Berita Internasional Terkini

Kondisi Uganda Terkini: Bom Bunuh Diri Tewaskan 3 Orang

Penulis: Alexander Haryanto - 17 Nov 2021 16:12 WIB
Dibaca Normal 1 menit
ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di Uganda.
tirto.id - Dua bom bunuh diri terjadi di ibukota Uganda, Kampala. Atas kejadian itu, tiga orang tewas dan 33 lainnya mengalami luka-luka. Menurut polisi, ini adalah serangkaian serangan selama sebulan terakhir ini.

Seperti dilaporkan Aljazeera, serangan itu terjadi dalam waktu tiga menit pada hari Selasa, dan dilakukan oleh tiga pelaku bom bunuh diri. Hal itu disampaikan juru bicara polisi Fred Enaga.

Salah satu ledakan terjadi di jalan dekat gedung parlemen dan yang lainnya di dekat kantor polisi. Ledakan itu menghantam sebuah gedung yang menampung perusahaan asuransi. Dan kebakaran berikutnya menghantam mobil-mobil di luar.

Akibat ledakan itu, beberapa pekerja kantor mengalami luka-luka dan bergegas mencari perlindungan. Kaca-kaca pecah dan asap putih membubung di atas area tengah. Bagian tubuh berserakan di jalan, beberapa politikus terlihat mengevakuasi gedung parlemen.

Juru bicara polisi Fred Enaga mengatakan, satu pembom bunuh diri melakukan ledakan di dekat pos pemeriksaan di kantor polisi. Akibat ledakan itu, kata Enaga, dua orang tewas.

Kemudian, dua pelaku bom dengan sepeda motor meledakkan diri di kantor polisi dan menewaskan satu orang. Enaga mengatakan, serangan ketiga berhasil digagalkan polisi. Seorang tersangka pelaku bom bunuh diri itu dikejar oleh polisi dan menahan senjatanya.



Bom Uganda
Pasukan keamanan dan petugas forensik memeriksa lokasi ledakan di jalan dekat gedung parlemen di Kampala, Uganda, Selasa, 16 November 202. (AP Photo/Hajarah Nalwadda)


ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Sementara itu, The Guardian melaporkan, ledakan yang menewaskan tiga warga sipil itu, kata polisi, adalah serangan terkoordinasi oleh para ekstremis. Bom itu menyebabkan kekacauan di Kampala karena warga melakukan diri dari pusat kota.

“Ancaman bom masih aktif, terutama dari penyerang bunuh diri,” kata Fred Enanga. Ia menduga ledakan itu dilakukan sebuah kelompok ekstremis yang berafiliasi dengan kelompok ISIS.

Melalui sebuah pernyataan di saluran Telegram, ISIS mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.

Para pejabat Uganda telah mendesak kewaspadaan setelah serangkaian ledakan bom dalam beberapa pekan terakhir. Satu orang tewas dan sedikitnya tujuh lainnya terluka dalam ledakan di sebuah restoran di pinggiran Kampala pada 23 Oktober. Ledakan lain dua hari kemudian di sebuah bus penumpang hanya menewaskan pelaku bom bunuh diri, menurut polisi.

Bahkan sebelum serangan itu, pemerintah Inggris telah memperbarui peringatan perjalanan Uganda untuk mengatakan bahwa para ekstremis “sangat mungkin mencoba melakukan serangan” di negara Afrika timur itu.


Baca juga artikel terkait BOM BUNUH DIRI UGANDA atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight