpengalaman," ujarnya.

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo menyatakan pihaknya tidak mau berspekulasi mengenai penyebab tergelincirnya pesawat Wings Air.

"Amat sangat terlalu dini jika (disebutkan) penyebab tergelincirnya pesawat Wings Air akibat cuaca, saya tidak mau berspekulasi," katanya.

Direktur Operasional PT Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose menambahkan, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang kembali beroperasi normal pada pukul 08.00 WIB pascainsiden yang terjadi Minggu (25/12) pukul 18.24 WIB.

"Pesawat yang tergelincir berhasil dievakuasi pada pukul 06.00 WIB dan saat ini berada di sisi utara atau appron yang baru," ujarnya.

Ia mengapresiasi semua pihak yang terlibat pada penanganan kecelakaan pesawat Wings Air saat mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang yang diketahui tanpa jatuhnya korban jiwa itu.

Baca juga artikel terkait KOTAK HITAM atau tulisan lainnya dari Akhmad Muawal Hasan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Akhmad Muawal Hasan
Penulis: Akhmad Muawal Hasan
Editor: Akhmad Muawal Hasan