tirto.id - Makkah menyimpan kisah haru sekaligus bahagia dari seorang ayah bernama Aep Ahmad Sayuti. Ia bisa berangkat haji bersama tiga perempuan yang paling dicintainya, yakni istri Neng Nurjannah dan dua orang anaknya: Nasywa Raudhatul Azka (21) serta Alya Laily Afifah (19).
“Ini karunia dari Allah yang tak bisa saya ukur. Rasanya luar biasa bisa berhaji berempat,” ucap Aep di Madinah, Selasa (20/5/2025) sambil matanya berkaca-kaca.
Aep menilai perjalanan ini bukan sekadar ibadah wajib, tetapi adalah mimpi besar yang perlahan dikabulkan. Ia ingin berhaji bersama keluarga, terutama sebelum anak-anaknya menikah.
“Ibadah haji itu fisik, lebih baik saat masih muda dan kuat,” katanya.
Asep berkisah, semula dirinya sempat bisa berangkat haji di 2022, akan tetapi pandemi Covid-19 membuat jadwal keberangkatannya tertunda. Ia berdoa, berikhtiar, dan bersabar. Barulah pada 2024, nama keluarganya tercantum sebagai jemaah haji.
Di balik kisah ini, ada perjuangan ekonomi yang tidak ringan. “Saya tak punya deposito besar, hanya usaha kecil-kecilan. Tapi Allah beri jalan. Bisa berangkat tanpa jual apa pun,” tutur Aep penuh syukur.
Dalam kesempatan yang sama, Alya, mengaku senang menjadi jemaah haji berusia muda. Rasa bahagia Alya semakin lengkap tatkala bisa berhaji bersama orang tuanya.
"Alhamdulillah, ada senang, ada sedihnya juga. Senangnya karena ini hal langka bisa ke sini bareng-bareng, bisa ibadah sama orang tua. Sedihnya karena adik-adik belum semua ikut,” ujar dia.
Alya bercerita, sebelum berangkat, kedua orang tuanya aktif memberi bekal ilmu. Dari manasik hingga doa-doa penting, semua dipelajari dengan sungguh-sungguh.
“Orang tua selalu bilang ke sini bukan buat jalan-jalan, tapi untuk ibadah,” kata Alya.
Perjalanan suci ini menjadi titik balik bagi Alya. Ia ingin tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi kebanggaan orang tua dan panutan bagi adik-adiknya. “Saya ingin jadi wanita yang saleha, jadi contoh untuk mereka.”
Kembali ke kisah Aep. Ia belum selesai dengan mimpinya. Dua adik Alya kini masih duduk di pondok pesantren dan kelas empat SD. Harapannya, kelak mereka juga bisa menginjakkan kaki di tanah suci.
“Kalau ada rezeki, saya ingin terus dampingi mereka ke sini. Supaya mereka bisa belajar langsung. Karena haji ini juga pendidikan rohani dan kedewasaan,” pungkasnya.
Editor: Fahreza Rizky
Masuk tirto.id


































