Menuju konten utama

Kondisi Rumah Jokowi setelah Digeruduk Massa Minta Gibran Mundur

Situasi di rumah Jokowi sehari setelah didatangi massa yang meminta Gibran mundur. Rumah Jokowi ramai pengunjung dari luar kota hingga Malaysia.

Kondisi Rumah Jokowi setelah Digeruduk Massa Minta Gibran Mundur
Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), menemui para tamu yang mendatangi kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (29/10/2026). foto/Kristian
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Rumah Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, kembali ramai dikunjungi para tamu pada Kamis (29/10/2026), setelah digeruduk massa sehari sebelumnya.

Pada Rabu (28/10/2026), sejumlah orang mendatangi rumah Jokowi untuk menyerahkan surat desakan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka segera mundur dari jabatannya.

Pagi ini, sejak pukul 09.00 WIB, rumah Jokowi kembali ramai dikunjungi masyarakat. Kebanyakan warga yang datang berasal dari luar Kota Solo.

Bahkan, paling jauh ada warga Malaysia bernama Ita dan Ahok yang jauh-jauh ingin bertemu dengan Jokowi di rumahnya. Ketika mendapatkan giliran bertemu Jokowi, kedua warga Negeri Jiran itu tak bisa menahan air mata bahagia.

"Tadi say hi sama Pak Jokowi, kami terharu. Kita selalu lihat berita tentang Jokowi. Ini [Ahok] suka sama dia," ujar Ita, pada Kamis (29/10/2026).

"Padahal orangnya baik, kenapa banyak yang tidak suka dia," ujarnya.

Terlihat beberapa masyarakat masih dipersilakan masuk ke dalam untuk mengabadikan momen sekalian berbagi kehangantan bersama Jokowi. Memasuki pukul 11.30 WIB, kerumunan warga yang datang ke rumah Jokowi mulai berkurang.

Setelah itu, gantian awak media yang dipersilakan menemui Jokowi. Keadaan rumah Jokowi tersebut terasa berbeda dibandingkan satu hari sebelumnya saat didatangi massa.

Massa Geruduk Kediaman Jokowi di Solo

Tepatnya pada Rabu (28/10/2026), sekelompok orang mendatangi rumah Jokowi untuk menyerahkan surat desakan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka segera mundur dari jabatannya.

Perwakilan massa, Bangun Sutoto, menjelaskan bahwa aksi tersebut dilakukan untuk menghindari proses pemakzulan yang dinilai dapat merendahkan martabat bangsa.

“Kami meminta kepada Bapak untuk bersedia memaksa saudara Gibran Rakabuming Raka turun dari kursi wakil presiden RI agar tidak terjadi pemakzulan yang tentunya akan sangat memalukan dan merendahkan harga diri,” ujar Bangun Sutoto, Rabu (28/10/2026).

Dalam aksinya, kelompok yang membawa bendera Merah Putih ini hanya menemui perwakilan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), yakni Serka Zainudin, untuk menyerahkan surat aspirasi tersebut.

Meski sempat ditawari untuk mengantre apabila ingin bertemu langsung dengan Jokowi, massa menolak karena memiliki agenda lanjutan untuk mendatangi DPRD Surakarta.

Sebelum menyambangi kediaman Jokowi, kelompok ini juga telah mengirimkan surat serupa ke beberapa instansi strategis di Solo, yakni SMPN 1 Surakarta, DPC PDIP Surakarta, DPC Partai Gerindra Surakarta, KPU Surakarta.

Bangun menilai bahwa ambisi politik Jokowi harus segera dihentikan karena dinilai tidak etis dan tidak memberikan contoh pendidikan politik yang baik bagi masyarakat.

Ia tidak menolak hak setiap warga negara untuk berpolitik, namun menegaskan bahwa proses politik harus berjalan sesuai aturan tanpa merekayasa konstitusi dan hukum.

“Mendudukkan anak Bapak, Gibran Rakabuming Raka menjadi wakil presiden adalah salah satu bukti kejahatan hukum dan politik di Indonesia,” tegasnya.

Massa berharap agar desakan publik agar Gibran Rakabuming Raka mundur dari kursi Wakil Presiden dapat segera direalisasikan demi menjaga marwah hukum dan konstitusi di Indonesia.

Baca juga artikel terkait JOKOWI atau tulisan lainnya dari Khistian Tauqid

tirto.id - Flash News
Reporter: Khistian Tauqid
Penulis: Khistian Tauqid
Editor: Dipna Videlia Putsanra